Pemerintahan Aceh Dan Bayi 3 Tahun

Usia Pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar  kini memasuki  usia tiga tahun sejak pelantikannya pada 8 Februari 2007. Pasangan independen yang dipilih pada Pilkada itu memang merupakan pemimpin yang diharapkan dapat membawa Aceh yang saat itu masih dirundung prahara konflik dan beranjak pulih dari bencana tsunami. Ibarat seorang bayi yang baru terlahir, begitulah kondisi Aceh tiga tahun yang lalu.

Selama tiga tahun ini Acehpun mulai berbenah. Sedikit demi sedikit menghapus trauma konflik dan tsunami. Terlebih lagi dengan kuncuran anggaran yang melimpah dari pemerintah, diharapkan Aceh dapat mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah lain di Indonesia.

Jika diibaratkan dengan seorang manusia, maka Aceh saat ini adalah bayi akan merayakan ulang tahunnya yang ketiga di bawah kepemimpinan Irwandi-Nazar (IRNA) pada 8 Februari nanti. Pada hakikatnya, bayi yang berumur tiga tahun itu sudah dapat menunjukkan dan menyebut nama bagian tubuh, naik tangga dan berlari – lari, menirukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan mengelap, mencoret – coret di kertas. more…

Seumula di Tangse

Pagi itu jam telah menunjukkan pukul 09.00 WIB, tetapi matahari masih malu-malu untuk beranjak dari peraduan. Butiran embun masih tersisa di dedaunan. Kabut putih terbentang dan membelah gunung. Dinginnya udara Tangse masih merasup ke pori-pori kulit hingga membuat diri malas untuk beranjak. Namun, ini tidak berlaku bagi perempuan yang memilih profesinya sebagai petani.

Ketika si jago mulai berkokok dan adzan subuh berkumandang, tak ada alasan bagi perempuan-perempuan itu untuk kembali menarik selimut tebal dan kembali larut dalam tidur. Bergegas bangun lalu menunaikan shalat dan menyiapkan sarapan pagi serta kopi untuk anak dan suami. Lalu di tengah kabut yang masih menutupi jalan dengan pakaian lusuh dan bakul di pundak, mereka segera menuju ke sawah. more…

Hadiah di Bulan Januari

Awal tahun yang indah dan penuh berkah. Mungkin ungkapan itu cocok untuk menggambarkan hari-hariku di bulan Januari ini. Sangat banyak hal yang membuat senyumku seakan tak berhenti merekah. Mulai dari kiriman Kangguru Magazine, Tas Batik dari SOBAT dblogger, lalu menjadi finalis Miscrosoft Bloggership 2010, pemenang lomba blog SToS Festival, dan yang paling membuatku senang adalah Januari menjadi bulan terakhirku menyandang status sebagai mahasiswi.

Baiklah, sekarang aku akan me-review sedikit beberapa hal yang mejadi hadiah terindah di bulan Januari ini. more…

Tangse, Awal dari Sebuah Kesangsian

visit-aceh.com

Selama ini aku selalu penasaran dengan asal-usul tanah kelahiranku, Tangse. Mengetahui  sejarah berdirinya suatu tempat membuatku semakin mengenal daerah tersebut. Namun, sampai umurku hampir menginjak 22 tahun, aku tidak tahu sejarah tempatku menghabiskan masa-masa kecilku. Mungkin kalau ditanya tentang sejarah lahirnya Kabupaten Pidie, Aceh, bahkan Indonesia dengan mudah aku bisa menjawabnya. Karena semuanya itu telah terangkum dalam berbagai buku dan banyak narasumber yang dapat dijadikan tempat bertanya. Sedangkan Tangse?

“Orang-orang yang tahu sejarah berdirinya Tangse kebanyakan sudah meninggal,” jelas mamaku, “Dulu kakekmu, Teuku Kali Mansur, termasuk orang yang sangat mahir dalam hal ini. Namun ketika beliau masih hidup, mama tidak pernah menanyakan tentang ini kepadanya.  Jadi, mama tidak tahu banyak,” tambahnya.

Lalu pada suatu sore, mamaku menyuruhku untuk segera berkemas, “Kita akan ke rumah Abuwa (paman) Min. Dia tahu banyak tentang sejarah. Dulu kakekmu sering bercerita padanya.”

Maka langsung saja kuturuti perintah mama. Aku benar-benar tidak menyangka ternyata mama begitu peduli tentang keingintahuanku. Padahal, aku tidak memintanya untuk mencari orang yang bisa menjawab pertanyaan ini. Tapi mama, wanita kebanggaanku itu tidak ingin keingintahuanku luruh karena ketidaktahuannya. more…

Polisi Syariat Langgar Syariat

Seorang mahasiswi berusia 20 tahun mengaku diperkosa oleh tiga oknum Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa, Jumat (8/1) dini hari. Perbuatan terkutuk itu bukan terjadi di jalanan sepi atau di rumah kosong, melainkan di ruang tahanan WH, setelah korban bersama teman prianya ditangkap polisi pengawas syariat itu di jalan lingkar PTPN-I Langsa, Kamis (7/1) siang (Serambi Indonesia, 10/1/10).

Berbagai rasa mulai dari kaget, marah, sedih, bercampur menjadi satu ketika membayangkan nasib gadis yang telah direnggut keperawanannya itu. Tiga oknum WH, polisi syariat yang bertugas mengakkan syariat Islam malah melakukan tindakan yang melanggar syariat. Yang lebih mengagetkan lagi, sebagaimana diberitakan Serambi, ketiga pria yang diduga memerkosa itu sudah beristri.

Ruang tahanan WH yang pada dasarnya berfungsi sebagai ruang untuk mengamankan atau mengisolir sementara tersangka kasus-kasus  pelanggaran syariat guna mempermudah proses penyidikan pada malam itu berubah menjadi tempat yang terkutuk. Gadis yang ditahan atas dugaan khalwat (mesum) di tempat itu justru direnggut kegadisannya oleh oknum-oknum WH. more…

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes