Archive for the Category » Tangse «

Banjir Bandang Tangse, #PrayForTangse

Di blog ini, saya sering bercerita tentang Tangse. Dengan bangga saya memaparkan tentang keindahan alamnya, jernih sungainya, dan melimpah hasil buminya. Saya begitu bersyukur karena telah dilahirkan di tanah yang Tuhan anugerahkan kesuburan.  Namun, di balik keindahan pulau di tengah hutan belantara ini, terdapat cela yang disebabkan oleh segelintir tangan-tangan liar yang tak bertanggung jawab. more »

The Next Juragan Durian

Kalau ingin merasakan durian yang lezat, maka durian Tangse adalah salah satu alternatif jawabannya. Dengan daging yang tebal dan aromanya yang sangat khas, durian Tangse semakin menunjukkan keeksistensiannya dalam jagad dunia durian :) . Terlebih lagi pada awal-awal tahun seperti ini, jika Anda ingin mencicipi lezatnya durian datanglah ke Tangse. Karena sekarang buah berduri itu sedang banyak-banyaknya di kota dingin ini.

Aku pun ngga ketinggalan untuk merasakan lezatnya durian kampung halamanku. Ketika pulang kampung beberapa hari yang lalu, mama langsung menyuguhi dengan durian dan leumang. Tidak hanya itu, keesokan harinya-sebelum aku kembali ke Banda Aceh- mama mengajakku langsung ke kebun durian.

“Yuk kita cari duren, langsung ke kebunnya,” ajak mama.

“Emangnya kita punya kebun?”

“Kebun orang pun jadi,” canda mamaku.

“Ok! Siapa takut.” more »

Seumula di Tangse

purchase levitra online href=”http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/01/DSC013351.jpg”>buying prescription class=”size-full wp-image-437 aligncenter” title=”DSC01335″ src=”http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/01/DSC013351.jpg” alt=”" width=”464″ height=”312″ />

Pagi itu jam telah menunjukkan pukul 09.00 WIB, tetapi matahari masih malu-malu untuk beranjak dari peraduan. Butiran embun masih tersisa di dedaunan. Kabut putih terbentang dan membelah gunung. Dinginnya udara Tangse masih merasup ke pori-pori kulit hingga membuat diri malas untuk beranjak. Namun, ini tidak berlaku bagi perempuan yang memilih profesinya sebagai petani.

Ketika si jago mulai berkokok dan adzan subuh berkumandang, tak ada alasan bagi perempuan-perempuan itu untuk kembali menarik selimut tebal dan kembali larut dalam tidur. Bergegas bangun lalu menunaikan shalat dan menyiapkan sarapan pagi serta kopi untuk anak dan suami. Lalu di tengah kabut yang masih menutupi jalan dengan pakaian lusuh dan bakul diflucan side effects di pundak, mereka segera menuju ke sawah. more »

Tangse, Awal dari Sebuah Kesangsian

 

buy levitra vardenafil aceh” src=”http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/01/visit-aceh.jpg” alt=”" width=”420″ height=”315″ />

Selama ini aku selalu penasaran dengan asal-usul tanah kelahiranku, Tangse. Mengetahui  sejarah berdirinya suatu tempat membuatku semakin mengenal daerah tersebut. Namun, sampai umurku hampir menginjak 22 tahun, aku tidak tahu sejarah tempatku menghabiskan masa-masa kecilku. Mungkin kalau ditanya tentang sejarah lahirnya Kabupaten Pidie, Aceh, bahkan Indonesia dengan mudah aku bisa menjawabnya. Karena semuanya itu telah terangkum dalam berbagai buku dan banyak narasumber yang dapat dijadikan tempat bertanya. Sedangkan Tangse?

westernunion washington justify;”>“Orang-orang yang tahu sejarah berdirinya Tangse kebanyakan sudah meninggal,” jelas mamaku, “Dulu kakekmu, Teuku Kali Mansur, termasuk orang yang sangat mahir dalam hal ini. Namun ketika beliau masih hidup, mama tidak pernah menanyakan tentang ini kepadanya.  Jadi, mama tidak tahu banyak,” tambahnya.

Lalu pada suatu sore, mamaku menyuruhku untuk segera berkemas, “Kita akan ke rumah Abuwa (paman) Min. Dia tahu banyak tentang sejarah. Dulu kakekmu sering bercerita padanya.”

Maka langsung saja kuturuti perintah mama. Aku benar-benar tidak menyangka ternyata mama begitu peduli tentang keingintahuanku. Padahal, aku tidak memintanya untuk mencari orang yang bisa menjawab pertanyaan ini. Tapi mama, wanita kebanggaanku itu tidak ingin keingintahuanku luruh karena ketidaktahuannya. more »

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes