Pasien Pertamaku

Sudah seminggu ini saya menjalani kepaniteraan klinik (koas) di bagian penyakit dalam. Tepatnya penyakit dalam pria. Rasanya ketika koas di bagian ini, saya merasakan seolah-olah saya telah benar-benar menjadi seorang dokter. Emm, ngga bisa dilukiskan bagaimana rasanya ketika saya buy levitra medication langsung menangani pasien yang harus diopname karena penyakitnya. Antara grogi, senang, takut, bercampur menjadi satu.

Saat itu, pasien pertama saya menderita penyakit gagal ginjal kronik dengan keadaan yang sangat gawat. Pasien tersebut mengalami gagal cheap amoxil online ginjal kronik stage lima. Stadium terakhir dalam tingkatan penyakit ginjal ini ditambah dengan uremic sindrom. Tak dapat disembuhkan karena memang gagal ginjal kronik bersifat irreversible. cheap Amoxil without prescription online buy diflucan buy Namun ada pilihan lain agar racun dalam tubuh dapat dikeluarkan, yaitu dengan menggantikan ginjal yang sudah tidak berfungsi lagi itu dengan transplantasi ginjal atau haemodialisa (cuci darah).

Konsumsi makanan yang mengandung kalium yang tinggi sungguh sangat berbahaya untuk pasien dengan GGK. Karena ginjal sudah tidak mampu lagi menyaringnya hingga pada akhirnya kalium tersebut kembali ke darah dan menyebababkan hiperkalemia. Tak hanya kalium, tetapi juga pada elektrolit lainnya. amoxil buy Sehingga dianjurkan pada penderita gagal ginjal untuk tidak banyak minum karena memang ginjalnya sudah sangat menurun fungsinya.

Setelah dianamnesa, ternyata pasien saya tersebut mengalami sesak yang sangat berat setelah mengkonsumsi durian. Durian, buah yang menjadi favorit saya juga itu mengandung kalium yang tinggi. Sama halnya seperti nangka. Salah satu akibatnya adalah pada paru-paru. Selain itu pasien tersebut juga menderita anemia dengan kadar haemoglobin yang rendah, 6,9 g%, termasuk salah satu manifestasi klinis dari gagal ginjal juga.

Setelah diberikan oksigen, bapak yang malang itu tetap saja sesak. Uremic lung, akibat peningkatan uerum dan kreatinin dalam darah  Duh, saya sangat khawatir saat itu. terlebih lagi ketika melihat anaknya yang masih kecil dan istrinya yang sepertinya hanya seorang ibu rumah tangga. Ketika malam semakin larut, di saat pasien-pasien lainnya sudah tidur, pasienku masih melawan sesak nafasnya, ditemani sang istri yang begitu setia. Tak hanya mereka yang tak terlelap, saya pun demikian. Apalagi dia beliau adalah pasien pertama saya yang saya tangani dari cheap Ampicillin Drugstore online buy awal. Kebetulan juga malam itu saya sedang mendapatkan tugas jaga, maka saya buy cialis tadalafil pun dapat memantau kondisi sang bapak.

Sebenarnya  bapak itu  pernah diopname beberapa waktu yang lalu dengan keluhan yang sama. Karena tidak  mungkin mencangkokkan ginjal, apalagi kondisi ekonomi mereka yang  masuk ke dalam golongan menengah ke bawah. Maka pilihan lainnya adalah cuci darah. Ya, itu adalah pilihan agar sesaknya hilang. Akan tetapi, istrinya menolak karena dalam pemikirannya generic medication online cuci darah itu adalah dengan mengelurakan seluruh darah di dalam tubuh pasien lalu dicuci dan dimasukkan kembali ke dalam tubuh.

Kali ini sang istri setuju setelah mendengarkan penjelasan dari dokter yang merujuk suaminya ke rumah sakit dan ia semakin mantap setelah saya mengajaknnya ke ruangan haemodialisis. Dengan fasilitas Jamkesmas yang mereka miliki, maka tak mereka tak perlu mengeluarkan biaya untuk HD.

“Dokter, setelah dicuci darahnya, suami saya bisa naik motor lagi kan dok? Udah sehat seperti biasa lagi kan?” tanya ibu itu penuh harap.

“Insyaallah bu, asal ngga makan westernunion ohio durian sebanyak kemarin dan makanannya dijaga,” jelasku.

Benar saja, setalah melaksanakan haemodialisa, kondisi pasien pertama saya semakin membaik. Senang rasanya ketika melihat bapak tersebut tertidur pulas bersama anak semata wayangnya yang masih kecil. Melihat senyuman istrinya yang kembali merekah.

Category: Opini  Tags:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
18 Responses
  1. wendyachmmad says:

    wah… pengalaman pertama memang selalu penuh dengan kesan-kesan tak terduga …. semoga sukses ya :cendol

  2. nandar says:

    semoga amanah ilmu bs dimanfaatkan sebaik mungkin dan tetap ber empati saat menangani pasien

  3. Irwani says:

    Terharu bacanya, sukses ya!!

  4. syifwa says:

    pelajaran buat kita semua. kesehatan itu tinggi nilainya, lebih baik mencegah daripada mengobat..

  5. aming says:

    syukur alhamdulillah sibapak itu kembali sehat,
    jadi serem juga sama durian niy…..

  6. Pandri says:

    Pengalaman pertama ya Za.. :)
    Ati ati salah priksa. Ntr Mal Praktek..
    ntr ketinggalan lagi kain kasi diperut. Hhehe…
    *Umpama.

  7. first is everything,…

  8. ded says:

    Mudah2an Tuhan memberikan suatu keajaban bagi keluarga tsb… Amiiinnn…

  9. Pakde Cholik says:

    Bahagia rasanya jika kita bisa membantu sesama dengan ikhlas.
    Jangan lupa tersenyum ya nduk kepada pasien dan keluarganya agar beban mereka menjadi ringan.
    Kalau dokter dan perawatnya mahal senyum wahhh…..rasanya sedih.

    Yang penting juga, sebelum berangkat jangan lupa untuk selalu meluruskan niat yaitu bekerja untuk ibadah, agar barokah dan selalu dalam bingkai petunjuk-Nya.

    Sukses selalu ya.

    Salam hangat dari Surabaya

  10. Freak Holic says:

    Wah.. akhirnya bisa menyempatkan lagi baca blog ini … selamat ya, udah menjadi Ibu Dokter … semoga sukses … masih mau review mengenai 10 blog terbaik versi ane … :rate

  11. bintangtimur says:

    Liz, saya yakin suatu saat nanti Liza akan jadi dokter teladan…*saya nulis komen ini sampe merinding*
    Perhatian tulus seorang dokter terhadap pasien, sepertinya sudah 50 % kesembuhan bagi pasien itu sendiri. Apalagi saya baca di running text televisi kalo cuci darah di NAD akan dilakukan dengan gratis, Insya Allah bapak tersebut akan ‘berteman’ dengan penyakitnya tanpa harus menanggung biaya yang terlalu tinggi…
    Selamat bertugas Liz, sukses ya!

  12. Nice story and blog, pengalaman nya baik untuk di-share nih, slm kenal keep linked :)

  13. goenk says:

    dah pande suntik ya liz????

  14. dian says:

    Wah, pasti senang ya, bisa membantu orang lain.
    jadi ingat waktu kecil kalau ditanya cita-cita, pasti jawabnya jadi dokter :)
    Salam

  15. Kojack says:

    ya tuhan…
    betapa berharganya kesehatan….
    tulisannya benar bener bagus. di tunggu lanjutannya

  16. Gerry Mussa says:

    Sick and tired of obtaining low numbers of useless traffic for your website? Well i want to let you know about a brand new underground tactic that produces me personally $900 per day on 100% AUTOPILOT. I could truthfully be here all day and going into detail but why dont you simply check their site out? There is a great video that explains everything. So if your serious about producing simple hard cash this is the site for you. Auto Traffic Avalanche

  17. asop says:

    Menolong orang sungguh nikmat ya.. :mewek2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes