<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Liza Fathia</title>
	<atom:link href="http://liza-fathia.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://liza-fathia.com</link>
	<description>Argumentasi Seorang Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 14:17:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
   <image>
    <title>Liza Fathia</title>
    <url>http://www.gravatar.com/avatar/b0d5084b9c815605d5a56815dfcf289e?s=48&amp;d=</url>
    <link>http://liza-fathia.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>Wahai Teroris, Enyahlah dari Bumi Aceh</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/03/wahai-teroris-enyahlah-dari-bumi-aceh.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/03/wahai-teroris-enyahlah-dari-bumi-aceh.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 14:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[antiteror]]></category>
		<category><![CDATA[densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[GAM]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaah islamiah]]></category>
		<category><![CDATA[noordin M TOP]]></category>
		<category><![CDATA[Teroris Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		

Mencekam! Itulah yang saya rasakan ketika melewati pegunungan Seulawah pada Jumat (5/03) kemarin. Puluhan aparat TNI dengan senjata lars panjangnya penuh siaga berpatroli pada beberapa titik di pegunungan yang sepi itu. Hujan yang terus mengguyur sejak siang sampai malam tiba tak membuat mereka urung untuk tetap berdiri di pinggir jalan.
Lalu di beberapa Polsek kecamatan yang  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F03%2Fwahai-teroris-enyahlah-dari-bumi-aceh.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F03%2Fwahai-teroris-enyahlah-dari-bumi-aceh.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/03/terorisaceh.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-524" title="CORRECTION Indonesia Terror Arrest" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/03/terorisaceh.jpg" alt="" width="250" height="250" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Mencekam! Itulah yang saya rasakan ketika melewati pegunungan Seulawah pada Jumat (5/03) kemarin. Puluhan aparat TNI dengan senjata lars panjangnya penuh siaga berpatroli pada beberapa titik di pegunungan yang sepi itu. Hujan yang terus mengguyur sejak siang sampai malam tiba tak membuat mereka urung untuk tetap berdiri di pinggir jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu di beberapa Polsek kecamatan yang  saya lalui, terlihat kendaraan yang menuju Banda Aceh – Medan di<em>sweeping </em>oleh aparat kepolisian setempat. KTP, SIM, STNK menjadi syarat sah untuk bisa melanjutkan perjalanan. Proses pemeriksaan bagi pengendara yang berKTP luar Aceh lebih lama dari mereka yang berKTP Aceh. Berbagai pertanyaan seperti ada keperluan apa di Aceh? Anda hendak kemana? Sudah berapa lama di Aceh? Dan berbagai pertanyaan lain diajukan dengan gaya khas mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Curiga! Itulah aroma yang kurasakan dari polisi-polisi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat-saat tersebut mengingatkanku pada beberapa tahun silam. Saat Aceh masih berprahara dengan konflik yang berkepanjangan. <em>Sweeping</em> dan kontak senjata sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Aceh. Namun, kali ini ketika pertikaian panjang itu telah berakhir dengan damai. Ketika tak ada lagi pertumpahan darah. Ketika masyarakat Aceh dengan semangatnya menghirup udara perdamaian. Ancaman yang akan mengusik ketenangan kembali terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang mengatakan kalau di Aceh tepatnya Aceh Besar terdapat teroris yang jumlahnya puluhan. Mereka menggunakan pegunungan Aceh Besar sebagai tempat untuk latihan. Ada yang menduga kalau mereka adalah bagian dari Jamaah Islamiyah, organisasi perpanjangan tangan jaringan teroris Al Qaidah di wilayah Asia Tenggara.  Dan masih terdapat hubungan dengan kelompok Noordin M Top.<span id="more-523"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan untuk menyisir mereka yang dikatakan teroris ini, Mabes Polri mengirimkan Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88). Berbicara tentang Densus 88, saya jadi ingat dengan proses penangkapan teroris Noordin M Top dulu.  Tak pernah saya duga sekarang pasukan antiteror itu juga telah berada di Serambi Mekah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai spekulasi muncul tentang keberadaan teroris di Aceh. Ada yang mengatakan kalau mereka ada kaitannya dengan GAM. Tapi ini dibantah oleh Presiden SBY.</p>
<p style="text-align: justify;">”Saya menyimak dan menerima laporan, tiba-tiba muncul aktivitas terorisme di Aceh. Ini bukan unsur GAM yang dulu, benar-benar kelompok teroris yang mengorganisasi diri dengan rapi. Memilih tempat latihan di Aceh dengan harapan orang tidak lagi melihat Aceh sebagai daerah konflik dengan harapan, kita terlena dan mereka bisa melakukan segalanya mempersiapkan aksi-aksi terorisme,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga sumber yang menyebutkan bahwa keberadaan mereka di Aceh karena dekat dengan Selat Malaka, sehingga proses pengiriman senjata dari luar Indonesia seperti Malaysia dan Filipina jadi semakin mudah. Namun, Kapolri membantah dugaan keterlibatan negara asing dalam kasus ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Entahlah! Terlepas dari siapapun orang-orang yang dilabeli “teroris” itu. Dari manakah mereka berasal. Siapa yang menjadi <em>backing</em>nya. Saya tidak peduli. Yang saya dan seluruh rakyat Aceh inginkan adalah Tanoh Rencong ini tetap aman. Baru sejenak kami rakyat Aceh menghirup udara segar, tapi kini asap-asap peluru mulai memasuki paru-paru kami kembali. Tak hanya itu, korban yang jatuh bukan saja dari kepolisian dan teroris, tetapi juga rakyat kecil yang tak tahu apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lihatlah bagaimana nasib Laila Fajri yang kini harus menjadi janda dan membesarkan kedua anaknya seorang diri karena suaminya Kamarudin menjadi korban penembakan di Pegunungan Jalin, Aceh Besar saat penggerebekan “teroris” pada 22 Februari lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga pihak yang berwenang dapat segera menyelesaikan sengketa ini. Dengan koordinasi yang baik antara kepala pemerintahan, aparat keamanan, dan ulama di Aceh, saya yakin masalah ini bisa diatasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada mereka yang bergelar teroris, janganlah kalian menjadikan Aceh kembali berlumur darah. Aceh baru saja sembuh dari luka yang parah. Lalu kenapa kalian kembali menyayat luka yang kini mulai sembuh itu?Enyahlah kalian dari Bumi Aceh ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>sumber foto : AFP</em></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/03/wahai-teroris-enyahlah-dari-bumi-aceh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Secercah Asa dalam Tumpukan Sampah</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/02/secercah-asa-dalam-tumpukan-sampah.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/02/secercah-asa-dalam-tumpukan-sampah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 15:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi untuk negeri]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi blogger]]></category>
		<category><![CDATA[pemulung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
 Ta mita keu droe leubeh get dari pada ta harap bak gob
Berusaha sendiri lebih baik dari pada mengharap belas kasihan orang lain



Laki-laki tua itu asyik mengumpulkan kardus, kaleng, dan botol plastik yang tergeletak di atas tanah. Lalu ia memasukkan barang-barang bekas tersebut ke dalam sarung biru bermotif kotak-kotak. Siang yang mendung membuatnya harus segera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F02%2Fsecercah-asa-dalam-tumpukan-sampah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F02%2Fsecercah-asa-dalam-tumpukan-sampah.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/page.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-513" title="Ibrahim 2" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/page-300x300.jpg" alt="" width="282" height="300" /></a></em><strong> </strong><em>Ta mita keu droe leubeh get dari pada ta harap bak gob</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Berusaha sendiri lebih baik dari pada mengharap belas kasihan orang lain</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Laki-laki tua itu asyik mengumpulkan kardus, kaleng, dan botol plastik yang tergeletak di atas tanah. Lalu ia memasukkan barang-barang bekas tersebut ke dalam sarung biru bermotif kotak-kotak. Siang yang mendung membuatnya harus segera beranjak dari pintu gerbang perumahan dosen Unsyiah, Sektor Timur &#8211; Darussalam. Setelah sarung terisi, ia lalu mengangkatnya ke atas sepeda ontel usang dan pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibrahim, nama lelaki itu. Memulung adalah pekerjaannya. Ia menjalani profesi ini sejak tahun 2004. Kawasan Darussalam dan kampus Universitas Syiah Kuala menjadi tempat baginya mengais rezeki. “<em>Lon jak ngon gaki keudeh</em> (saya berjalan kaki ke sana (Darussalam)),” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan sepeda ontel yang ia punya tak bisa dikayuh lagi. Besi-besinya sudah usang dan harus disangga dengan kayu. Sepeda itu  hanya dibawa untuk meletakkan hasil memulung.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap hari Ibrahim berangkat dari rumahnya di Lambaro Angan, Aceh Besar. Pukul enam pagi ia telah mendorong sepeda dan berjalan menuju Darussalam yang berjarak sekitar 10 kilometer. Tak ada sandal yang menjadi alas kaki. Kemeja jingga kotak-kotak dan kain sarung coklat yang dipakai juga telah lusuh. Namun semangatnya berbanding terbalik dengan pakaian yang dikenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Usia tua bukan alasan untuk tidak bekerja,” ucap lelaki yang berusia 90 tahun ini.<span id="more-511"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/ib.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-512" title="ib" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/ib-227x300.jpg" alt="" width="227" height="300" /></a>Tong sampah yang terletak di emperan toko dan selokan kerap menjadi sasarannya. Kardus-kardus bekas yang telah dibuang, ia kumpulkan ke dalam sarung. Begitu juga dengan botol-botol minuman. Semuanya dipungutnya untuk dijual. Tak peduli apakah kardus dan botol itu kering atau basah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalau basah nanti saya jemur lagi di rumah. Kalau kering baru saya jual,” jelas Ibrahim yang memiliki penampilan layaknya pejuang Aceh pada masa Belanda. Kepalanya yang diikat dengan sarung mengingatkan kita pada Teungku Chik Di Tiro.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang, menurut penuturan ayah dari lima anak ini, ia pernah ikut berperang melawan tentara kolonial Belanda ketika remaja. Pada saat itu, Ibrahim bersama teman-teman sekampungnya dibawa ke Medan oleh panglima <em>sagoe </em>mereka. <em>Sagoe</em> adalah istilah yang digunakan untuk wilayah setingkat kecamatan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami berhasil mengalahkan Belanda, mereka lari waktu itu,” tutur Ibrahim bersemangat sambil memakai kacamata hitam, “biar tidak sakit mata,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibrahim  menjual hasil memulung itu kepada penampung di kawasan Tungkop yang tak jauh dari rumahnya. Dalam sehari lelaki tua ini dapat mengantongi Rp 10.000. “Tapi kalau sedang musim hujan seperti sekarang penghasilan saya berkurang. Saya tidak bisa langsung menjual. Harus dijemur dulu,” tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Usia yang tak lagi muda sering kali menjadi alasan istri dan anak-anaknya untuk melarang lelaki itu bekerja. Namun, baginya duduk diam di rumah justru akan membuat dia semakin tua dan sakit-sakitan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalau tidak kerja saya malah sakit. Kalau seperti ini saya kuat,” tutur Ibrahim sambil tertawa dan memperlihatkan deretan gigi yang kekuningan, beberapa diantaranya telah tanggal.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibrahim mengakui, selain tidak bisa berdiam diri di rumah, ia juga harus mencari uang untuk mengepulkan asap di dapur  dan membiayai kuliah anak bungsunya. “Anak saya ada lima, empat sudah berumah tangga, satu lagi yang masih lajang dan kuliah. Kalau saya tidak kerja siapa yang membiayainya? Abang-abangnya hanya tukang bangunan dan pedagang ikan keliling,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>Nyang ubiet nyan jinoe teungoh KKN di</em> Keumireu (yang paling kecil itu sedang KKN di Keumireu,” tambahnya bangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, enam tahun sudah Ibrahim menjadi pemulung. Dulu ia bekerja sebagai pendorong gerobak air  ke warung-warung di Pasar Seulimum. Tetapi, setelah tsunami ia pindah ke Lambaro Angan dan berganti profesi menjadi pemulung.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Leubeh get ta mita keu droe dari pada ta harap bak gop </em>(Lebih baik berusaha sendiri dari pada mengharap belas kasihan orang lain),”<em> </em>ungkap Ibrahim seraya beranjak pergi dan mendorong sepeda usangnya.<em> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/02/secercah-asa-dalam-tumpukan-sampah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AcehPedia, Referensi Sejarah dan Kebudayaan Aceh</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/02/acehpedia-referensi-sejarah-dan-kebudayaan-aceh.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/02/acehpedia-referensi-sejarah-dan-kebudayaan-aceh.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 16:14:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[aceh blogger community]]></category>
		<category><![CDATA[acehpedia]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Atas Kekayaan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[konten lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian budaya lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Aceh memiliki sejarah yang sangat panjang. Kebudayaannya terkenal sejak ratusan tahun lalu di seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Namun sejarah dan kebudayaan lokal Aceh ini akan musnah perlahan-lahan jika tidak dilestarikan oleh kita- para generasi penerus.
Pelestarian budaya Aceh yang beragam harusnya dilakukan secara kontinyu. Jika tidak, semua ini akan berdampak pada musnahnya banyak warisan budaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F02%2Facehpedia-referensi-sejarah-dan-kebudayaan-aceh.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F02%2Facehpedia-referensi-sejarah-dan-kebudayaan-aceh.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/acehpedia_banner300px.png"><img class="alignleft size-full wp-image-507" title="acehpedia_banner300px" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/acehpedia_banner300px.png" alt="" width="299" height="240" /></a>Aceh memiliki sejarah yang sangat panjang. Kebudayaannya terkenal sejak ratusan tahun lalu di seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Namun sejarah dan kebudayaan lokal Aceh ini akan musnah perlahan-lahan jika tidak dilestarikan oleh kita- para generasi penerus.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelestarian budaya Aceh yang beragam harusnya dilakukan secara kontinyu. Jika tidak, semua ini akan berdampak pada musnahnya banyak warisan budaya karena lapuk dimakan usia, terlantar, terabaikan bahkan dilecehkan keberadaannya. Padahal banyak bangsa yang kurang kuat sejarahnya justru mencari-cari jati dirinya dari tinggalan sejarah dan warisan budayanya yang sedikit jumlahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Melestarikan berarti memelihara untuk waktu yang sangat lama. Jadi upaya pelestarian warisan budaya Aceh berarti upaya memelihara warisan budaya lokal untuk waktu yang sangat lama. Salah satu cara pelestariannya adalah dengan memanfaatkan kemajuan tenologi informasi seperti menulis kembali sejarah dan budaya Aceh di AcehPedia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>AcehPedia</strong> adalah sebuah ensiklopedia tentang <a title="Aceh" href="http://www.acehpedia.org/Aceh">Aceh</a> yang dapat ditulis secara kolaboratif oleh para pembacanya. Untuk memudahkan kolaborasi, konten lokal ini menggunakan perangkat lunak <span style="text-decoration: underline;">MediaWiki</span>. Layaknya media wiki (wikipedia), setiap orang ataupun lembaga dapat menulis, memeperbaiki ataupun mengubah isi AcehPedia setelah mendaftar (registrasi) dan terverifikasi.<span id="more-503"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Artikel yang ditulis dapat diambil dari berbagai sumber dengan cara mendapatkan izin dari sumber tersebut ataupun mencantumkan referensinya. Hal ini dilakukan untuk menghormati <strong>Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, sangat diharapkan agar masyarakat Aceh dapat berkontribusi dengan menjadi kontributor AcehPedia. Ini merupakan salah satu cara dalam usaha pelestarian budaya dan sejarah  Aceh. Tidak ada yang menjaga warisan para leluhur Aceh, selain rakyat Aceh sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai penutup penulis mengharapkan agar AcehPedia dapat menjadi salah satu pionir konten lokal di Provinsi Aceh dan sebagai media untuk mempromosikan Aceh dan kekayaan khazanah kebuadayaannya ke seluruh penjuru dunia. Jadi tunggu apalagi, mari bergabung di AcehPedia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/02/acehpedia-referensi-sejarah-dan-kebudayaan-aceh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Search Engine Optimization Alias SEO di Blog Itu Ribet</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/02/tips-search-engine-optimization-alias-seo-di-blog-itu-ribet.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/02/tips-search-engine-optimization-alias-seo-di-blog-itu-ribet.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine Optimization]]></category>
		<category><![CDATA[search engine result page]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[SERP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Akhir-akhir ini aku tertarik belajar SEO pada salah satu teman di acehblogger. Sebagai langkah awal aku diminta sang guru untuk menulis tentang isu-isu yang sedang hot seperti kasus Nova, gadis di bawah umur yang diculik lewat facebook. Tapi karena tidak terlalu mengikuti kasus ini, maka aku pun memilih topik lain. Kebetulan aku  sedang ikut Kompetisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F02%2Ftips-search-engine-optimization-alias-seo-di-blog-itu-ribet.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F02%2Ftips-search-engine-optimization-alias-seo-di-blog-itu-ribet.