Blog Archives

Banda Aceh Bebas Asap Rokok, Mungkinkah?

Beberapa waktu yang lalu ketika mengikuti apel pagi di Puskesmas Baiturrahman, dr. Faisal, sang Kepala Puskesmas berujar bahwa ia baru saja mengikuti pertemuan dengan pihak walikota tentang pembentukan kawasan Banda Aceh yang bebas asap rokok. Target pertamanya adalah instansi kesehatan lalu berlanjut ke tempat-tempat keramaian. Saat itu sang dokter langsung menegaskan bahwa  sebagai pimpinan akan menerapkan kawasan bebas asap rokok itu.

“Kalau tidak, saya sendiri yang didenda. Tidak tanggung-tanggung. Penjara ganjarannya.” more »

Ketahui, Sadari dan Peduli Pajak

Dulu saya sering bertanya pada diri sendiri, mengapa pemerintah mewajibkan pajak bagi rakyatnya? Tidakkah hal itu hanya akan menjadi beban terutama bagi mereka dengan penghasilan yang pas-pasan. Saya juga sering merasa sebal sendiri ketika ada perlombaan yang hadiahnya dipotong pajak, ketika saya harus membayar pajak kendaraan setiap tahunnya, atau ketika membeli barang-barang yang dibungkusannya bertuliskan “harga belum termasuk pajak”. Untuk apa sebenarnya pajak itu? Sempat saya berpikir jika pajak itu hanya alibi pemerintah untuk menguras harta rakyat lalu membagi-bagikannya kepada para pejabat. Terlebih lagi ketika kasus Gayus Tambunan, salah satu pegawai pajak yang menyelewengkan jabatannya menguat kepermukaan beberapa waktu silam membuat saya semakin bingung dengan pajak dan semakin malas untuk membayar. Untuk apa? Kalau akhirnya hanya akan dikorupsi. more »

Qanun Penyandang Disabilitas

Minggu (4/12),  dalam rangka peringatan World Disability Day di Gedung RRI Banda Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, menghimbau kepada seluruh perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan instansi pemerintah termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Aceh diminta menampung tenaga kerja penyandang disabilitas (cacat) minimal 1 persen dari jumlah pegawainya. Penerimaan itu salah satu kepedulian terhadap kesejahteraan ekonomi mereka agar tidak termarginalkan (tidak tersisih) dari status sosial kemanusiaan.

Hal ini menjadi angin segar bagi penyandangan disabilitas di provinsi Aceh. Mengingat kedudukan penyandang Disabilitas dan Pandangan Masyarakat yang masih kerap menyudutkan mereka. Padahal, dalam undang-undang negara kita telah mengatur tentang pemberian lapangan kerja bagi penyandang disabilitas tersebut. more »

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba dalam rangka memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2011 yang diselenggarakan oleh Kartunet.com dengan tema “Disabilitas dan Pandangan Masyarakat“.

Penyandang Disabilitas :  Segala Keterbatasan dan Kelebihannya

Oleh : Liza Fathiariani

Hari itu, di dalam mobil penumpang L300, saya semakin merasa betapa negeri ini sangat pilih kasih. Betapa negeri yang dalam dalam sistem perundang-udangannya mengakui bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, ternyata hanya sebatas retorika yang realisasinya patut dipertanyakan. Hari itu ketika di samping saya seorang bapak penyandang disabilitas menceritakan kejadian memilukan yang dialaminya beberapa saat sebelum ia menumpangi mobil tempat kami bertemu.

Sang bapak,  dengan tangan yang hanya memiliki ibu jari, telunjuk dan jari manis  memberikan ongkos pada kernet L300. Tangan satunya lagi tidak ada. Puntung. Iba hati ini melihatnya. Merasanya dirinya diperhatikan, Bapak yang telah paro baya itu tersenyum ke arahku. “Pulang ke Tangse juga?” tanyanya diiringi anggukanku.

Ternyata tujuan kami sama. more »

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes