Ini Nyata, Bukan Mimpi!

Kenangan masa koas

Rabu (19/1/2012) menjadi hari yang paling bersejarah untukku. Ya, hari bersejarah selain hari lahirku, hari kelulusanku saat TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah (sebenarnya masih banyak lagi hari yang menjadi kenangan dalam hidupku tapi taku mungkin disebutkan satu persatu).  Kenapa? Karena hari itu saya resmi menjadi seorang dokter. Dua kata baru kini bertengger di depan namaku. Dua kata yang mungkin selalu menjadi motivasi seperti yang pernah diutarakan oleh guru-guruku. “dr. Liza Fathiariani”.

“Beda dokter dengan profesi yang lain salah satunya adalah letak titel. Jika sarjana strata satu di fakultas lain titelnya di belakang, maka dokter titelnya di depan. Lalu dokter adalah gelar yang diberi kebebasan untuk tidak mengikuti EYD. Tulisan “dr” meski terletak di awal kalimat tetap menggunakan huruf kecil.” Begitu jelas salah satu konsulenku saat saya pertama sekali menginjakkan kaki di rumah sakit sebagai dokter muda.

“Keistimewaan ini diberikan untuk profesi kita karena yang kita hadapi adalah nyawa manusia. Oleh karena itu manusiakanlah manusia. Rawat dan obatilah mereka layaknya kamu merawat orang tua atau saudaramu sendiri. Bayangkan jika pasienmu itu adalah keluargamu atau dirimu sendiri. Maka perlakukanlah mereka layaknya kamu ingin diperlakukan.”

Kalimat itu sampai sekarang masih berbekas dibenakku. Kini telah tiba saatnya diriku menjalankan amanah itu. Memanusiakan manusia. Merawat dan mengobati mereka sebagaimana saya merawat orang tua atau keluarga saya sendiri. Memperlakukan pasienku layaknya saya ingin diperlakukan.

Hm, rasanya seperti mimpi. Dulu waktu kecil saya sering membentuk dunia saya sendiri dengan berlagak layaknya seorang dokter. Lalu saya berbicara sendiri dan menjawab sendiri. Saat itu saya yang menjadi dua sosok sekaligus. Dokter dan pasien. Saya ingat bagaimana saya mencoba menuliskan resep yang entah apa-apa isinya dengan tulisan sejelek mungkin. Karena waktu itu asumsi saya bahwa tulisan dokter itu jelek. Tapi kenyataannya tidak semuanya demikian. Memang pada dasarnya tulisannya jelek dan kebetulan banyak yang berprofesi dokter maka timbullah konklusi demikian. Saat itu sempat mama takut karena saya suka berbicara sendiri dan melarangku melakukan adegan dokter pasien itu lagi.

Sekarang? Waktu berjalan sangat cepat. Baru kemarin rasanya saya lulus SMA lalu diterima di Fakultas Kedokteran. Kemudian lulus sarjana kedokteran dan menjalankan kepaniteraan klinik. Lalu sekarang? Semuanya telah selesai kujalani. Alhamdulillah. Syukurku tak henti-hentinya kupanjatkan kepada Rabb, sang Pemilik alam semesta. Terimakasih dan rasa cintsaya kepada mama yang telah berjuang untuk menyekolahkanku. Kepada adik semata wayangku. Dan kepada seluruh teman-teman. Tanpa kudrahNya, tanpa dukungan semua, saya yakin apa yang rasakan ini tak akan terwukjud.

Namun perjuangan belum berakhir. Masih ada Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) 18 Februari mendatang. Ujian yang menentukan layak tidaknya saya menjadi seorang dokter. Mohon doa dari teman-teman semua agar Allah memudahkan dan melancarkan serta memberikan yang terbaik untuk saya. Amiin.

Leave a comment ?

18 Comments.

  1. Alhamdulillah, saya ikut senang… :oops:

    Kehidupan sebagai dokter baru dimulai. :)

  2. Syukurlah, selamat ya bu dokter ^^ Semoga ujiannya sukses..

  3. Selamat yaa mbk Liza udah jadi bu dokter, semuga dapat bermanfaat buat orang banyak, amien :)
    Salam Kenal mbk Liza :)

  4. Semoga mbak liza menjadi dokter sebenar-benarnya dokter. Dokter yang mengobati tanpa memandang siapa yang diobati. Dokter yang menolong karena panggilan jiwa dan mengharap ridho-Nya. Selamat berjuang mbak, semoga semuanya di mudahkan.

  5. selamat ya,do’in aq juga liza biar cepat menyusul…..tulisannya bagus,blognya juga bagus!!!!!!!!!!!

  6. sy : kakak dokter ya?
    lf : koq tau?
    sy : karna lihat kakak aku langsung sembuh..
    haha :)

  7. Sekali lagi selamat ya bu dokter. Semoga pengabdian dokter bernilai ibadah. Amiin
    Buku sudah saya kirim via TIKI JNE. Semoga bermanfaat.
    Salam hangat dari Surabaya

  8. selamat bu dokter..
    semoga ujiannya berhasil dan lulus.. :)

  9. Selamat, dokter!

    Tapi kok ya agak sedikit terganggu dengan incoming search term yang ada: “dokter muda cantik”.

    Apa hubungannya kecantikan dengan gelar dokter ya? :lol:

  10. Selamat ya Dek ;)

    Lanjutkan perjuanganmu…

    Semoga lulus UKDInya dan dimudahkan semua urusan lainnya ;)

    #ssttt, dah punya calon kah?
    Foto2 koasnya mengingatkanku pada masa2 itu…

  11. selamat ya kak liza,ditunggu praktik gratess, hehe

  12. Selamat bu dokter..
    Semoga pengobatan rakyat menjadi baik dan murah…

  13. Alhamdulillah,, congratulation Kak……
    semoga selalu menjadi Bu Dokter yang ramah dan baik hati, hehehe….. :D

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes