<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>liza-fathia.com</title>
	<atom:link href="http://liza-fathia.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://liza-fathia.com</link>
	<description>Argumentasi Seorang Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Aug 2010 03:40:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>

   <image>
    <title>liza-fathia.com</title>
    <url>http://1.gravatar.com/avatar/b0d5084b9c815605d5a56815dfcf289e?s=48&amp;d=</url>
    <link>http://liza-fathia.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>Warnet, Warkop, Referat, dan Lain-lain</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/08/warnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/08/warnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 03:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes mellitus]]></category>
		<category><![CDATA[insulin]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[referat]]></category>
		<category><![CDATA[warkop]]></category>
		<category><![CDATA[warnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir sebulan  kegiatan luring alias offline saya membuat blog ini terbengkalai begitu saja. Tanpa updetan tulisan terbaru, blogwalking, dan kegiatan daring (online) lainnya yang sering saya lakukan. Maklum saja, di luar dunia maya kegiatan saya cukup membuat saya dibilang sibuk. Ya, memang sebuah konsistensi yang harus ditempuh jika saya benar-benar ingin profesional di bidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F08%2Fwarnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F08%2Fwarnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;">Sudah hampir sebulan  kegiatan luring alias offline saya membuat blog ini terbengkalai begitu saja. Tanpa updetan tulisan terbaru, blogwalking<em>, </em>dan kegiatan daring (online) lainnya yang sering saya lakukan. Maklum saja, di luar dunia maya kegiatan saya cukup membuat saya dibilang sibuk. Ya, memang sebuah konsistensi yang harus ditempuh jika saya benar-benar ingin profesional di bidang saya tersebut (mencoba sedikit bijak dan mencintai pekerjaan saya).</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, berhubung kartu pascabayar yang saya gunakan untuk internetan belum lebih tepatnya ngga sempat dibayar (hehehe, ngeles), jadi saya memutuskan untuk ke warnet. Lama juga tidak ke warung penyedia internet ini dan yang membuat saya senang adalah kecepatannya itu lho. Jauh sekali kalau dibandingkan dengan menggunakan modem pribadi. Biasanya kalau di rumah, maka kata-kata &#8220;berjalan seperti siput&#8221; atau &#8220;kura-kura&#8221; kerap keluar untuk mengeluhkan lambatnya koneksi internet dari layanan yang sudah hampir dua tahun saya gunakan. Sekarang, yang keluar adalah &#8220;cepat sekali&#8221; sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Sangat jauh berbeda dengan dua tahun yang lalu, saat saya masih bergantung pada jasa warnet. Duh, saya harus bergonta-ganti warnet untuk mendapatkan akses yang cepat. Dan resikonya adalah jika ingin kecepatan akses yang cepat, maka harganya juga relatif tinggi. Bahkan hampir dua kali lipat dari warnet biasa.  Tapi kalau dikalkualasikan sebenarnya sama saja, murah tapi lambat akhirnya juga harus mengeluarkan biaya yang besar karena itu akan membuat saya harus berlama-lama di warnet tersebut. Sekarang? semua itu tidak berlaku lagi, kawan! Tahukah kenapa?<span id="more-619"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kamu ke Banda Aceh, maka kamu akan terpukau dengan banyaknya warung kopi yang tersebar di hampir seluruh sudut. Setiap warung kopi itu tidak hanya menawarkan racikan kopi khas yang mereka miliki tetapi juga layanan wi-fi gratis bagi pengunjung. Jadi, setipa warkop itu tidak hanya berlomba-lomba menawarkan kopi andalan mereka tetapi juga kecepatan akses internet yang mereka miliki. Karena para tukang ngopi itu pastinya akan memilih warkop yang memiliki kecepatan akses internetnya yang lebih dari warkop yang lain. Cukup bermodalkan sebuah laptop, maka kamu biasa internetan sepuasnya di warung kopi.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, mungkin gara-gara fenomena warung kopi inilah yang membuat warnet-warnet kebakaran jenggot. Otomatis dengan adanya layanan gratis, orang-orang akan memilih tempat tersebut apalagi sekarang laptop tidak lagi menjadi barang mewah. Layaknya ponsel, begitu juga dengan laptop. Hampir setiap mahasiswa (yang saya amati) memiliki alat elektronik ini. Tentunya mereka akan memilih warkop untu berinetan ria, bukan? Nah, agar tetap ada pelanggan, maka pengusaha warnet tersebut menaikkan kecepatan akses internet mereka dengan harga yang juga lebih murah. Maka beruntunglah saya sekarang <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Ngenet di warnet yang cepat lagi murah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya bisa saja saya memilih warung kopi untuk internetan gratis. Apalagi saya harus  mencari bahan tentang indikasi pemakaian insulin pada penderita diabetes mellitus tipe 2 untuk membuat referat di bagian Ilmu Penyakit Dalam, tapi sekarang kan sedang bulan Ramadhan. Jadi, seluruh warung tutup kecuali warung internet alias warnet.