Category Archives: Opini

Menulis Itu Ada Batasnya

Hari ini saya mengikuti Kelas Menulis di sekretariat FLP. Sebuah kegiatan dwi mingguan yang memang diselenggarakan oleh kaderisasi FLP untuk mengupgrade para penulis baik baru bergabung maupun yang telah lama berkecimplung. Kedatangan saya di kelas ini bisa dibilang sangatlah telat. Acara yang telah dimulai sejak pukul sepuluh pagi tapi kehadiran saya satu jam setelahnya. Benar-benar ngaret. Maklum saja, hari Minggu adalah harinya anak kos membersihkan kostannya setelah enam hari sibuk beraktifitas. (Alasannya sedikit dimodifikasi :) )

Saya tiba tepat ketika Ibnu, sang pemateri pada pertemuan kali ini membahas tentang Menentukan Batas dalam Menulis. Memang sebuah ide itu tidak terbatas. Tetapi ketika menulis dan berharap tulisan dibaca orang maka norma-norma berlaku di sana. Norma-norma baik itu kesusilaan, kesopanan, dan apapun itu harus tetap dijunjung tinggi. Saya tidak setuju jika ada orang yang berpendapat bahwa sebuah karya sastra itu bagaimanapun isinya layak diberikan apresiasi. Lantas bagaimana kalau isinya justru membuat tindakan asusila semakin banyak terjadi? Maka di sinilah diperlukan filter. Menulis tetap ada batasannya. Read more »

Milad Mubarak Ya Rasulullah

Hari ini adalah hari Minggu. Minggu yang tidak biasa, itu lah adanya. Karena pada hari ini sang Habibullah dilahirkan dari rahim Aminah ke bumi. Bumi yang gelap gulita. Bumi yang fana dan penuh dengan kejahilan. Jahil sejahil jahilnya dimana wanita saat itu sungguh tak bernilai harganya. Wanita menjadi aib dalam keluarga. Wanita dikubur meski nafas masih berhembus.

 Ia lahir kala itu. Ketika tentara Abraham menyerang Ka’bah. Pada hari Senin 571 Masehi. Dialah Rasululluah, Saiyidina Muhammad Sallalluhualaihi wassallam.

Buah hati Abdullah dan Aminah itu datang membawa cahaya. Cahaya yang sangat terang benderang hingga saat ini pun masih dirasakan oleh seluruh penghuni langit dan bumi. Ia hadir membawa perubahan. Menyempurnakan akhak manusia. Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Begitu sang Rasul bersabda. Read more »

Numpang Eksis di FLP

Beberapa hari yang lalu, saya menjadi salah satu instruktur dalam acara inaugurasi (pengukuhan) untuk anggota baru Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh angkatan pertama 2012. Acaranya berlangsung selama dua hari di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Lubuk, Aceh Besar. Hari itu tepatnya hari Sabtu dan Minggu (21-22 Januari 2012).

Awalnya sempat ciut juga saat ditunjuk menjadi instruktur. Saya? Menjadi instruktur anggota baru FLP? Apa bisa? Apalagi saat disandingkan dengan pesohor FLP seperti Bu Boss Ade, Nuril dan Roby. Serasa mati kutu saja. Belum lagi dengan jadwal yang berubah-ubah. Apa saya bisa ikutan? Soalnya Januari adalah bulan yang padat bagi seorang Liza. Cieee, padat euy! Maklum aja di bulan ini banyak hal yang harus saya persiapkan, kerjakan, dan selesaikan. Walhasil, jadwal yang ditentukan tidak bentrok dengan kegiatan saya yang lain dan sayapun menjadi instruktur. Read more »

Ini Nyata, Bukan Mimpi!

Kenangan masa koas

Rabu (19/1/2012) menjadi hari yang paling bersejarah untukku. Ya, hari bersejarah selain hari lahirku, hari kelulusanku saat TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah (sebenarnya masih banyak lagi hari yang menjadi kenangan dalam hidupku tapi taku mungkin disebutkan satu persatu).  Kenapa? Karena hari itu saya resmi menjadi seorang dokter. Dua kata baru kini bertengger di depan namaku. Dua kata yang mungkin selalu menjadi motivasi seperti yang pernah diutarakan oleh guru-guruku. “dr. Liza Fathiariani”.

“Beda dokter dengan profesi yang lain salah satunya adalah letak titel. Jika sarjana strata satu di fakultas lain titelnya di belakang, maka dokter titelnya di depan. Lalu dokter adalah gelar yang diberi kebebasan untuk tidak mengikuti EYD. Tulisan “dr” meski terletak di awal kalimat tetap menggunakan huruf kecil.” Begitu jelas salah satu konsulenku saat saya pertama sekali menginjakkan kaki di rumah sakit sebagai dokter muda. Read more »

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes