<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seuramoe Liza &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://liza-fathia.com/category/opini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://liza-fathia.com</link>
	<description>Belajar Tentang Hidup dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 04:03:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Kisah Ini Baru Dimulai</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2012/04/kisah-ini-baru-dimulai.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/04/kisah-ini-baru-dimulai.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 07:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Internship]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Kompetensi Dokter Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[UKDI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1147</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/04/kisah-ini-baru-dimulai.html" title="Kisah Ini Baru Dimulai"></a>Perjalanan menggapai kehidupan baru telah dimulai. Setelah lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) dan dilantik menjadi dokter, tugas saya sebagai pelayan masyarakat yang sesungguhnya telah menanti. Tapi tahun ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya dan teman-teman angkatan 2006 di FK &#8230;<p class="read-more"><a href="http://liza-fathia.com/2012/04/kisah-ini-baru-dimulai.html">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/04/kisah-ini-baru-dimulai.html" title="Kisah Ini Baru Dimulai"></a><p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC00506.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1148" title="lizaok" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC00506-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Perjalanan menggapai kehidupan baru telah dimulai. Setelah lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) dan dilantik menjadi dokter, tugas saya sebagai pelayan masyarakat yang sesungguhnya telah menanti. Tapi tahun ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya dan teman-teman angkatan 2006 di FK Unsyiah diwajibkan untuk mengikuti program internship di beberapa Rumah Sakit Tipe C dan Puskesmas di seluruh Provinsi Aceh. Internship atau magang atau pengabdian adalah program baru dari kementrian kesehatan untuk mengatasi kekurangan dokter di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan para dokter tidak hanya bertumpuk di satu daerah saja sedangkan di daerah kekurangan dokter. Menurut saya program ini sangat bagus. Dengan internship mudah-mudahan kekurangan dokter dapat teratasi.<span id="more-1147"></span>Namun yang sedikit mengganjal adalah kenapa program ini hanya berlaku untuk dokter yang mengikuti program PBL (Problem Based Learning)? Di kampusku PBL baru dilaksanakan tahun 2006, tahun saya masuk. Sedangkan untuk konvensional (2005 ke bawah) peraturan ini sama sekali tidak berlaku. Meski lulus sekalian dan koas berbarengan, leting konvensional tidak perlu mengikuti internship. Padahal yang membedakan PBL dan konvensional hanya waktu preklinik alias ketika belajar di kampus. Selebihnya semua sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk leting konvensional, setelah lulus UKDI dan keluar STR mereka bisa langsung membuka praktek atau mengambil PTT ke daerah-daerah. Sedangkan saya dan teman-teman sebulan lebih pasca kelulusan hanya menjadi pengangguran yang tidak tentu arah. Mau bekerja di klinik tidak bisa. Dokter internship tidak boleh berpraktek di luar Rumah Sakit atau Puskesmas. Mau internship? Sampai sekarang SKnya belum keluar-keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum lagi para dokter yang mengikuti internship itu sama sekali tidak digaji. Jauh berbeda dengan dokter PTT yang gajinya sangat tinggi. Dokter internship seperti yang disampaikan Prof Mulyohadi, Ketua Koligium Dokter Internship, hanya mendapatkan biaya hidup 1,2 juta rupiah per bulan. Lebih rendah dari upah buruh!</p>
<p style="text-align: justify;">Di zaman serba mahal seperti ini mana cukup uang segitu untuk membayar kontrakan rumah, makan, transportasi, dll?</p>
<p style="text-align: justify;">Malu rasanya jika sudah jadi dokter masih minta uang sama orang tua. Tapi apa boleh buat. Seharusnya pemerintah khususnya Depkes dan Kemenkes mengeluarkan kebijakan baru terhadap pembiayaan dokter internship. Masa untuk dokter PTT gajinya melimpah sedangkan yang internship tidak diberikan gaji? Padahal statusnya kan sama-sama dokter hanya saja tahun masuknya berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Bingung  dengan peraturan pemerintah ini. Dibilang koas, eh sudah jadi dokter. dibilang dokter tapi kok sama aja seperti waktu koas?</p>
<p style="text-align: justify;">Hm, saya mencoba berpikir positif saja. Setiap orang itu memiliki rezekinya masing-masing. Allah itu memberikan sesuai yang kita butuhkan bukan seperti yang kita harapkan. Pasti ada hikmah di balik semua ini. Jadi harus tetap semangat <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Semangat melayani pasien-pasien yang membutuhkan tenaga dokter.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/04/kisah-ini-baru-dimulai.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abdul Wahab; Memoar Tentang Penjual Sayur di Simpang Lima</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2012/04/abdul-wahab-memoar-tentang-penjual-sayur-di-simpang-lima.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/04/abdul-wahab-memoar-tentang-penjual-sayur-di-simpang-lima.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 14:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Wahab]]></category>
		<category><![CDATA[Penjual Sayur Simpang Lima]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1127</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/04/abdul-wahab-memoar-tentang-penjual-sayur-di-simpang-lima.html" title="Abdul Wahab; Memoar Tentang Penjual Sayur di Simpang Lima"></a>Siapa yang tidak mengenali lelaki tua berbadan mungil, kurus, dengan geligi yang sudah tidak utuh dan setiap hari duduk di trotoar depan restoran Pizza Hut Simpang Lima Banda Aceh? Orang yang menentap di Banda Aceh pasti mengenalnya. Abdul Wahab, itulah &#8230;<p class="read-more"><a href="http://liza-fathia.com/2012/04/abdul-wahab-memoar-tentang-penjual-sayur-di-simpang-lima.html">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/04/abdul-wahab-memoar-tentang-penjual-sayur-di-simpang-lima.html" title="Abdul Wahab; Memoar Tentang Penjual Sayur di Simpang Lima"></a><p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/556269_10150808778730797_720250796_12055585_2102964477_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1128" title="Abdul Wahab" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/556269_10150808778730797_720250796_12055585_2102964477_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Siapa yang tidak mengenali lelaki tua berbadan mungil, kurus, dengan geligi yang sudah tidak utuh dan setiap hari duduk di trotoar depan restoran Pizza Hut Simpang Lima Banda Aceh? Orang yang menentap di Banda Aceh pasti mengenalnya. Abdul Wahab, itulah namanya. Sosoknya begitu unik sehingga mampu menarik perhatian pengguna jalan. Saban hari sayur mayor yang dipetik dari kebun ia jajakan di atas trotoar mulai dari pukul tujuh pagi hingga jam dua belas siang.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun saya terkejut saat membaca harian Serambi Indonesia edisi 17 April 2012 yang menuliskan bahwa saya dan Anda semua tidak akan melihat lagi sang kakek untuk selamanya. Ia telah kembali ke pangkuan Ilahi pada Jumat malam (13/4) di kediamannya di Desa Li Eu Kecamatan Darussalam Aceh Besar. Menurut keluarganya, sejak sebulan yang lalu ia sakit. Kakinya tak bisa lagi berjalan untuk pergi berjualan.<span id="more-1127"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap orang yang mengenal Syik Abdul Wahab pasti memiliki memoar tersendiri akannya. Begitu juga saya. sudah lama saya melihat keberadaan beliau di Simpang Lima. Namun, pada tahun 2009 saya baru bisa berbicara langsung dengan beliau. Sosoknya begitu ramah dan suka bercanda. Tawanya juga kerap muncul ketika ia melucu sambil menampakkan gigi-gigi yang tinggal satu satu di gusinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan penuh semangat ia bercerita tentang kisahnya berjualan di trotoar Simpang Lima. Tentang betapa kontrasnya keberadaan sang kakek di tengah-tengah hiruk pikuknya persimpangan kota tersebut. Tentang ia yang terus dapat berjualan bertahun-tahun di sana tanpa diusir oleh Satpol PP. Tentang semangatnya mencari rezeki dan tidak ingin meminta-minta pada orang lain seperti yang kerap dilakukan orang-orang di depannya. Ya, orang-orang yang menengadahkan tangan pada pemilik kendaraan ketika lampu lalu lintas yang terletak hanya beberapa meter di depan Abdul Wahab berwarna merah. Tentang harga diri seorang laki-laki dan suami yang ingin tetap mencari nafkah untuk keluarganya meski usia telah senja dan anak-anak melarangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya salut dengan beliau. Meski dagangannya hanya beberapa ikat daun melinjau, beberapa buah belimbing asam, jambu yang masih kecil-kecil, dan beberapa jenis sayuran lain, tetapi beliau dengan penuh percaya diri menjajakannya di atas tikar yang dibentang pada trotoar. Saking terkesimanya saya akan kegigihan beliau, perbincangan kami pada hari itu saya tuliskan dalam<a href="http://liza-fathia.com/2009/01/mengais-rezeki-di-gerbong-kapitalis.html"> Mengais Rezeki di Gerbong Kapitalis.</a></p>
<p style="text-align: justify;">Kini Syik Abdul Wahab telah tiada. Sekelumit kenangan tentangnya akan selalu terkenang. Selamat jalan Abusyik. Semoga engkau mendapatkan tempat yang layak di sisiNya.</p>
<p style="text-align: justify;">sumber foto : serambinews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/04/abdul-wahab-memoar-tentang-penjual-sayur-di-simpang-lima.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aceh Blogger Motivasi Mahasiswa Ngeblog</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2012/04/aceh-blogger-motivasi-mahasiswa-ngeblog.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/04/aceh-blogger-motivasi-mahasiswa-ngeblog.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 08:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik aceh]]></category>
		<category><![CDATA[tips blog]]></category>
		<category><![CDATA[trik blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1113</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/04/aceh-blogger-motivasi-mahasiswa-ngeblog.html" title="Aceh Blogger Motivasi Mahasiswa Ngeblog"></a>Memotivasi mahasiswa untuk menulis di blog? Kenapa tidak? Boleh dong percaya pada diri sendiri kalau kita mampu melakukan sebuah hal yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan kalau kita akan melakukannya. Tidak salahnya kan menggantikan Mario Teguh dengan Golden Wordnya sejenak &#8230;<p class="read-more"><a href="http://liza-fathia.com/2012/04/aceh-blogger-motivasi-mahasiswa-ngeblog.html">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/04/aceh-blogger-motivasi-mahasiswa-ngeblog.html" title="Aceh Blogger Motivasi Mahasiswa Ngeblog"></a><p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC03842.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1118" title="DSC03842" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC03842-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Memotivasi mahasiswa untuk menulis di blog? Kenapa tidak? Boleh dong percaya pada diri sendiri kalau kita mampu melakukan sebuah hal yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan kalau kita akan melakukannya. Tidak salahnya kan menggantikan Mario Teguh dengan Golden Wordnya sejenak untuk memotivasi para generasi muda dengan blogging tips yang kita punya. Itulah yang dilakukan acehblogger di Politeknik Aceh.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu Aceh Blogger diminta oleh bang Jurnalis Jh, seorang dosen di Politeknik Aceh untuk memotivasi mahasiswanya dalam hal menulis blog.  Setelah berdiskusi akhirnya saya, Muda Bentara, Ridha, dan bang Aulia yang menjadi perwakilan Acehblogger dalam misi menyebarkan virus ngeblog bagi mahasiswa jurusan teknik informatika itu.<span id="more-1113"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Acaranya di auditorium Politeknik Aceh, hari Jumat 13/4/2012, pukul 10.00 Wib. Sebenarnya menurut cerita bang Jurnalis, hari dan jam itu adalah jadwal mengajarnya tapi beliau ingin dalam proses belajar mengajar hari tersebut di setting dalam bentuk yang berbeda. Dan talkshow tentang motovasi menulis di blog dengan menghadirkan pembicara para blogger matre dan blogger kere, hehehe menjadi pilihannya. Dengan talkshow tersebut diharapkan mahasiswa semakin semangat untuk menulis di blog. Terserah apa pun tujuan mereka ngeblog yang penting tidak melanggar etika dan SARA. Mau jadi blogger matre, silakan. Blogger galau, juga tidak masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Di depan lima puluhan mahasiswa, saya dan ke tiga teman yang lain meceritakan pengalaman kami di dunia blogsphere. Dunia yang pada akhirnya mempertemukan saya, Muda, Ridha, bang Aulia, dan dosen mereka bang Jurnalis.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah Ridha Yusardi, sang anak bawang dari kami berempat karena usianya yang masih muda, mencoba memotivasi para mahasiswa dengan cara meraup dollar dari blog sehingga ia patut menyandang predikat blogger matre. Dengan berapi-api yang ditandai dengan keringat yang keluar dari pelipisnya padahal ruangan berAC, Ridha menjelaskan berbagai tools yang disediakan google untuk memudahkan para blogger matre dalam meningkatkan SEO blog mereka. Mulai dari google insight, google addword, dan berbagai macam cara lainnya. Para mahasiswa khususnya kaum adam sangat antusias mendengarkan penjelasan Ridha dan beragam pertanyaan bermunculan. Sepertinya mereka sudah memiliki ancang-ancang untuk menjadi blogger matre.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC03828.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1120" title="DSC03828" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC03828-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Lalu Muda Bentara, sang pemimpin redaksi media kampus, yang mengaku ngeblog untuk perjuangan idealisme mampu menyihir para mahasiswa dengan pengetahuannya yang luas tentang perkembangan blog dunia khususnya di bidang sosial dan politik. Di mana seorang narablog mampu menciptakan berbagai perubahan yang tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi orang-orang di sekelilingnya. Bagaimana seorang Prita, Alanda Kariza, Raditya Dika, bisa menjadi orang-orang terkenal hanya tulisan di blognya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Muda, tibalah giliran saya sang wanita satu-satunya di sarang blogger itu bercuap-cuap. Jujur saya sama sekali tidak memiliki bahan untuk dibicarakan. Saya belum mengkonsep apapun yang ingin saya utarakan. Wal hasil, keluarlah kalimat-kalimat spontan dari mulut saya tentang sejarah saya di dunia blog. Berawal dari suka galau, suka menulis, ingin go green dengan mengurangi pemakaian kertas, pingin punya media sendiri yang bisa menjadi ajang untuk bernarsis-narsis ria, pingin terkenal, sampai akhirnya saya tidak sadar sudah kemana-mana alur pembicaraan saya. Tapi satu hal yang harus dijaga dalam melakukan sesuatu agar bisa menghasilkan sesuai dengan yang kita harapkan, itulah dia konsistensi dan komitmen diri. Begitu juga dengan ngeblog, dua hal itu menurut saya sangat diperlukan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC03826.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1119" title="DSC03826" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC03826-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Dan terakhir, muncullah sang admin acehblogger kita Bang Aulia Fitri yang memaparkan betapa pentingnya ngeblog bagi mahasiswa. Ternyata (saya juga baru tahu), peringkat universitas via online yang dirangkum oleh webometric  itu sangat dipengaruhi oleh aktivitas ngeblog para mahasiswanya yang menggunakan domain kampus mereka. Memang benar, 10 besar universitas yang dirankingkan oleh webometric adalah universitas yang paling sering muncul di search engine. Mudah-mudahan saja suatu hari nanti Politeknik Aceh bisa masuk di 10 besar universitas terkemuka di Indonesia karena banyaknya mahasiswa politeknik yang go blog.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/04/aceh-blogger-motivasi-mahasiswa-ngeblog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEOkopdar Aceh Blogger</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2012/04/seokopdar-aceh-blogger.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/04/seokopdar-aceh-blogger.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 08:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[aceh blogger]]></category>
		<category><![CDATA[acehblogger]]></category>
		<category><![CDATA[SEOkopdar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1114</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/04/seokopdar-aceh-blogger.html" title="SEOkopdar Aceh Blogger"></a>Setelah sekian lama tidak bertatap muka, akhirnya Komunitas Blogger Aceh atau yang lebih dikenal ABC (Aceh Blogger Community) menyelenggarakan kopi darat di warung kopi 3 in 1 Banda Aceh pada hari Minggu 8 April 2012 jam empat sore. Kenapa di &#8230;<p class="read-more"><a href="http://liza-fathia.com/2012/04/seokopdar-aceh-blogger.html">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/04/seokopdar-aceh-blogger.html" title="SEOkopdar Aceh Blogger"></a><p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/546406_10150733989279057_853004056_9299417_80643304_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1115" title="SEOkopdar" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/04/546406_10150733989279057_853004056_9299417_80643304_n-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Setelah sekian lama tidak bertatap muka, akhirnya Komunitas Blogger Aceh atau yang lebih dikenal ABC (Aceh Blogger Community) menyelenggarakan kopi darat di warung kopi 3 in 1 Banda Aceh pada hari Minggu 8 April 2012 jam empat sore. Kenapa di warung kopi? Karena warung kopi adalah salah satu iconnya Aceh, di mana seluruh generasi baik itu kawula muda ataupun lanjut usia dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan duduk dan berdiskusi sambil ngopi di sana. Selain murah karena cukup memesan secangkir kopi saja, di setiap warung kopi ada wi-fi gratis untuk menarik para pelanggannya. Walhasil, kopi daratlah para blogger Aceh di warung kopi.<span id="more-1114"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Selain kopi darat, ada acara yang ngga kalah menarik yang diramu agar para blogger semangat ngeblog. Yup, itu dia kopdar sambil ngebahas tentang Search engine Optimization alias SEO. Ada dua SEOkman yang menjadi pembicara yaitu Maimoen Doank dan Ridha Yusardi. Gila, ternyata penghasilan mereka dengan ngeblog sambil menerapkan ilmu SEOnya sangat menggiurkan. Buktinya sangat banyak pertanyaan yang bermunculan. Tak hanya mereka berdua yang menjelaskan tetek bengek SEO yang jujur membuat saya hanya membelalakan mata karena ngga paham sama sekali, ada Fadli Idris sang koordinator ABC yang juga membagi ilmu tentang SEO, ada Baiquni, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun saya tidak mengerti SEO dan belum tertarik untuk memasangkan iklan di blog, tetapi saya mengacungi jempol untuk teman-teman saya para SEOkman dan juga SEOkman yang lain. Dengan fasilitas internet yang ada mereka mampun mencukupi kebutuhan finansialnya. Meski hanya nongkrong di depan PC dan mempelajari berbagia trik agar banyak pengunjung yang mengklik iklan di blog mereka, tetapi itu juga kerja keras yang mungkin tidak menguras banyak tenaga.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sela-sela acara, saya sempat menguping seorang bapak-bapak yang duduk di sebelah kami berucap, “ Anak-anak muda ini kreatif ya, mereka saling berbagi ilmu tentang cara memanfaatkan fasilitas internet yang ada.” Kira-kira seperti itulah kalimat yang dia ucapkan pada rekannya. Wah, senang mendengar apresiasi beliau walaupun tidak diucapkan secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun yang masih sangat disayangkan adalah aktifitas seperti ini masih kurang digandrungi oleh para kawula muda. Kebanyakan mereka (saya ngga loh <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) menghabiskan waktu di warkop hanya untuk bermain game online, facebookan, atau hanya sekedar nongkrong tanpa menghasilkan sesuatu yang berarti. Mungkin ini menjadi PR untuk kita semua agar bisa mengajak para generasi muda yang lain juga kreatif, inovatif, dan berprestasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Wait, ternyata ngga saya saja yang terbengong-bengong saat SEOkopdar berlangsung. Bang Ferhat, Rio, Isni, serta beberapa teman yang saya ajak untuk ikutan juga hanya bisa menatap takjub dengan penjelasan para SEOkman. Mereka seperti berada di dunia entah berantah yang bahasanya tidak mereka pahami sama sekali. Ada Nasri yang terkantuk-kantuk karena mungkin ia merasa tidak sedang di warung kopi tetapi di alam mimpi di mana ia tersasar di sebuah dunia yang tidak dikenalinya sama sekali dan ketika terjaga acaranya pun selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">Mudah-mudahan lain kali akan ada kopdar Aceh Blogger yang ngga hanya ngebahas tentang SEO tetapi tentang hal lain yang tidak aneh di mata kami para orang awam. Hehehe…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/04/seokopdar-aceh-blogger.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbuah Sepanjang Tahun</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2012/03/berbuah-sepanjang-tahun.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/03/berbuah-sepanjang-tahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 04:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1110</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/03/berbuah-sepanjang-tahun.html" title="Berbuah Sepanjang Tahun"></a>Setelah sekian lama tidak ke warnet, akhirnya sambil menunggu jadwal mengajar saya mampir sejenak ke warnet. Tepatnya warnet Kak Fida. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00, itu artinya satu jam lagi saya harus sudah tiba di kampus tempat saya mengajar. Sambil &#8230;<p class="read-more"><a href="http://liza-fathia.com/2012/03/berbuah-sepanjang-tahun.html">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2012/03/berbuah-sepanjang-tahun.html" title="Berbuah Sepanjang Tahun"></a><div class="wp-caption alignright" style="width: 280px"><img class=" " src="http://dodok08.files.wordpress.com/2009/03/pohon-mangga.jpg" alt="" width="270" height="321" /><p class="wp-caption-text">sumber : image.google.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Setelah sekian lama tidak ke warnet, akhirnya sambil menunggu jadwal mengajar saya mampir sejenak ke warnet. Tepatnya warnet Kak Fida. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00, itu artinya satu jam lagi saya harus sudah tiba di kampus tempat saya mengajar. Sambil bengong-bengong di depan komputer, mulailah saya <em>browsing</em>. Mencari-cari jurnal dan referensi lain untuk bahan ajar, <em>googling</em> desain baju, dan sehingga sampai juga saya ke blognya Pakdhe. Ternyata Pakdhe ngadain kontes lagi. Memanglah, si Pakhe raja kontes saingannya Bang Rhoma si Raja Dangdut. Well, tema yang diusung kali ini adalah bukan blogger semusim.</p>
<p style="text-align: justify;">Waduh, emang di dunia blog itu ada musimnya juga ya? Hm, baru tahu. Berarti ada musim hujan dan musim panasnya juga? Seperti musim di Indonesia. Atau mengikuti musim di luar negeri yang ada empat musim itu? Hm, jangan-jangan seperti musim buah-buahan? Seperti mangga, jambu, durian yang berbuah pada bulan-bulan tertentu saja? Hm, sebenarnya musim apa saja yang ada di dunia blog itu?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1110"></span>Sambil menatap jam yang kali ini berlaju lebih cepat dari biasanya, saya mencoba mencari tahu musim apa saja yang ada di dunia blog. Ternyata banyak musimnya. Lebih cocok diibaratkan dengan musim buah-buahan dengan memasukkan tulisan di blog sebagai salah satu nama buahnya. Setelah diteliti dengan menggunakan alat bantu berupa kacamata; ditemukan bentuk mikroba eits blogger baru yang hanya bersemi dan berbuah pada musim tertentu saja. Ia hanya berbuah pada musim kontes atau perlombaan, setelahnya? Blog itu tak berbuah lagi. Sang empunya blog alias blogger hanya merawat dan memupukinya saat musim itu saja. Sungguh kasihan ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau blog saya? Kali ini alat bantu diatur sedemikian rupa sehingga tampak sebenarnya blog saya berbuah pada musim apa. Jreng jreng! Hasilnya adalah Saya bukan blogger semusim. Horee!</p>
<p style="text-align: justify;">Buktinya? Lihat saja buah yang dihasilkan oleh pohon blog saya. Ngga hanya pada bulan Januari, Februari atau Desember saja. Ngga juga pada musim kontes atau lomba ini itu saja. Tapi sepanjang bulan dalam setahun blog saya berbuah tulisan. Senengnya. Coba ya tulisan-tulisan saya menjadi mangga, itu artinya sepanjang tahun saya makan mangga. Sedeppp.</p>
<p style="text-align: justify;">Kok bisa sih? Ya bisa aja. Blog ini saya pupuk dengan pupuk yang bernama semangat dan rasa cinta. Semangat untuk menulis dan berbagi dengan siapa saja. Rasa cinta yang jika sehari saja tidak melihatnya maka akan timbul kerinduan yang memuncak. Ceilee… Setiap hari saya siram dengan air yang sangat jernih sehingga tidak ada gulma yang berani tumbuh. Kalaupun tetap tumbuh, saya pangkas ia dengan senjata tak bernama (maksa euy!). Hingga akhirnya blog saya tetap berbuah sepanjang tahunnya. Walau terkadang rutinitas offline memaksakan saya untuk tidak bisa melihatnya walau sejenak, tetapi jika ada kesempatan pasti akan langsung saya hampiri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Artikel ini diikutsertakan pada <strong><a href="http://abdulcholik.com/2012/03/06/bukan-blogger-semusim-kontes-tiga-kata/">Kontes Tiga Kata Bukan Blogger Semusim</a></strong><a href="http://abdulcholik.com/2012/03/06/bukan-blogger-semusim-kontes-tiga-kata/"> </a>di BlogCamp</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/03/berbuah-sepanjang-tahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