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, sambil bergoogling ria mencari si insulin saya juga menyempatkan diri update blog. Walau yang sempat terupdate hanya di sini, sedangkan adik-adiknya yang lain belum sempat saya kunjungi. Lain kali saja ya. Ohya, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang sedang menjalankannya. Jangan lupa jaga kesehatan dan ketika buka nantinya jangan berlebihan ya. Apalagi bagi penderita diabetes. Terus hati-hati juga, sekarang sedang banyak-banyaknya demam berdarah. Setiap hari ada dua atau tiga pasien harus di rawat karena DBD, jadi tetap jaga kebersihan diri dan lingkungan serta hindari gigitan nyamuk. Yang sedang sakit semoga lekas sembuh, yang masih dianugerahkan nikmat sehat, jagalah kesehatannya. Karena ketika sakit nanti, maka kesehatan itu sangat mahal harganya. Walah jadi panjang begini.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F08%2Fwarnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html&amp;linkname=Warnet%2C%20Warkop%2C%20Referat%2C%20dan%20Lain-lain"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/08/warnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasien Pertamaku</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/07/pasien-pertamaku.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/07/pasien-pertamaku.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 15:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal kronik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Sudah seminggu ini saya menjalani kepaniteraan klinik (koas) di bagian penyakit dalam. Tepatnya penyakit dalam pria. Rasanya ketika koas di bagian ini, saya merasakan seolah-olah saya telah benar-benar menjadi seorang dokter. Emm, ngga bisa dilukiskan bagaimana rasanya ketika saya langsung menangani pasien yang harus diopname karena penyakitnya. Antara grogi, senang, takut, bercampur menjadi satu. Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F07%2Fpasien-pertamaku.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F07%2Fpasien-pertamaku.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/07/doctor-diagnosa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-616" title="doctor diagnosa" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/07/doctor-diagnosa.jpg" alt="" width="320" height="248" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sudah seminggu ini saya menjalani kepaniteraan klinik (koas) di bagian penyakit dalam. Tepatnya penyakit dalam pria. Rasanya ketika koas di bagian ini, saya merasakan seolah-olah saya telah benar-benar menjadi seorang dokter. Emm, ngga bisa dilukiskan bagaimana rasanya ketika saya langsung menangani pasien yang harus diopname karena penyakitnya. Antara grogi, senang, takut, bercampur menjadi satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu, pasien pertama saya menderita penyakit gagal ginjal kronik dengan keadaan yang sangat gawat. Pasien tersebut mengalami gagal ginjal kronik stage lima. Stadium terakhir dalam tingkatan penyakit ginjal ini ditambah dengan uremic sindrom. Tak dapat disembuhkan karena memang gagal ginjal kronik bersifat irreversible. Namun ada pilihan lain agar racun dalam tubuh dapat dikeluarkan, yaitu dengan menggantikan ginjal yang sudah tidak berfungsi lagi itu dengan transplantasi ginjal atau haemodialisa (cuci darah).</p>
<p style="text-align: justify;">Konsumsi makanan yang mengandung kalium yang tinggi sungguh sangat berbahaya untuk pasien dengan GGK. Karena ginjal sudah tidak mampu lagi menyaringnya hingga pada akhirnya kalium tersebut kembali ke darah dan menyebababkan hiperkalemia. Tak hanya kalium, tetapi juga pada elektrolit lainnya. Sehingga dianjurkan pada penderita gagal ginjal untuk tidak banyak minum karena memang ginjalnya sudah sangat menurun fungsinya.