<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>liza-fathia.com &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://liza-fathia.com/category/opini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://liza-fathia.com</link>
	<description>Argumentasi Seorang Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Aug 2010 03:40:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>

   <image>
    <title>liza-fathia.com</title>
    <url>http://1.gravatar.com/avatar/b0d5084b9c815605d5a56815dfcf289e?s=48&amp;d=</url>
    <link>http://liza-fathia.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>Warnet, Warkop, Referat, dan Lain-lain</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/08/warnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/08/warnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 03:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes mellitus]]></category>
		<category><![CDATA[insulin]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[referat]]></category>
		<category><![CDATA[warkop]]></category>
		<category><![CDATA[warnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir sebulan  kegiatan luring alias offline saya membuat blog ini terbengkalai begitu saja. Tanpa updetan tulisan terbaru, blogwalking, dan kegiatan daring (online) lainnya yang sering saya lakukan. Maklum saja, di luar dunia maya kegiatan saya cukup membuat saya dibilang sibuk. Ya, memang sebuah konsistensi yang harus ditempuh jika saya benar-benar ingin profesional di bidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F08%2Fwarnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F08%2Fwarnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;">Sudah hampir sebulan  kegiatan luring alias offline saya membuat blog ini terbengkalai begitu saja. Tanpa updetan tulisan terbaru, blogwalking<em>, </em>dan kegiatan daring (online) lainnya yang sering saya lakukan. Maklum saja, di luar dunia maya kegiatan saya cukup membuat saya dibilang sibuk. Ya, memang sebuah konsistensi yang harus ditempuh jika saya benar-benar ingin profesional di bidang saya tersebut (mencoba sedikit bijak dan mencintai pekerjaan saya).</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, berhubung kartu pascabayar yang saya gunakan untuk internetan belum lebih tepatnya ngga sempat dibayar (hehehe, ngeles), jadi saya memutuskan untuk ke warnet. Lama juga tidak ke warung penyedia internet ini dan yang membuat saya senang adalah kecepatannya itu lho. Jauh sekali kalau dibandingkan dengan menggunakan modem pribadi. Biasanya kalau di rumah, maka kata-kata &#8220;berjalan seperti siput&#8221; atau &#8220;kura-kura&#8221; kerap keluar untuk mengeluhkan lambatnya koneksi internet dari layanan yang sudah hampir dua tahun saya gunakan. Sekarang, yang keluar adalah &#8220;cepat sekali&#8221; sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Sangat jauh berbeda dengan dua tahun yang lalu, saat saya masih bergantung pada jasa warnet. Duh, saya harus bergonta-ganti warnet untuk mendapatkan akses yang cepat. Dan resikonya adalah jika ingin kecepatan akses yang cepat, maka harganya juga relatif tinggi. Bahkan hampir dua kali lipat dari warnet biasa.  Tapi kalau dikalkualasikan sebenarnya sama saja, murah tapi lambat akhirnya juga harus mengeluarkan biaya yang besar karena itu akan membuat saya harus berlama-lama di warnet tersebut. Sekarang? semua itu tidak berlaku lagi, kawan! Tahukah kenapa?<span id="more-619"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kamu ke Banda Aceh, maka kamu akan terpukau dengan banyaknya warung kopi yang tersebar di hampir seluruh sudut. Setiap warung kopi itu tidak hanya menawarkan racikan kopi khas yang mereka miliki tetapi juga layanan wi-fi gratis bagi pengunjung. Jadi, setipa warkop itu tidak hanya berlomba-lomba menawarkan kopi andalan mereka tetapi juga kecepatan akses internet yang mereka miliki. Karena para tukang ngopi itu pastinya akan memilih warkop yang memiliki kecepatan akses internetnya yang lebih dari warkop yang lain. Cukup bermodalkan sebuah laptop, maka kamu biasa internetan sepuasnya di warung kopi.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, mungkin gara-gara fenomena warung kopi inilah yang membuat warnet-warnet kebakaran jenggot. Otomatis dengan adanya layanan gratis, orang-orang akan memilih tempat tersebut apalagi sekarang laptop tidak lagi menjadi barang mewah. Layaknya ponsel, begitu juga dengan laptop. Hampir setiap mahasiswa (yang saya amati) memiliki alat elektronik ini. Tentunya mereka akan memilih warkop untu berinetan ria, bukan? Nah, agar tetap ada pelanggan, maka pengusaha warnet tersebut menaikkan kecepatan akses internet mereka dengan harga yang juga lebih murah. Maka beruntunglah saya sekarang <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Ngenet di warnet yang cepat lagi murah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya bisa saja saya memilih warung kopi untuk internetan gratis. Apalagi saya harus  mencari bahan tentang indikasi pemakaian insulin pada penderita diabetes mellitus tipe 2 untuk membuat referat di bagian Ilmu Penyakit Dalam, tapi sekarang kan sedang bulan Ramadhan. Jadi, seluruh warung tutup kecuali warung internet alias warnet.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, sambil bergoogling ria mencari si insulin saya juga menyempatkan diri update blog. Walau yang sempat terupdate hanya di sini, sedangkan adik-adiknya yang lain belum sempat saya kunjungi. Lain kali saja ya. Ohya, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang sedang menjalankannya. Jangan lupa jaga kesehatan dan ketika buka nantinya jangan berlebihan ya. Apalagi bagi penderita diabetes. Terus hati-hati juga, sekarang sedang banyak-banyaknya demam berdarah. Setiap hari ada dua atau tiga pasien harus di rawat karena DBD, jadi tetap jaga kebersihan diri dan lingkungan serta hindari gigitan nyamuk. Yang sedang sakit semoga lekas sembuh, yang masih dianugerahkan nikmat sehat, jagalah kesehatannya. Karena ketika sakit nanti, maka kesehatan itu sangat mahal harganya. Walah jadi panjang begini.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F08%2Fwarnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html&amp;linkname=Warnet%2C%20Warkop%2C%20Referat%2C%20dan%20Lain-lain"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/08/warnet-warkop-referat-dan-lain-lain.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasien Pertamaku</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/07/pasien-pertamaku.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/07/pasien-pertamaku.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 15:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal kronik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Sudah seminggu ini saya menjalani kepaniteraan klinik (koas) di bagian penyakit dalam. Tepatnya penyakit dalam pria. Rasanya ketika koas di bagian ini, saya merasakan seolah-olah saya telah benar-benar menjadi seorang dokter. Emm, ngga bisa dilukiskan bagaimana rasanya ketika saya langsung menangani pasien yang harus diopname karena penyakitnya. Antara grogi, senang, takut, bercampur menjadi satu. Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F07%2Fpasien-pertamaku.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F07%2Fpasien-pertamaku.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/07/doctor-diagnosa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-616" title="doctor diagnosa" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/07/doctor-diagnosa.jpg" alt="" width="320" height="248" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sudah seminggu ini saya menjalani kepaniteraan klinik (koas) di bagian penyakit dalam. Tepatnya penyakit dalam pria. Rasanya ketika koas di bagian ini, saya merasakan seolah-olah saya telah benar-benar menjadi seorang dokter. Emm, ngga bisa dilukiskan bagaimana rasanya ketika saya langsung menangani pasien yang harus diopname karena penyakitnya. Antara grogi, senang, takut, bercampur menjadi satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu, pasien pertama saya menderita penyakit gagal ginjal kronik dengan keadaan yang sangat gawat. Pasien tersebut mengalami gagal ginjal kronik stage lima. Stadium terakhir dalam tingkatan penyakit ginjal ini ditambah dengan uremic sindrom. Tak dapat disembuhkan karena memang gagal ginjal kronik bersifat irreversible. Namun ada pilihan lain agar racun dalam tubuh dapat dikeluarkan, yaitu dengan menggantikan ginjal yang sudah tidak berfungsi lagi itu dengan transplantasi ginjal atau haemodialisa (cuci darah).</p>
