Sterilkah Botol yang Berisi Teh Itu?

generic doxycycline class=”size-medium wp-image-605″ cialis to buy title=”minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri” westernunion kentucky src=”http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/06/minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri1-300×174.jpg” alt=”" width=”300″ height=”174″ />

teh botol vs teh cangkir

Beberapa hari yang lalu ketika berhentik sejenak di sebuah warung kopi yang terletak tidak jauh dari rumah, saya dan kedua keponakan saya yang kembar, Fina dan Fira, memesan teh yang dikemas dalam botol dan katanya minuman untuk setiap makanan. Apapun makanannya, minumnya teh tersebut. Begitulah kira-kira iklannya. Sedangkan seorang teman saya yang juga hadir di warkop diflucan cheap itu memesan sanger.

purchase amoxil buy augmentin justify;”>Tanpa ingin menyebutkan merk, karena secara tidak langsung memberikan iklan gratis kepada perusahaan teh ternama di negeri ini (keluar deh pelitnya J). Tapi saya yakin semua pasti tahu produk teh apa yang saya maksud.

Di pagi menjelang siang itu, saya menghabiskan teh tersebut dengan cepat. Yeah, waktu itu memang matahari mengeluarkan kalornya dengan cukup tinggi. Teh dalam kemasan botol yang baru saja dikeluarkan dari lemari es setidaknya dapat menghilangkan dahaga. Tapi tidak demikian dengan si kembar. Fira sedang mencicipi kue yang dihidangkan pelayan dan Fina sedang menatap heran botol teh di depannya yang masih terisi setengah.

“Cek coba lihat, di dalamnya jorok.” Spontan ucapan Fina mengalihkan cheap Ampicillin online Drugstore buy perhatianku dan juga yang lain. Langsung saya melihat lebih dekat botol teh yang isinya telah dihabiskan setengah oleh keponakanku itu.

Benar saja. Ada tiga bercak tanah hampir sebesar kancing baju menempel di dinding botol. Saya menyerahkan botol itu ke teman untuk memastikan, dan itu benar-benar tanah. Pelayan warung kopi yang saya panggil juga terkejut melihat tanah yang melekat di dinding botol itu.

Tidak mungkin tanah itu dimasukkan keponakan saya yang memang usianya masih lima tahun. Tanahnya keras dan terkesan telah lama melekat di dalam botol. Bayangan akan botol-botol bekas berlumpur yang dicuci seadanya oleh para pemulung dan dijual kembali kepada perusahaan minuman tersebut membuat saya jadi berpikir yang tidak-tidak.  Apakah botol-botol tersebut tidak disterilkan lagi ketika teh dimasukkan ke dalamnya? Atau hanya sekedar dicuci seadanya tanpa melihat apakah botol-botol tersebut sudah bersih atau belum. Seandainya saat itu saya membawa kamera, pasti saya akan mengabadikannya. Bukan bermaksud untuk menjatuhkan produk yang telah sangat terkenal di masyarakat ini, tetapi agar mereka lebih teliti lagi dalam menjaga sterilitas produk yang telah menjadi andalan ini.

Mungkin kejadian ini hanyalah satu diantara seribu. Mungkin kebetulan saja keponakan saya mendapatkan teh dalam kemasan botol plus tanah di dindingnya. Entahlah. cheap Amoxil online without prescription buy Yang jelas kejadian hari itu membuat saya berpikir-pikir kembali ketika memesan minuman dalam kemasan berbotol. Apapun makanannya, minumnya buy levitra online cheap pikir-pikir dulu ya.

Sumber foto : sbelen.wordpress.com

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
37 Responses
  1. riza says:

    “Apapun makanannya, minumnya pikir-pikir dulu ya.”

    Supakat, Dek!!!

  2. Aulia says:

    itu sering ditemukan, dari seribu sampel mungkin satu ada..
    dan saya juga pernah menemukan di teh merek lain :D

  3. hehehhe…kalau saya lebih milih minuman dalam kemasan tetrapack mbak. Sepertinya bungkusnyya tidak bisa dipakai ulang. tapi menurut saya kejadian diatas sangat jarang terjadi mbak, karena saya pernah berkunjung ke pabrik pembuatnya, prosesnya rapi dan baik. Tapi pilihan tetap kembali kepaa kita sebagai konsumen.

  4. WendyAchmmad says:

    Sebenarnya botolnya steril, tapi isinya yang tidak steril …. Sebuah pelajaran yang menarik dari artikel ini adalah “TELITI SEBELUM MEMBERI/MEMBELI” :D . Setuju!!

  5. aming says:

    lebih baik bawa minuman sendiri yang telah dimasak, lebih aman euy

  6. nathan says:

    sekalian bawa dispenser aja :maho
    pengen minum panas ato dingin siap sedia :maho

  7. arif says:

    wah sekarang mesti hati2 ya…
    btw, klo bolehlah saya bertukar link..link blog mbak liza sudah ada di page blogroll saya :D

  8. nietha says:

    waduh, minuman favoritku tuh..