<span id="more-615"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dianamnesa, ternyata pasien saya tersebut mengalami sesak yang sangat berat setelah mengkonsumsi durian. Durian, buah yang menjadi favorit saya juga itu mengandung kalium yang tinggi. Sama halnya seperti nangka. Salah satu akibatnya adalah pada paru-paru. Selain itu pasien tersebut juga menderita anemia dengan kadar haemoglobin yang rendah, 6,9 g%, termasuk salah satu manifestasi klinis dari gagal ginjal juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah diberikan oksigen, bapak yang malang itu tetap saja sesak. Uremic lung, akibat peningkatan uerum dan kreatinin dalam darah  Duh, saya sangat khawatir saat itu. terlebih lagi ketika melihat anaknya yang masih kecil dan istrinya yang sepertinya hanya seorang ibu rumah tangga. Ketika malam semakin larut, di saat pasien-pasien lainnya sudah tidur, pasienku masih melawan sesak nafasnya, ditemani sang istri yang begitu setia. Tak hanya mereka yang tak terlelap, saya pun demikian. Apalagi dia beliau adalah pasien pertama saya yang saya tangani dari awal. Kebetulan juga malam itu saya sedang mendapatkan tugas jaga, maka saya pun dapat memantau kondisi sang bapak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya  bapak itu  pernah diopname beberapa waktu yang lalu dengan keluhan yang sama. Karena tidak  mungkin mencangkokkan ginjal, apalagi kondisi ekonomi mereka yang  masuk ke dalam golongan menengah ke bawah. Maka pilihan lainnya adalah cuci darah. Ya, itu adalah pilihan agar sesaknya hilang. Akan tetapi, istrinya menolak karena dalam pemikirannya cuci darah itu adalah dengan mengelurakan seluruh darah di dalam tubuh pasien lalu dicuci dan dimasukkan kembali ke dalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini sang istri setuju setelah mendengarkan penjelasan dari dokter yang merujuk suaminya ke rumah sakit dan ia semakin mantap setelah saya mengajaknnya ke ruangan haemodialisis. Dengan fasilitas Jamkesmas yang mereka miliki, maka tak mereka tak perlu mengeluarkan biaya untuk HD.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dokter, setelah dicuci darahnya, suami saya bisa naik motor lagi kan dok? Udah sehat seperti biasa lagi kan?” tanya ibu itu penuh harap.</p>
<p style="text-align: justify;">“Insyaallah bu, asal ngga makan durian sebanyak kemarin dan makanannya dijaga,” jelasku.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar saja, setalah melaksanakan haemodialisa, kondisi pasien pertama saya semakin membaik. Senang rasanya ketika melihat bapak tersebut tertidur pulas bersama anak semata wayangnya yang masih kecil. Melihat senyuman istrinya yang kembali merekah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F07%2Fpasien-pertamaku.html&amp;linkname=Pasien%20Pertamaku"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/07/pasien-pertamaku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review : To Kill A Mocking Bird</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/07/review-to-kill-a-mocking-bird.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/07/review-to-kill-a-mocking-bird.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 05:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Harper Lee]]></category>
		<category><![CDATA[Mockingbird]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[To Kill A Mocking Bird]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Kau tidak akan pernah memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya, hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.&#8221; Penggalan kata-kata di atas adalah kalimat penyambut ketika pertama sekali membuka novel To Kill A Mocking Bird. Ketika melihat sampulnya, saya langsung terkagum-kagum dengan penghargaan yang didapatkan oleh novel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F07%2Freview-to-kill-a-mocking-bird.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F07%2Freview-to-kill-a-mocking-bird.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_611" class="wp-caption alignleft" style="width: 232px"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/07/to-kill-a-mocking-bird1.jpg"><img class="size-medium wp-image-611" title="to-kill-a-mocking-bird1" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/07/to-kill-a-mocking-bird1-222x300.jpg" alt="" width="222" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">To Kill A Mocking Bird</p></div>
<p><em>&#8221; Kau tidak akan pernah memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya, hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Penggalan kata-kata di atas adalah kalimat penyambut ketika pertama sekali membuka novel To Kill A Mocking Bird. Ketika melihat sampulnya, saya langsung terkagum-kagum dengan penghargaan yang didapatkan oleh novel ini. Di antaranya adalah Pulitizer Prize Winning For Fiction dan Novel Terlaris Sepanjang Masa Versi Guinness Book of World Record karena berhasil terjual lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia. Bahkan, novel yang menceritakan tentang kasih sayang dan prasangka ini membawa penulisnya Harper Lee mendapatkan Anugerah Presidential Medal of Freedom 2007.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditulis selama 2,5 tahun dan diluncurkan 1961, To Kill A Mocking Bird adalah novel pertama dan satu-satanya novel yang ditulis Harper Lee dan langsung mengundang reaksi masyarakat. Maklum pada tahun itu, kekerasan rasial yang dilakukan Ku Klux Klan mencapai masa puncak. Keberanian Lee mengungkap dan menyatakan sikap menciptakan banyak tekanan bagi dirinya. Terlepas dari itu, begitu terbit To Kill a Mocking Bird langsung menjadi <em>best seller</em>. Terjual 2,5 juta kopi dan 14 kali cetak ulang di tahun pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Novel ini telah difilmkan pada 1962 dengan pemain utama Gregory Peck dan berhasil memenangkan lima Piala Oscar, antara lain untuk kategori pemeran utama terbaik, pemeran pembantu terbaik dan penulis naskah terbaik.<span id="more-610"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Novel yang Luar Biasa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Luar biasa,” begitulah kutipan review media internasional The New York Times untuk novel ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika membaca halaman demi halaman novel edisi terjemahan basaha Indonesia yang diterbitkan Qanita itu, saya merasakan sesuatu yang benar-benar luar biasa. Dinarasikan dari sudut pandang Scout (Jean Louis “Scout” Finch ), gadis delapan tahun, yang merupakan adik perempuan dari Jem Finch. Mereka berdua dibesarkan seorang diri oleh Atticus Finch yang melakukan praktek hukum sebagai pengacara yang bertugas di kota kecil tua yang bernama Maycomb County. Tokoh penting lainnya di dalam keluarga Finch adalah Calpurnia, seorang pembantu berkulit hitam yang bekerja seharian untuk mengurusi rumah dan mengasuh anak Atticus.</p>
<p style="text-align: justify;">Cerita ini diawali dengan rasa penasaran Scout dan Jem pada tetanga mereka yang  misterius. Seluruh anggota keluarga ini jarang keluar rumah kecuali kepala keluarga, Mr. Radley. Selain itu menurut desas desus, Boo Radley anak laki-laki keluarga ini mengalami gangguan jiwa dan dilarang keluar dari rumah. Mereka juga menceritakan rasa penasaran itu kepada Dill, teman baru mereka yang berasal dari Mediteran dan berlibur musim panas ke Maycomb.</p>
<p style="text-align: justify;">Gosip dari ibu-ibu tetangga meraka menambah rasa penasaran ke tiga bocah itu terhadap Boo Radley. Layaknya anak-anak yang selalu mengembangkan fantasi mereka, maka Boo Radley yang misterius itu mereka bayangkan sebagai sosok yang mengerikan. Bukannya ketakutan, Scout, Jem, dan Dill malah semakin penasaran dengan Boo. Berbagai keusilan mereka lakukan untuk memancing Boo keluar dari rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian diikuti dengan cerita Mrs. Dubose yang memaksa Jem untuk membacakan dongeng setiap sore di rumahnya. Jem dituduh telah memecahkan pot bunga kesayangan nenek tua yang sering kejang-kejang itu. Sebagai hukumannya Jem disuruh membacakan dongeng untuk Mrs. Dubose. Alangkah terkejutnya Jem dan Scout ketika mengetahui dari Atticus bahwa Mrs. Dubose adalah pengkonsumsi morfin yang ingin menghabiskan sisa-sisa hidupnya dengan tenang tanpa bergantung butir-butir obat terlarang tersebut. Hal inilah yang membuatnya kejang-kejang dan untuk membuat waktu cepat berlalu Mrs. Dubose meminta Jem untuk membacakan dongeng yang belum tentu di dengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Disusul lagi dengan pelajaran tentang keluarga Cunninghams yang tidak pernah mau menerima pemberian uang dari orang lain, keluarga Ewells yang berantakan dan tidak teratur, dan kaum negro yang mencari penghidupan dengan menjadi buruh tani di perkebunan kapas milik petani kulit putih.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, ayah Scout, Atticus ditunjuk pengadilan untuk membela Tom Robinson,suku negro yang dikenai hukuman mati karena dituduh memperkosa gadis kulit putih Mayella Ewel. Atticus keberatan namun ia sadar ia ditunjuk karena sebagai pengacara ia telah dikenal sebagai orang yang selalu bersandar pada fakta dan tidak mau tunduk pada prasangka pribadi. Perjuangan pembelaan Tom menjadi berat karena Atticus sebagai seorang kulit putih dianggap mengkhianati kaum kulit putih dengan membela seorang buruh kulit hitam dan menjulukinya sebagai pecinta nigger.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun ada beberapa penduduk Maycomb yang membela sikap Atticus, mayoritas tetap menganggap Tom tidak perlu dibela dan harus dihukum mati. Untunglah Atticus tidak berjuang sendirian karena hakim kota, sherif lokal, dan penerbit surat kabar setempat tetap berdiri di samping untuk mendukungnya. Dalam pengadilan, Atticus menunjukkan fakta bahwa Tom tidak dapat melakukan tindak pemerkosaan seperti yang dituduhkan atas alasan cacat fisik yang dimilikinya dan tangannya yang kidal. Sebaliknya, Atticus mengungkapkan kecurigaan bahwa Tom justru dirayu oleh Mayella untuk melakukan hubungan intim. Namun hal ini gagal karena suaminya, Bob Ewell, memergoki perbuatan tersebut. Mayella kemudian mengarang cerita untuk melindungi kehormatannya dan memilih mengorbankan Tom Robinson. Pada akhirnya Atticus kalah karena juri memutuskan Tom tetap bersalah meskipun fakta-fakta menunjukan sebaliknya. Biarpun begitu, Tom tidak dihukum gantung (lynch) namun dipenjara dan melakukan kerja paksa.