<p style="text-align: justify;">Konsumsi makanan yang mengandung kalium yang tinggi sungguh sangat berbahaya untuk pasien dengan GGK. Karena ginjal sudah tidak mampu lagi menyaringnya hingga pada akhirnya kalium tersebut kembali ke darah dan menyebababkan hiperkalemia. Tak hanya kalium, tetapi juga pada elektrolit lainnya. Sehingga dianjurkan pada penderita gagal ginjal untuk tidak banyak minum karena memang ginjalnya sudah sangat menurun fungsinya.<span id="more-615"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dianamnesa, ternyata pasien saya tersebut mengalami sesak yang sangat berat setelah mengkonsumsi durian. Durian, buah yang menjadi favorit saya juga itu mengandung kalium yang tinggi. Sama halnya seperti nangka. Salah satu akibatnya adalah pada paru-paru. Selain itu pasien tersebut juga menderita anemia dengan kadar haemoglobin yang rendah, 6,9 g%, termasuk salah satu manifestasi klinis dari gagal ginjal juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah diberikan oksigen, bapak yang malang itu tetap saja sesak. Uremic lung, akibat peningkatan uerum dan kreatinin dalam darah  Duh, saya sangat khawatir saat itu. terlebih lagi ketika melihat anaknya yang masih kecil dan istrinya yang sepertinya hanya seorang ibu rumah tangga. Ketika malam semakin larut, di saat pasien-pasien lainnya sudah tidur, pasienku masih melawan sesak nafasnya, ditemani sang istri yang begitu setia. Tak hanya mereka yang tak terlelap, saya pun demikian. Apalagi dia beliau adalah pasien pertama saya yang saya tangani dari awal. Kebetulan juga malam itu saya sedang mendapatkan tugas jaga, maka saya pun dapat memantau kondisi sang bapak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya  bapak itu  pernah diopname beberapa waktu yang lalu dengan keluhan yang sama. Karena tidak  mungkin mencangkokkan ginjal, apalagi kondisi ekonomi mereka yang  masuk ke dalam golongan menengah ke bawah. Maka pilihan lainnya adalah cuci darah. Ya, itu adalah pilihan agar sesaknya hilang. Akan tetapi, istrinya menolak karena dalam pemikirannya cuci darah itu adalah dengan mengelurakan seluruh darah di dalam tubuh pasien lalu dicuci dan dimasukkan kembali ke dalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini sang istri setuju setelah mendengarkan penjelasan dari dokter yang merujuk suaminya ke rumah sakit dan ia semakin mantap setelah saya mengajaknnya ke ruangan haemodialisis. Dengan fasilitas Jamkesmas yang mereka miliki, maka tak mereka tak perlu mengeluarkan biaya untuk HD.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dokter, setelah dicuci darahnya, suami saya bisa naik motor lagi kan dok? Udah sehat seperti biasa lagi kan?” tanya ibu itu penuh harap.</p>
<p style="text-align: justify;">“Insyaallah bu, asal ngga makan durian sebanyak kemarin dan makanannya dijaga,” jelasku.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar saja, setalah melaksanakan haemodialisa, kondisi pasien pertama saya semakin membaik. Senang rasanya ketika melihat bapak tersebut tertidur pulas bersama anak semata wayangnya yang masih kecil. Melihat senyuman istrinya yang kembali merekah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F07%2Fpasien-pertamaku.html&amp;linkname=Pasien%20Pertamaku"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/07/pasien-pertamaku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sterilkah Botol yang Berisi Teh Itu?</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/06/sterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/06/sterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 05:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[tanah dalam botol]]></category>
		<category><![CDATA[teh botol]]></category>
		<category><![CDATA[teh botol steril]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu ketika berhentik sejenak di sebuah warung kopi yang terletak tidak jauh dari rumah, saya dan kedua keponakan saya yang kembar, Fina dan Fira, memesan teh yang dikemas dalam botol dan katanya minuman untuk setiap makanan. Apapun makanannya, minumnya teh tersebut. Begitulah kira-kira iklannya. Sedangkan seorang teman saya yang juga hadir di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fsterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fsterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_605" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri1.jpg"><img class="size-medium wp-image-605" title="minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri1-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></a><p class="wp-caption-text">teh botol vs teh cangkir</p></div>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu ketika berhentik sejenak di sebuah warung kopi yang terletak tidak jauh dari rumah, saya dan kedua keponakan saya yang kembar, Fina dan Fira, memesan teh yang dikemas dalam botol dan katanya minuman untuk setiap makanan. Apapun makanannya, minumnya teh tersebut. Begitulah kira-kira iklannya. Sedangkan seorang teman saya yang juga hadir di warkop itu memesan sanger.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa ingin menyebutkan merk, karena secara tidak langsung memberikan iklan gratis kepada perusahaan teh ternama di negeri ini (keluar deh pelitnya J). Tapi saya yakin semua pasti tahu produk teh apa yang saya maksud.</p>
<p style="text-align: justify;">Di pagi menjelang siang itu, saya menghabiskan teh tersebut dengan cepat. Yeah, waktu itu memang matahari mengeluarkan kalornya dengan cukup tinggi. Teh dalam kemasan botol yang baru saja dikeluarkan dari lemari es setidaknya dapat menghilangkan dahaga. Tapi tidak demikian dengan si kembar. Fira sedang mencicipi kue yang dihidangkan pelayan dan Fina sedang menatap heran botol teh di depannya yang masih terisi setengah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Cek coba lihat, di dalamnya jorok.” Spontan ucapan Fina mengalihkan perhatianku dan juga yang lain. Langsung saya melihat lebih dekat botol teh yang isinya telah dihabiskan setengah oleh keponakanku itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar saja. Ada tiga bercak tanah hampir sebesar kancing baju menempel di dinding botol. Saya menyerahkan botol itu ke teman untuk memastikan, dan itu benar-benar tanah. Pelayan warung kopi yang saya panggil juga terkejut melihat tanah yang melekat di dinding botol itu.<span id="more-603"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak mungkin tanah itu dimasukkan keponakan saya yang memang usianya masih lima tahun. Tanahnya keras dan terkesan telah lama melekat di dalam botol. Bayangan akan botol-botol bekas berlumpur yang dicuci seadanya oleh para pemulung dan dijual kembali kepada perusahaan minuman tersebut membuat saya jadi berpikir yang tidak-tidak.  Apakah botol-botol tersebut tidak disterilkan lagi ketika teh dimasukkan ke dalamnya? Atau hanya sekedar dicuci seadanya tanpa melihat apakah botol-botol tersebut sudah bersih atau belum. Seandainya saat itu saya membawa kamera, pasti saya akan mengabadikannya. Bukan bermaksud untuk menjatuhkan produk yang telah sangat terkenal di masyarakat ini, tetapi agar mereka lebih teliti lagi dalam menjaga sterilitas produk yang telah menjadi andalan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin kejadian ini hanyalah satu diantara seribu. Mungkin kebetulan saja keponakan saya mendapatkan teh dalam kemasan botol plus tanah di dindingnya. Entahlah. Yang jelas kejadian hari itu membuat saya berpikir-pikir kembali ketika memesan minuman dalam kemasan berbotol. Apapun makanannya, minumnya pikir-pikir dulu ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto : sbelen.wordpress.com</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fsterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html&amp;linkname=Sterilkah%20Botol%20yang%20Berisi%20Teh%20Itu%3F"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/06/sterilkah-botol-yang-berisi-teh-itu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>World Environment Day : Keanekaragaman Spesies yang Terancam Punah</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/06/world-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/06/world-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 02:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[International Year of Biodiversity]]></category>
		<category><![CDATA[Many Species. One Planet. One Future]]></category>
		<category><![CDATA[world environment day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[5 Juni merupakan hari penting dalam kalender dunia. Karena pada tanggal ini diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Sebenarnya awal mula adanya Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah adanya Konferensi Internasional pada tanggal 5 – 16 Juni 1972. Konferensi ini merupakan pertemuan umum pertama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan ‘Human Environment’ yang diselenggarakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fworld-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fworld-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_600" class="wp-caption alignleft" style="width: 298px"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/enviroment_479695.jpg"><img class="size-medium wp-image-600" title="enviroment_479695" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/enviroment_479695-288x300.jpg" alt="World Environment Day" width="288" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">World Environment Day</p></div>
<p>5 Juni merupakan hari penting dalam kalender dunia. Karena pada tanggal ini diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Sebenarnya awal mula adanya Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah adanya Konferensi Internasional pada tanggal 5 – 16 Juni 1972. Konferensi ini merupakan pertemuan umum pertama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan ‘Human Environment’ yang diselenggarakan di Stockholm, Swedia. Pada tanggal 15 Desember 1972, PBB mengeluarkan resolusi No. 2994 (XXVII) yang menetapkan tanggal 5 Juni ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup sedunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan resolusi PBB tersebut, setiap negara memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini setiap tahunnya. Tak terkecuali Indonesia. Isu-isu lingkungan selalu diangkat setiap peringatan hari lingkungan hidup, seperti pembangunan berkelanjutan, advokasi lingkungan, pendidikan lingkungan, dan lain sebagainya. Dengan harapan adanya peningkatan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan yang baik. Tidak terkecuali Indonesia, sebagai salah satu masyarakat dunia juga turut memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2010ini, tema yang diangkat adalah “Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan).<span id="more-597"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tema WED kali ini berhubungan dengan pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati (International Year of Biodiversity) dengan COP 10 Convention on Biological Diversity (CBD) di Nagoya, Jepang yang berlangsung pada 18-29 Oktober 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">’Many Species. One Planet. One Future’ (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan) yang merupakan tema WED 2010 diharapkan mampu mengajak seluruh dunia untuk melestarikan keragaman kehidupan di bumi. Memberikan kesadaran bahwa sebuah dunia tanpa keanekaragaman hayati adalah prospek yang sangat suram. Jutaan orang dan jutaan spesies berbagi bersama dalam satu planet yang sama, dan hanya dengan bersama-sama kita semua bisa menikmati masa depan yang lebih aman dan lebih makmur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>WED dan Keanekaragaman Spesies<br />
</strong><br />
Tema WED tahun ini mengingatkan kita betapa beranekanya makhluk hidup di muka bumi ini. Manusia hanyalah satu dari jutaan spesies yang ada. Diperkirakan terdapat 5 juta – 100 juta spesies makhluk hidup dan yang baru teridentifikasi sekitar 2 juta spesies. Lebih dari dua pertiga spesies yang diperiksa dalam sebuah studi keanekaragaman hayati internesional disimpukan terancam kepunahan. Dari 47.677 yang termasuk dalam daftar merah spesies terancam punah, 17.291 diantaranya sangat terancam. Ini termasuk 21% jenis mamalia, 30% jenis amfibi, 70% jenis tumbuhan dan 35% hewan bertulang belakang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut hasil penelitian Global Species Assessment (GSA) dalam Siaran Pers bulan November 2004, sekitar 15.589 spesies yang terdiri dari 7.266 spesies satwa dan 8.323 spesies tumbuhan dan lumut kerak, diperkirakan berada dalam resiko kepunahan. Belum lagi ditambah dengan jenis makhluk hidup lain yang tidak teridentifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">S.L. Pimm dalam The Future Of Biodiversity mengemukakan bahwa laju kepunahan spesies saat ini adalah 10 hingga 100 kali lipat dari laju kepunahan alami. Bila tingkat laju kepunahan berlanjut atau terus meningkat, jumlah spesies yang menjadi punah dalam dekade berikut bisa berjumlah jutaan. Sebagian besar orang hanya berpikir hanya spesies mamalia berukuran besar dan burung yang terancam kepunahan, tapi sebenarnya kestabilan seluruh ekosistem menjadi terganggu dengan punahnya spesies kunci pada salah satu rantai makanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, kerusakan hutan juga berperan andil dalam menurunnya kenekaragaman hayati (spesies). Di Aceh saja hampir 30 hektar hutan Aceh rusak setiap tahunnya. Total luas hutan di Aceh adalah 3,3 juta hektare atau sekitar 62,7 persen luas total wilayah Aceh. Pembalakan liar dan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit meruapakan faktor terbesar rusaknya hutan Aceh.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat dari rusaknya hutan dan pencemaran lingkungan adalah semakin meningkatnya pemanasan global (global warming) yang berdampak pada perubahan iklim. Para ilmuwan telah menunjukkan dengan penelitian intensif bahwa planet bumi telah terancam. Selain itu akibat perubahan iklim dan kehilangan habitat dan ekspansi yang dilakukan oleh manusia, kepunahan spesies semaking bertambah tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilihan tema WED yang disesuaikan dengan The International Year of Biodiversity tentu saja untuk lebih menegaskan tentang pentingnya keanekaragaman spesies dan pentingnya untuk tetap menjaga keberadaannya, karena dunia tanpa keanekaragaman spesies atau banyaknya spesies yang punah akan menimbulkan masa depan yang sangat suram bagi kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Keanekaragaman hayati mempunyai peranan penting dalam ekosistem. Hilangnya satu spesies dari muka bumi berarti berkurangnya kekayaan alam, sekaligus menjadi isu moral bagi pihak yang berpendapat manusia sebagai penanggung jawab kelestarian lingkungan, sekaligus pihak yang mendukung hak hidup untuk semua spesies hewan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepunahan suatu spesies yang menjadi mangsa atau pemangsa dalam suatu ekosistem berdampak pada peningkatan atau penurunan jumlah populasi spesies lain. Begitu seterusnya, hingga semua spesies musnah dan ekosistem menjadi rusak dan tidak bisa kembali seperti semula. Selain itu, setiap spesies memiliki materi genetik yang unik yang tersimpan dalam DNA, dan menghasilkan bahan kimia yang unik sesuai instruksi genetik yang dimiliki. Bahan kimia dari tumbuhan, misalnya sangat berpotensi untuk digunakan sebagai senyawa obat-obatan dalam industri farmasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, sebagai pemangku jabatan kalifah di muka bumi ini, merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk menjaga bumi termasuk melestarikan keanekaragaman spesies makhluk hidup dari kepunahan. Sudah sangat banyak bukti yang menunjukkan betapa lingkungan telah semakin rusak dan beraneka ragam spesies yang semakin punah. Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk penyelamatan lingkungan yang juga bermanfaat untuk penyelamatan makhluk hidup lainnya. Ingatlah kepunahan satu spesies, membuka jalan kepunahan spesies lainnya termasuk kita manusia</p>
<p style="text-align: justify;">Dimuat di acehinstitute.org 5 Juni 2010</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fworld-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html&amp;linkname=World%20Environment%20Day%20%3A%20Keanekaragaman%20Spesies%20yang%20Terancam%20Punah"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/06/world-environment-day-keanekaragaman-spesies-yang-terancam-punah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelaparan di Negeri Kaya</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/06/kelaparan-di-negeri-kaya.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/06/kelaparan-di-negeri-kaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 16:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gizi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[gizi buruk di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Sehat 2010]]></category>
		<category><![CDATA[marasmus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[“Hampir lima juta balita di Indonesia menderita kekurangan gizi dan 1,8 juta yang kurang gizi tersebut bersifat irreversible. Salah satu gejala dari kekurangan gizi yang irreversible itu adalah perkembangan otak balita yang lambat. Akhirnya, jangan heran kalau banyak anak-anak yang imbisil dan debil (bodoh) di negeri ini.” Begitulah pengantar awal dari dr. T.H Makmur Mohd. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fkelaparan-di-negeri-kaya.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fkelaparan-di-negeri-kaya.html&amp;source=fatheeya&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Hampir lima juta balita di Indonesia menderita kekurangan gizi dan 1,8 juta yang kurang gizi tersebut bersifat irreversible. Salah satu gejala dari kekurangan gizi yang irreversible itu adalah perkembangan otak balita yang lambat. Akhirnya, jangan heran kalau banyak anak-anak yang imbisil dan debil (bodoh) di negeri ini.”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Begitulah pengantar awal dari dr. T.H Makmur Mohd. Zein, MKes, SKM, PKK ketika memberikan bimbingan tentang gizi kepada saya dan teman-teman  yang sedang menjalankan kepanteraan klinik di bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh sangat miris mendengar kenyataan tersebut. Mengingat negara kita Indonesia adalah negara kaya dengan hasil yang alamnya melimpah. Indonesia adalah negara agraris, tapi lebih dari 37 persen anak Indonesia usia 0-5 tahun (balita) kekurangan gizi yang ditandai dengan bentuk fisik stunted atau tinggi badan tidak sesuai dengan umur.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu dibeberapa propinsi masih ada kasus gizi buruk pada balita di atas prevalensi nasional (5,4 persen). Misalnya, Aceh dengan angka 10,7 persen, NTT (9,4 persen), NTB (8,1 persen), Sumatera Utara (8,4 persen), Sulawesi Barat (10 persen), Sulawesi Tengah (8,9 persen), dan Maluku (9,3 persen). Ada juga provinsi yang kasus gizi buruk maupun kurang gizinya cukup tinggi. Yakni, NTT, NTB, Sulteng, dan Maluku.<span id="more-587"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/gizi1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-588" title="gizi1" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/gizi1.jpg" alt="" width="360" height="489" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kekurangan gizi pada balita terjadi bila konsumsinya melalui makanan kurang. Dampaknya, tubuh balita akan mengalami keseimbangan negatif; berat badan akan kurang dari berat badan ideal. Dampak gizi buruk yang terparah pada balita adalah marasmus. Keadaaan ini ditandai dengan kulit kering, tipis, tidak lentur, serta mudah berkerut. Rambut tipis, jarang, kering, tanpa kilap normal, dan mudah dicabut tanpa menyisakan rasa sakit. Penderita kelihatan apatis, meskipun biasanya masih sadar, dan menampakkan gurat kecemasan. Tanda-tanda itu, disokong dengan lekukan pada pipi dan cekungan di mata, menjelaskan gambaran wajah seperti orang tua.</p>
<p style="text-align: justify;">Bedasarkan laporan global badan PBB (UNICEF) mengenai kemajuan dunia untuk gizi ibu dan anak tercatat bahwa Indonesia menempati urutan sebagai negara kelima di dunia dengan jumlah terbesar balita pendek atau terhambat pertumbuhannya yakni 7,8 juta anak balita pendek.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekurangan gizi itu sama saja dengan kelaparan. Dimana asupan gizi seperti karbohidrat dan protein yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak tidak didapatkan secara maksimal. Ibarat ayam mati di lumbung padi, mungkin begitulah analogi untuk status gizi balita Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kehilangan generasi penerus</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin Indonesia bisa berbangga hati dengan prestasi-prestasi yang diraih anak negeri ini dibidang olimpiade sains tingkat internasional ataupun penghargaan-penghargaan dibidang  lainnya. Akan tetapi negara kita seharusnya malu dengan predikat sebagai negara yang memiliki urutan ke 5 dengan balita yang terhambat pertumbuhannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pepatah mengatakan, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Kalimat tersebut mengajarkan kita pada kiasan hidup tantang segala perbuatan akan memberikan dampak di masa akan datang. Begitu pula dengan dampak dari gizi buruk merupakan sebuah kegagalan tindakan dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia generasi bangsa yang lebih baik di masa akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ilmu kesehatan masyarakat penyebab langsung gizi buruk atau yang lebih dikenal dengan malnutrisi ini adalah ketidak seimbangan antara asupan makanan. Kekurangan antara asupan makanan membuat daya tahan tubuh sangat lemah, memudahkan terkena penyakit infeksi karena iklim tropis, sanitasi lingkungan buruk, sehingga menjadi kurang gizi. Kondisi ini berlangsung secara gradual dan terus berlanjut dalam konsistensi waktu yang cukup lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika status gizi tidak diperbaiki, sel-sel otak tidak bisa berkembang dan sulit dipulihkan. Perkembangan jaringan otak dengan stimulasi mencapai 80 persen pada usia 0-3 tahun. Pada usia 10 tahun perkembangan jaringan otak yang sehat disertai stimulasi akan mencapai 90 persen. Tanpa stimulasi perkembangan jaringan otak akan jauh di bawah persentase tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal inilah yang disebut sebagai kerusakan yang irreversible (permanen) yang akhirnya menjadikan seorang anak itu imbisil ampak gizi buruk yang bersifat permanen sangat dimungkinkan terjadi pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kekurangan gizi pada masa ini, terlebih masa golden period (0-3 tahun), tidak hanya menyebabkan terjadinya gangguan perkembangan fisik, tetapi juga perkembangan mental dan intelektual sang anak akan mengalami gangguan serius. Efeknya terlihat dari rendahnya tingkat kecerdasan, rentan terhadap penyakit, gangguan dalam pemusatan perhatian, lambatnya perkembangan kemampuan kognitif, dan berbagai gangguan lain yang berdampak pada rendahnya kualitas manusia secara umum.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi ini menunjukkan bahwa masa depan bangsa ini masih dalam kondisi terancam kehilangan generasi yang berkualitas. Generasi yang tumbuh dan berkembang dalam kondisi kurang gizi atau gizi buruk akan sulit bersaing dengan yang lainnya. Pada gilirannya mereka akan tersisih dan berpotensi menjadi mata rantai penyebab gizi buruk generasi berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lantas, Apa yang Dapat Kita Lakukan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan sebagai calon dokter yang nantinya akan mengemban tugas untuk meningkatkan derajat kesehatan negeri ini, tentunya saya tidak menginginkan generasi penerus bangsa hilang karena kekurangan gizi. Saya yakin anda pun demikian. Sebelum bangsa ini kehilangan satu generasi, problem gizi buruk harus segera diatasi. Segenap pihak; baik pemerintah, masyarakat, stakeholder, maupun orangtua, harus bekerja sama, bahu-membahu mengenyahkan musuh bersama bangsa ini. Lantas apa yang dapat kita lakukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu strategi cepat pemulihan gizi buruk adalah melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilakukan secara serentak dengan penyuluhan tentang gizi kepada orang tua. Itu artinya, peran ahli gizi di berbagai rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), harus dioptimalkan. Dalam kenyataan, banyak ahli gizi di rumah sakit dan puskesmas justru menjadi tenaga pendaftaran atau administrasi. Ironis bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi penderita gizi buruk harus ditingkatkan intensitasnya. Jika semula hanya dilakukan sekali dalam sebulan, kini harus ditambah minimal dua kali dan tepat sasaran. Artinya, PMT itu harus benar-benar diberikan pada balita, bukan pada yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi ibu hamil (bumil), harus ditanamkan kesadaran bahwa pemberian makanan berkualitas sejak anak berada dalam kandungan merupakan sebuah keharusan. Penelitian membuktikan bahwa 80 persen pembentukan otak anak terjadi dalam kandungan; sementara 20 persen perkembangan berikutnya terjadi saat anak lahir hingga usia dua tahun. Hal ini sering diabaikan oleh bumil maupun masyarakat pada umumnya. Mereka sering tidak tahu bahwa bayi berusia di bawah enam bulan membutuhkan air susu ibu eksklusif. Pemahaman dasar ini penting karena sangat berpengaruh terhadap masa depan anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada anggapan bahwa gizi buruk bertalian erat dengan kemiskinan. Jika demikian halnya, maka pemerintah perlu mengevaluasi program-program pengentasan kemiskinan. Dalam pembukaan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengamanatkan kepada penyelenggara negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Salah satu bentuk perlindungan kepada bangsa ini adalah upaya perlindungan dari bahaya laten kehilangan generasi yang diakibatkan gizi buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara khusus pelaksanaannya bisa mengacu pada UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, di mana pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat bersama-sama menjamin tersedianya bahan makanan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi secara merata dan terjangkau (pasal 141 ayat 3). Bahkan, pemerintah harus bertanggung jawab atas pemenuhan kecukupan gizi pada keluarga miskin dan dalam kondisi darurat (pasal 142 ayat 30). Lebih jauh lagi, pemerintah juga harus bertanggung jawab terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan pengaruhnya terhadap peningkatan status gizi (pasal 143).</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, kita tidak ingin generasi mendatang miskin prestasi lantaran gizi buruk. Maka, kerja sama yang harmonis, holistik, terarah dan terencana dari pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat, menjadi penting demi membebaskan generasi mendatang dari gizi buruk dan untuk menuju Indonesia Sehat 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber Foto : www.foto.detik.com</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fliza-fathia.com%2F2010%2F06%2Fkelaparan-di-negeri-kaya.html&amp;linkname=Kelaparan%20di%20Negeri%20Kaya"><img src="http://liza-fathia.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/06/kelaparan-di-negeri-kaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
