
sumber : google.com
Buku adalah gudang ilmu dan membaca merupakan kuncinya, begitu pepatah mengatakan. Buku adalah jendela dunia dan guru dalam kehidupan. Namun, apa yang hendak dibuka jika gudang ilmunya tidak ada? Bagaimana dunia bisa disaksikan jika jendelanya tidak dibuat?
Jika selama ini kita melihat fenomena orang-orang entah itu anak-anak, remaja ataupun dewasa yang sangat minim minatnya untuk membaca. Mereka yang lebih menyukai bermain game atan menonton televisi padahal buku bertebaran dimana-mana. Akan tetapi kenyataan berbeda akan kita dapatkan di pelosok negeri ini. Di sana kita akan menemukan orang-orang yang ingin sekali membuka gudang ilmu tetapi mereka tidak memiliki kuncinya. Ya, karena tak ada buku di sana.
Padahal dalam Alqur’an Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca. Perintah ini memberikan motivasi untuk kita agar meningkatkan minat baca. Manfaat yang besar jika kita membiasakan untuk membaca yaitu mendapatkan pemahaman, wawasan dan ilmu pengetahuan. Namun, bagaimana manfaat itu bisa didapatkan jika buku yang menjadi jendela dunia itu tidak ada?
Beberapa waktu silam, saat beberapa anggota Aceh Blogger Community melakukan ekspedisi ke Peusangan Siblah Krueng, sebuah kecamatan yang terisolir di pedalaman Kabupaten Bireuen fenomena itu terpampang jelas di depan mata. Tepatnya kala mereka mengunjungi Dayah Nurul Iman, sebuah lembaga pendidikan terpadu yang berjalan dengan sarana dan prasarana yang tidak lebih baik dari Sekolah Islam yang ada dalam cerita di Film Laskar Pelangi, hanya dengan semangat untuk terus mendidik anak-anak bangsa yang menjadi kader penerus membuat Lembaga pendidikan ini bisa bertahan. (Baca Laporan Ekspedisi yang ditulis Aulia Fitri : Ekpedisi ke Peusangan Siblah Krueng).

Terinspirasi dari ekspedisi itu, Aceh Blogger Community tergerak untuk berbagi dengan apa saja yang bisa membuat pengurus dan santri-santri di sekolah tersebut untuk terus bersemangat dan membuktikan bahwa kita selalu ada bersama mereka. Oleh karena itu,marilah kita semua (tidak hanya para blogger) menyumbangkan 1 buku agar kunci gudang ilmu dan jendela dunia bisa dibuka oleh saudara-saudara kita yang memerlukan.
1 Blogger 1 Buku untuk Aceh
Teman-teman pasti punya buku yang bisa disumbangkan, untuk buku paket pelajaran bisa buku-buku bekas adik-adik atau anak-anak kita di rumah yang sudah tidak terpakai lagi. Untuk buku-buku bacaan lainnya, kami menerima jenis buku apa saja dan majalah apa saja yang pantas dibaca oleh adik-adik pelajar di sekolah.
Untuk pengumpulan buku teman-teman di Banda Aceh bisa menghubungi pengurus ABC yang teman-teman kenal, atau melalui jejaring sosial:
Liza (YM: rumput_liar008 / @Fatheeya)
Baiquni (YM:
Aulia (YM: aufi87_ra / @hack87 – Jakarta)
Atau bagi Anda yang ingin mengirim buku langsung bisa ke Sekret FLP, Banda Aceh melalui Liza Fathiariani.
Sumbangan buku teman-teman untuk tahap pertama akan segera kami serahkan langsung ke Dayah Nurul Iman-Peusangan Siblah Krueng, dan juga bila kegiatan terus berlanjut akan menjadi Bank Buku ABC yang siap disalurkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Terimakasih dan Salam Blogger.
Koordinator Aksi Sosial “1 Blogger 1 Buku untuk Aceh”
Tengku Muda Koord. ABC Reg III Bireuen
YM : tengku_mud4
FB : www.facebook.com/tengkumuda




semoga sukses dengan plan nya! =)
Buku adalah jendela dunia. semoga sukses dengan ekspedisi one blogger one booknya. seandainya saya ingin menyeumbang juga kemana harus saya berikan. Tapi saya leih ikhlas dalam bentuk uang saja untuk dibelikan buku. Soalnya saya tidak ingin perpustakaan buku saya berkurang (ketahuan pelit) atau harus khusus membeli buku untuk disumbangkan karena nanti malah takut jatuh cinta dengan buku yang disumbangkan (ketahuan malas). hehehehe…
One blogger one book… ide yang brilian. Semoga sukses dengan programnya
waaahhhh….. semoga suksessss……
aku juga mengikuti yg diadakan sama mbak anaz, ini sama gak yach. hehehehe
saya setuju dengan pendapat anda, minat pembaca generasi muda kita masih kurang
waah hebat bisa ngblog sambil beramal, subhanallah
Scaffolding