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Keberanian adalah saat kau tahu akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan merampungkannya, apa pun yang terjadi,” ucap Atticus pada Scout.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dalam usahanya mempelajari nilai-nilai hidup, Scout banyak meminta pendapat dari ayahnya yang dianggapnya lebih memahami masyarakat di Maycomb County serta menggunakan nalarnya sendiri dalam memahami hal-hal yang dilihatnya. Dalam hal ini Scout mendapat nasihat dari ayahnya tentang bagaimana cara memahami sikap atau motif perbuatan seseorang dengan menempatkan diri pada posisi orang yang ingin kita pahami, &#8220;<em>you never really understand a person until you consider things from his point of view — until you climb around in his skin and walk around in it.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pada cerita Scout menyadari bahwa selama ini prasangkanya pada Boo Radley tidak lah benar. Ia seharusnya tidak berbuat buruk pada Boo.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>It&#8217;s A Sin To Kill A Mocking Bird</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mocking bird adalah burung yang tak pernah memakan biji-bijian. Tidak pernah mencuri dan mengganggu.  Burung ini selalu bersiul dan menambah keindahan pagi. Sehingga bagi penduduk Maycomb, membunuh Mockingbird adalah dosa. Saat Jem dan Scout mendapatkan hadiah natal dari pamannya berupa senapan angin, Atticus mengingatkan mereka,” Kau boleh menembak burung Bluejay sebanyak yang kau mau, kalau bisa kena, tetapi ingat membunuh Mockingbird adalah dosa.” Bluejay adalah burung yang memakan tanaman di kebun sedangkan Mockingbird adalah sejenis murai yang tidak mengganggu kecuali dengan kicauannya yang merdu.</p>
<p style="text-align: justify;">Harper Lee memilih Mocking bird sebagai judul novelnya untuk mengibaratkan seseuatu yang tidak berdosa. Seperti Boo Radley, Tom Robinson, dan Atticus adalah Mockingbird yang kerap menjadi sasaran tembakan karena tuduhan buruk yang ditujukan pada mereka karena prasangka. Sehingga membunuh mereka adalah dosa.</p>
<p style="text-align: justify;">Atticus yang membela Tom Robinson mendapat cemoohan dan julukan sebagai pecinta nigger. Hal itu dilakukannya karena ia memegang prinsip “kesamaan hak untuk semua orang” termasuk untuk orang negro. Pada masa itu, orang-orang beranggapan bahwa orang negro hanyalah sampah dan yang membela mereka juga tidak jauh dari cap “sampah”</p>
<p style="text-align: justify;">Tom Robinson yang statusnya sebagai orang kulit hitam mendapat perilaku yang diskriminatif dari kulit putih. Ia dituduh memperkosa Mayella Ewell, padahal kenyataannya Mayella lah yang merayu Tom untuk melalukan hubungan intim.Tapi karena berasal dari kulit hitam, ia tidak dapat melakukan apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Boo Radley yang mengalami gangguan kejiwaan kerap menjadi bahan olokan anak-anak dan dijauhi dari lingkungannya. Padahal di saat-saat tertentu ia selalu berbuat baik pada mereka. Seperti yang dilakukannya pada Scout dan Jem dengan memasukkan makanan dan hadiah pada lobang pohong yang kerap dilewati kakak beradik ini ketika sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Novel yang Sarat dengan Pesan Moral</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun novel ini dianggap menceritakan tentang  menceritakan tentang perjuangan antara prinsip keadilan yang tidak berat sebelah, kehormatan (<em>honor</em>), dan perilaku terpuji (<em>conduct</em>)  melawan prasangka negatif tentang rasisme yang didasarkan pada streotipe negative khususnya di daerah selatan AS,  Harper Lee mengatakan bahwa novel ini sebetulnya bertema cinta, seperti yang tercetak di sampul belakang novel.</p>
<p style="text-align: justify;">Membingungkan memang. Biarpun begitu, selain cinta, kehormatan, perilaku, serta sikap menghargai orang lain juga menjadi warna lain dari cerita ini. Ini ditunjukan lewat sikap tegas Atticus pada Scout, Jem dan Dill untuk tidak mengolok-olok keluarga Radley dan menghargai mereka terlepas dengan keanehan yang ditunjukan. Atticus juga mengajarkan sikap manusia terhormat untuk tidak mudah terpancing emosi hanya karena ejekan atau perkataan seseorang yang negatif. Ini terlihat dalam adegan dimana Scout diejek temannya di sekolah dan anak bibinya karena memiliki ayah yang menggemari orang Negro, <em>Nigger lover</em>. Atticus meminta Scout untuk tetap tenang dan menahan tangannya agar tetap di bawah, “&#8230;<em>to keep your head up dan your hand down</em>.”</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Conduct</em> juga dianjurkan pada Scout dengan cara menghormati orang tua yang berbicara kepadanya dan tidak langsung mendebat pendapat seseorang sebelum benar-benar memahaminya. Yang paling penting lagi, Scout belajar untuk memahami sikap dan pendapat orang dengan cara meletakan diri pada posisi orang tersebut sebelum mempertanyakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Anda yang menyukai bacaan yang mengandung nilai moral, keadilan, dan kehormata, novel ini termasuk peringkat atas dalam rekomendasi saya. Five Stars untuk novel ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F07%2Freview-to-kill-a-mocking-bird.html&amp;linkname=Review%20%3A%20To%20Kill%20A%20Mocking%20Bird"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/07/review-to-kill-a-mocking-bird.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sterilkah Botol yang Berisi Teh Itu?</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/06/sterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/06/sterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 05:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[tanah dalam botol]]></category>
		<category><![CDATA[teh botol]]></category>
		<category><![CDATA[teh botol steril]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu ketika berhentik sejenak di sebuah warung kopi yang terletak tidak jauh dari rumah, saya dan kedua keponakan saya yang kembar, Fina dan Fira, memesan teh yang dikemas dalam botol dan katanya minuman untuk setiap makanan. Apapun makanannya, minumnya teh tersebut. Begitulah kira-kira iklannya. Sedangkan seorang teman saya yang juga hadir di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fsterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fsterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_605" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri1.jpg"><img class="size-medium wp-image-605" title="minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri1-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></a><p class="wp-caption-text">teh botol vs teh cangkir</p></div>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu ketika berhentik sejenak di sebuah warung kopi yang terletak tidak jauh dari rumah, saya dan kedua keponakan saya yang kembar, Fina dan Fira, memesan teh yang dikemas dalam botol dan katanya minuman untuk setiap makanan. Apapun makanannya, minumnya teh tersebut. Begitulah kira-kira iklannya. Sedangkan seorang teman saya yang juga hadir di warkop itu memesan sanger.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa ingin menyebutkan merk, karena secara tidak langsung memberikan iklan gratis kepada perusahaan teh ternama di negeri ini (keluar deh pelitnya J). Tapi saya yakin semua pasti tahu produk teh apa yang saya maksud.</p>
<p style="text-align: justify;">Di pagi menjelang siang itu, saya menghabiskan teh tersebut dengan cepat. Yeah, waktu itu memang matahari mengeluarkan kalornya dengan cukup tinggi. Teh dalam kemasan botol yang baru saja dikeluarkan dari lemari es setidaknya dapat menghilangkan dahaga. Tapi tidak demikian dengan si kembar. Fira sedang mencicipi kue yang dihidangkan pelayan dan Fina sedang menatap heran botol teh di depannya yang masih terisi setengah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Cek coba lihat, di dalamnya jorok.” Spontan ucapan Fina mengalihkan perhatianku dan juga yang lain. Langsung saya melihat lebih dekat botol teh yang isinya telah dihabiskan setengah oleh keponakanku itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar saja. Ada tiga bercak tanah hampir sebesar kancing baju menempel di dinding botol. Saya menyerahkan botol itu ke teman untuk memastikan, dan itu benar-benar tanah. Pelayan warung kopi yang saya panggil juga terkejut melihat tanah yang melekat di dinding botol itu.<span id="more-603"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak mungkin tanah itu dimasukkan keponakan saya yang memang usianya masih lima tahun. Tanahnya keras dan terkesan telah lama melekat di dalam botol. Bayangan akan botol-botol bekas berlumpur yang dicuci seadanya oleh para pemulung dan dijual kembali kepada perusahaan minuman tersebut membuat saya jadi berpikir yang tidak-tidak.  Apakah botol-botol tersebut tidak disterilkan lagi ketika teh dimasukkan ke dalamnya? Atau hanya sekedar dicuci seadanya tanpa melihat apakah botol-botol tersebut sudah bersih atau belum. Seandainya saat itu saya membawa kamera, pasti saya akan mengabadikannya. Bukan bermaksud untuk menjatuhkan produk yang telah sangat terkenal di masyarakat ini, tetapi agar mereka lebih teliti lagi dalam menjaga sterilitas produk yang telah menjadi andalan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin kejadian ini hanyalah satu diantara seribu. Mungkin kebetulan saja keponakan saya mendapatkan teh dalam kemasan botol plus tanah di dindingnya. Entahlah. Yang jelas kejadian hari itu membuat saya berpikir-pikir kembali ketika memesan minuman dalam kemasan berbotol. Apapun makanannya, minumnya pikir-pikir dulu ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto : sbelen.wordpress.com</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fsterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html&amp;linkname=Sterilkah%20Botol%20yang%20Berisi%20Teh%20Itu%3F"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/06/sterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>World Environment Day : Keanekaragaman Spesies yang Terancam Punah</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/06/world-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/06/world-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 02:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[International Year of Biodiversity]]></category>
		<category><![CDATA[Many Species. One Planet. One Future]]></category>
		<category><![CDATA[world environment day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[5 Juni merupakan hari penting dalam kalender dunia. Karena pada tanggal ini diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Sebenarnya awal mula adanya Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah adanya Konferensi Internasional pada tanggal 5 – 16 Juni 1972. Konferensi ini merupakan pertemuan umum pertama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan ‘Human Environment’ yang diselenggarakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fworld-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fworld-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_600" class="wp-caption alignleft" style="width: 298px"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/enviroment_479695.jpg"><img class="size-medium wp-image-600" title="enviroment_479695" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/enviroment_479695-288x300.jpg" alt="World Environment Day" width="288" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">World Environment Day</p></div>
<p>5 Juni merupakan hari penting dalam kalender dunia. Karena pada tanggal ini diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Sebenarnya awal mula adanya Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah adanya Konferensi Internasional pada tanggal 5 – 16 Juni 1972. Konferensi ini merupakan pertemuan umum pertama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan ‘Human Environment’ yang diselenggarakan di Stockholm, Swedia. Pada tanggal 15 Desember 1972, PBB mengeluarkan resolusi No. 2994 (XXVII) yang menetapkan tanggal 5 Juni ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup sedunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan resolusi PBB tersebut, setiap negara memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini setiap tahunnya. Tak terkecuali Indonesia. Isu-isu lingkungan selalu diangkat setiap peringatan hari lingkungan hidup, seperti pembangunan berkelanjutan, advokasi lingkungan, pendidikan lingkungan, dan lain sebagainya. Dengan harapan adanya peningkatan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan yang baik. Tidak terkecuali Indonesia, sebagai salah satu masyarakat dunia juga turut memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2010ini, tema yang diangkat adalah “Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan).<span id="more-597"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tema WED kali ini berhubungan dengan pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati (International Year of Biodiversity) dengan COP 10 Convention on Biological Diversity (CBD) di Nagoya, Jepang yang berlangsung pada 18-29 Oktober 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">’Many Species. One Planet. One Future’ (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan) yang merupakan tema WED 2010 diharapkan mampu mengajak seluruh dunia untuk melestarikan keragaman kehidupan di bumi. Memberikan kesadaran bahwa sebuah dunia tanpa keanekaragaman hayati adalah prospek yang sangat suram. Jutaan orang dan jutaan spesies berbagi bersama dalam satu planet yang sama, dan hanya dengan bersama-sama kita semua bisa menikmati masa depan yang lebih aman dan lebih makmur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>WED dan Keanekaragaman Spesies<br />
</strong><br />
Tema WED tahun ini mengingatkan kita betapa beranekanya makhluk hidup di muka bumi ini. Manusia hanyalah satu dari jutaan spesies yang ada. Diperkirakan terdapat 5 juta – 100 juta spesies makhluk hidup dan yang baru teridentifikasi sekitar 2 juta spesies. Lebih dari dua pertiga spesies yang diperiksa dalam sebuah studi keanekaragaman hayati internesional disimpukan terancam kepunahan. Dari 47.677 yang termasuk dalam daftar merah spesies terancam punah, 17.291 diantaranya sangat terancam. Ini termasuk 21% jenis mamalia, 30% jenis amfibi, 70% jenis tumbuhan dan 35% hewan bertulang belakang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut hasil penelitian Global Species Assessment (GSA) dalam Siaran Pers bulan November 2004, sekitar 15.589 spesies yang terdiri dari 7.266 spesies satwa dan 8.323 spesies tumbuhan dan lumut kerak, diperkirakan berada dalam resiko kepunahan. Belum lagi ditambah dengan jenis makhluk hidup lain yang tidak teridentifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">S.L. Pimm dalam The Future Of Biodiversity mengemukakan bahwa laju kepunahan spesies saat ini adalah 10 hingga 100 kali lipat dari laju kepunahan alami. Bila tingkat laju kepunahan berlanjut atau terus meningkat, jumlah spesies yang menjadi punah dalam dekade berikut bisa berjumlah jutaan. Sebagian besar orang hanya berpikir hanya spesies mamalia berukuran besar dan burung yang terancam kepunahan, tapi sebenarnya kestabilan seluruh ekosistem menjadi terganggu dengan punahnya spesies kunci pada salah satu rantai makanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, kerusakan hutan juga berperan andil dalam menurunnya kenekaragaman hayati (spesies). Di Aceh saja hampir 30 hektar hutan Aceh rusak setiap tahunnya. Total luas hutan di Aceh adalah 3,3 juta hektare atau sekitar 62,7 persen luas total wilayah Aceh. Pembalakan liar dan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit meruapakan faktor terbesar rusaknya hutan Aceh.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat dari rusaknya hutan dan pencemaran lingkungan adalah semakin meningkatnya pemanasan global (global warming) yang berdampak pada perubahan iklim. Para ilmuwan telah menunjukkan dengan penelitian intensif bahwa planet bumi telah terancam. Selain itu akibat perubahan iklim dan kehilangan habitat dan ekspansi yang dilakukan oleh manusia, kepunahan spesies semaking bertambah tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilihan tema WED yang disesuaikan dengan The International Year of Biodiversity tentu saja untuk lebih menegaskan tentang pentingnya keanekaragaman spesies dan pentingnya untuk tetap menjaga keberadaannya, karena dunia tanpa keanekaragaman spesies atau banyaknya spesies yang punah akan menimbulkan masa depan yang sangat suram bagi kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Keanekaragaman hayati mempunyai peranan penting dalam ekosistem. Hilangnya satu spesies dari muka bumi berarti berkurangnya kekayaan alam, sekaligus menjadi isu moral bagi pihak yang berpendapat manusia sebagai penanggung jawab kelestarian lingkungan, sekaligus pihak yang mendukung hak hidup untuk semua spesies hewan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepunahan suatu spesies yang menjadi mangsa atau pemangsa dalam suatu ekosistem berdampak pada peningkatan atau penurunan jumlah populasi spesies lain. Begitu seterusnya, hingga semua spesies musnah dan ekosistem menjadi rusak dan tidak bisa kembali seperti semula. Selain itu, setiap spesies memiliki materi genetik yang unik yang tersimpan dalam DNA, dan menghasilkan bahan kimia yang unik sesuai instruksi genetik yang dimiliki. Bahan kimia dari tumbuhan, misalnya sangat berpotensi untuk digunakan sebagai senyawa obat-obatan dalam industri farmasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, sebagai pemangku jabatan kalifah di muka bumi ini, merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk menjaga bumi termasuk melestarikan keanekaragaman spesies makhluk hidup dari kepunahan. Sudah sangat banyak bukti yang menunjukkan betapa lingkungan telah semakin rusak dan beraneka ragam spesies yang semakin punah. Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk penyelamatan lingkungan yang juga bermanfaat untuk penyelamatan makhluk hidup lainnya. Ingatlah kepunahan satu spesies, membuka jalan kepunahan spesies lainnya termasuk kita manusia</p>
<p style="text-align: justify;">Dimuat di acehinstitute.org 5 Juni 2010</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fworld-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html&amp;linkname=World%20Environment%20Day%20%3A%20Keanekaragaman%20Spesies%20yang%20Terancam%20Punah"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/06/world-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