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini aku tertarik belajar <strong>SEO</strong> pada salah satu teman di <strong>acehblogger</strong>. Sebagai langkah awal aku diminta sang guru untuk menulis tentang isu-isu yang sedang hot seperti <strong>kasus Nova</strong>, gadis di bawah umur yang diculik lewat <strong>facebook</strong>. Tapi karena tidak terlalu mengikuti kasus ini, maka aku pun memilih topik lain. Kebetulan aku  sedang ikut <strong><a href="http://liza-fathia.com/2009/12/kompetisi-website-kompas-muda-kfc.html">Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC </a></strong> yang diselenggarakan oleh mudaers.com, maka mulailah diriku belajar SEO dengan menggunakan keyword ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit informasi, dalam lomba tersebut, dewan juri akan menggunakan mesin pencari google.co.id untuk mengecek peringkat web peserta dengan kata kunci: <span style="text-decoration: underline;">Kompetisi Website Kompas MuDA &#8211; KFC</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa itu SEO?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>SEO </strong>adalah singkatan dari Search Engine Optimization yang merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk meningkatkan ranking website atau blog di mesin pencari (search engine). Dapat juga diartikan sebagai salah satu upaya untuk menaikkan SERP (<strong>search engine result page</strong>). Bingungkan? (aku juga <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya aku sedang ikut lomba<span style="color: #008000;"><strong> Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC</strong></span>, jadi agar ranking blogku tentang tulisan ini naik maka aku harus menggunakan<strong> SEO</strong>. (Begitulah kira-kira contoh kasarnya)<span id="more-489"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan SEO</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika ranking blog kita bagus, maka pengunjung yang menggunakan berbagai mesin pencari (google, Yahoo!, MSN, dll) akan semakin banyak. Misalnya keyword yang dicari pengunjung adalah tentang<strong> Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC</strong>, jika blog/website terletak pada halaman pertama (rankingnya bagus) maka otomatis pengunjung akan lebih mengutamakan blog yang ada di halaman pertama itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara Agar Mudah Terindeks di<em> Search Engine</em>?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Metode <em>search engine</em> untuk mengindeks hasil pencarian sering berubah. Oleh karena itu<strong> SEO </strong>dapat dikatakan sangat dinamis karena metodenya berubah dari waktu ke waktu, dan juga SEO tidak dapat memberikan jaminan apakah sebuah blog/website akan muncul dalam indeks pencarian teratas atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Benarkan belajar SEO itu ribet dan bikin pusing? Untuk newbie seperti aku jawabannya iya. Akan tetapi dengan adanya <strong>Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC</strong> ini setidaknya membuatku sedikit tahu tentang SEO. Yeah, walau sebatas pengertiannya saja. Step by step lah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/02/tips-search-engine-optimization-alias-seo-di-blog-itu-ribet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Next Juragan Durian</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/02/the-next-juragan-durian.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/02/the-next-juragan-durian.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 15:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Tangse]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[dara tangse]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[durian tangse]]></category>
		<category><![CDATA[pulo seunong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		

Kalau ingin merasakan durian yang lezat, maka durian Tangse adalah salah satu alternatif jawabannya. Dengan daging yang tebal dan aromanya yang sangat khas, durian Tangse semakin menunjukkan keeksistensiannya dalam jagad dunia durian  . Terlebih lagi pada awal-awal tahun seperti ini, jika Anda ingin mencicipi lezatnya durian datanglah ke Tangse. Karena sekarang buah berduri itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F02%2Fthe-next-juragan-durian.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F02%2Fthe-next-juragan-durian.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/enak.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-482" title="enak" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/enak.jpg" alt="" width="445" height="445" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau ingin merasakan durian yang lezat, maka durian Tangse adalah salah satu alternatif jawabannya. Dengan daging yang tebal dan aromanya yang sangat khas, durian Tangse semakin menunjukkan keeksistensiannya dalam jagad dunia durian <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Terlebih lagi pada awal-awal tahun seperti ini, jika Anda ingin mencicipi lezatnya durian datanglah ke Tangse. Karena sekarang buah berduri itu sedang banyak-banyaknya di kota dingin ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun ngga ketinggalan untuk merasakan lezatnya durian kampung halamanku. Ketika pulang kampung beberapa hari yang lalu, mama langsung menyuguhi dengan durian dan <em>leumang.</em> Tidak hanya itu, keesokan harinya-sebelum aku kembali ke Banda Aceh- mama mengajakku langsung ke kebun durian.</p>
<p style="text-align: justify;">“Yuk kita cari duren, langsung ke kebunnya,” ajak mama.</p>
<p style="text-align: justify;">“Emangnya kita punya kebun?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Kebun orang pun jadi,” canda mamaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ok! Siapa takut.”<span id="more-481"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Maka mulailah kami menghunting durian ke desa Pulo Seunong, sebuah perkampungan penduduk yang terletang di lereng gunung Alue Inong. Dalam penjelajahan kali ini kami ditemani oleh beberapa temanku yang datang dari luar Tangse.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menanyakan ke penduduk setempat di mana tempat yang banyak duriannya. Langsunglah aku menstarter motor. Menelusuri jalanan terjal, banyak tanjakan, dan penuh dengan bebatuan.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>Neuk</em> (nak), ingat-ingat dong kalo di belakang ada makhluk yang bernyawa juga,” seru mama saat aku membawa motor dengan kencang di jalanan bebatuan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Panton dan Blang Rimeh adalah tujuan kami. Di kedua daerah itu banyak terdapat kebun durian, begitu informasi yang kami dapatkan dari penduduk sekitar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Walaupun lahir di Pulo Krueng dan sangat dekat dengan Pulo Seunong, mama belum pernah kemari sekalipun,” jelas mama.</p>
<p style="text-align: justify;">“Seumur hidup, mama? Nanti kalau kita kesasar gimana?” tanyaku sedikit ketakutan dan diiringi gerai tawa teman-temanku yang lain. Entah apa yang mereka tertawakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sepanjang jalan yang kami temui hanyalah hamparan sawah menghijau dan kebun durian yang di setiap batangnya terdapat buah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Coba ya Ma, kita punya kebun di sini,” harapku sambil membayangkan salah satu kebun itu adalah milikku. Lalu ketika musim seperti sekarang aku akan berpesta durian. Setiap pagi ada yang mengetuk pintu untuk menanyakan adakah durian yang jatuh hari ini dan dijual? Wah, aku pasti bisa menjadi juragan durian. <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/aneh.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-484" title="juragan durian" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/02/aneh.jpg" alt="" width="400" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">“Kita berhenti di sini aja, di atas banyak tumpukan durian. Sepertinya dijual,” kata mama membuyarkan anganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, di atas tanjakan di pinggir jalan terdapat sebuah gubuk yang di depannya ada puluhan durian. Kami pun menghampiri sang empunya gubuk yang menenteng beberapa durian yang baru saja jatuh dan membelinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalau lagi musim, harganya lebih murah. Lima puluh ribu bisa dapat tujuh atau delapan,” jelas mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian besar durian itu kami habiskan di gubuk yang di sekelilingnya terdapat pohon durian yang sedang berbuah dan sebagian lagi di bawa pulang. Duh, senang sekali bisa menikmati nikmatnya durian langsung di kebunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/02/the-next-juragan-durian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
