Archive for the Category » puisi «

Milad Mubarak Ya Rasulullah

Hari ini adalah hari Minggu. Minggu yang tidak biasa, itu lah adanya. Karena pada hari ini sang Habibullah dilahirkan dari rahim Aminah ke bumi. Bumi yang gelap gulita. Bumi yang fana dan penuh dengan kejahilan. Jahil sejahil jahilnya dimana wanita saat itu sungguh tak bernilai harganya. Wanita menjadi aib dalam keluarga. Wanita dikubur meski nafas masih berhembus.

 Ia lahir kala itu. Ketika tentara Abraham menyerang Ka’bah. Pada hari Senin 571 Masehi. Dialah Rasululluah, Saiyidina Muhammad Sallalluhualaihi wassallam.

Buah hati Abdullah dan Aminah itu datang membawa cahaya. Cahaya yang sangat terang benderang hingga saat ini pun masih dirasakan oleh seluruh penghuni langit dan bumi. Ia hadir membawa perubahan. Menyempurnakan akhak manusia. Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Begitu sang Rasul bersabda. more »

Duka Mentawai dan Sleman, Duka Kita Semua

Apa kabar Indonesia?

Saat ini kusaksikan engkau kembali berduka

Di sisa tahun ini, Tuhan kembali mengujimu dengan bencana

Belum pupus luka kau rasa oleh ulah penghancur bangsa,

kini air matamu kembali terkuras untuk bangsa tercinta

Apa kabar Indonesia?

Mentawai dan Sleman, sedang porak-poranda

Ratusan nyawa terpisah dari raga

Ribuan jiwa tak tahu hendak kemana

Gelombang besar tlah meluluhlantakkan pulau naungan mereka

Debu panas membakar  dan melepuhkan jiwa

Apa kabar Indonesia?

Masih kokohkah engkau menghadapi semua?

more »

Bell’s-a-palsy

Oh! Thy beautiful, cometh to the door,
twisted is the face and tears on the floor.

One eye is crying, other is open and dry,
numb is the face , sudden , she prays why?

The world is tasteless, sounds so loud,
smile has disappeared, improvement is cloud.

Virus is at folly, or swollen is the nerve,
critiques are fighting, for this facial curve.

Is the nerve slow, is there malady within
How is the sugar , that keeps me thinking.

Steroids a little, a little pump and bow
the smile will be back within a week or so.. more »

Category: Opini, puisi  Tags: ,  3 Comments

Sejuta Kasih Untuk Ibu

Gerimis pagi tak menghalang mentari tuk bersinar

Terang buy Amoxil cheap without prescription online , walau kabut menghadang

Senyumnya elok

Cintanya tak fana

Meski badai kerap menerjang

Namun lautan kasihmu takkan terpatahkan

Karena kaulah ibu

Wanita  yang Tuhan amanahkan surga di telapak kakimu

Rasul menyebutmu  tiga kali ketika anak bertanya

siapa yang pertama dihormati

Ibumu, ibumu, ibumu more »

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes