Pagi itu ponselku kembali berdering. Dari pemilik nomer yang sama seperti beberapa hari yang lalu, Os Hendra. Selama empat hari belakangan, ia selalu menghubungiku di waktu yang sama. Kuabaikan saja. Karena dulu-dulu dia juga sering menghubungiku, lantas ketika kuangkat dia mematikannya.
Pernah kukirim sms menanyakan kenapa dia menelponku lalu mematikannya ketika kuangkat.
“Cuma miskol aja, Kak. Ngga apa-apa kan?”
“Ngga apa. Tapi jangan sering-sering, takutnya waktu perlu ngga kakak angkat juga.”
Hendra, aku lupa nama lengkapnya. Os Hendra, begitu aku menamainya di phonebook. Setiap nomer hp pasien selalu kuberikan tanda Os di depannya. Os singkatan yang kerap digunakan di rumah sakit, akronim dari orang sakit atau pasien. Ya, aku memang kerap menyimpan nomer kontak setiap pasien yang kutangani serta memberikan nomerku kepada mereka. Siapa tahu ada yang ingin mereka tanyakan saat aku sedang tidak ada di rumah sakit dan untuk memudahkanku memantau perkembangan penyakitnya. more »