  9. aulawi ahmad says:

    menurutku itu bisa jadi bukan produk asli (botolnya doang yg asli) atau bisa jadi produk cacat, n seharusnya kamu foto n laporkan pada CSnya itu produk karena sangat merugikan konsumen :)

  10. kalau demi kesehatan, mungkin teh botol sama sekali tdk higienes, mbak lisa. botol2 yang dipakai pun mungkin sama sekali tdk steril. tapi memang harus diakui, dari sisi kepraktisan, teh botol memang memiliki keunggulan tersendiri. wahm, saya malah kangen dengan teh [poci gaya tegalan, mbak lisa., dah lama banget ndak mencicipinya. kangen dengan aroma tanah liat bercampur dengan sudeuhan kpoi yang pakai gula batu. hmm ….

  11. Apa Maun says:

    Saya juga pernah mengalami hal yang sama, namun saya bukan tanah melaikan semacam makanan yg tersisa. tetapi tetap saja minum itu teh.

  12. adizone23 says:

    harus teliti nih,, sebelum minum teh t$@^l s&*6o….

  13. san says:

    kalo dari pabrik kayaknya mustahil ada yang kayak begitu,bisa jadi minuman yang mba minum palsu alias di isi sendiri oleh orang lain, bukan dari pabriknya..

  14. zarod says:

    wah sayang gak ada bukti berupa foto bahwa botol tersebut memang ada bercak tanahnya, coba klo ada brati pembenaran tanpa ada unsur mengada ada pastinya. :)

  15. human error ? jangan jangan ada teh isi ulang …..lol

  16. Sapta says:

    sebenarnya dilaporkan aja lebih baik.. ka merugikan konsumen.. difoto minumannya sebagai bukti.. biar masyarakat yg lain gak kena hal yg sama.. :)

  17. willy says:

    lain kali, ati2 deng… :)

  18. farus says:

    uh syik tuh kalo lg musim hujan mimi teh anget….

  19. hakim says:

    wah tu bagian QC nya musti dipecaaat….

  20. wenni says:

    atau mungkin itu pemalsuan mba? jd bukan produk asli dr produsen merk itu

  21. fanz says:

    saya juga sering nemu yang kek gtu mbak.. bahkan di mulut botolnya kadang² udah berkarat gtu..

  22. Prince14Area says:

    kayak’a mesti di check ke Pusat’a tu Za..
    Salam Za..
    Dah lama g berkunjung.. :)

  23. Andri says:

    jadi pengen sanger kak..loh?hehe

    dah lama gk berkunjung kesini..:D

  24. Molly says:

    atau mungkin itu pemalsuan mba? jd bukan produk asli dr produsen merk itu

  25. nur says:

    Ya tu bisa jadi minuman palsu… Atau bisa juga minuman itu memang sudah lama, sehingga ada endapan teh yang menempel di botolnya..

    Yang jelas dengan kepraktisan makanan atau minuman yang ada saat ini, kita sebagai konsumen harus lebih teliti…

  26. Suardi says:

    Baju blog nya makin bagus za. Ayo update isi nya :D

  27. millati says:

    Kalo teh yang kemasan kotak gak ada bekas tanah di dalamnya kan?

  28. Kalau pabriknya sudah menerapkan prosedur dengan ketat masih kecolongan juga berarti memang ada yang sengaja memalsukan minuman tersebut di luar prosedur pabrik. Apapun makanannya, minumannya bisa saja kan dipalsukan.

  29. bintangtimur says:

    Kebetulan saya lebih suka teh celup, Liz…segala sesuatu yang berbau kemasan (botol maupun plastik) sedapat mungkin saya hindari. Hehehe, menghilangkan kebiasaan minum PS dingin itu yang saya belum bisa, apalagi kalo habis olahraga… :P
    Apapun minumannya, ternyata nggak selalu steril seperti iklannya ya!

  30. Ummu Kamilah says:

    Harus waspada juga kalau gitu ya. Untungnya jarang beli minuman botolan. Bener itu slogan barunya :apapun makanannya minumnya dipikir dulu.:)

    Eh, malahan kalau setiap saya tanpa sengaja ,menjatuhkan potongan sayur siap masak yang kemudian langsung saya cuci lagi, saya langsung kepikiran. Kira-kira orang lain terutama yang jualan masakan di warung-warung itu melakukannya juga gak ya. apalagi kerja cepat dan banyak apa mau repot-repot nyuci lagi yang udah jatuh? apa nggak dimasukkan aja tanpa dicuci dulu.? soalnya saya pernah menyaksikan seorang pedagang yang menjual gorengan, ketika satu gorengan jatuh ke lantainya yang penuh tanah itu, langsung aja dia balikin lagi ke tempatnya.

  31. Ya semoga saja itu hanya kebetulan saja. Sebab klu benar2 tak disterilkan tu botol. Ane juga jadi ragu minumnya….

    Salam kenal….

  32. asop says:

    Nah, makanya sejak dulu saya mending bawa minum dari rumah. :D Paling buruk ya saya bakal beli minuman kemasan kotak, bukan botolan. :lapar

    “Apapun makanannya, minumnya pikir-pikir dulu ya.” ====> Setuju banget. :2thumbup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes