“Hampir lima juta balita di Indonesia menderita kekurangan gizi dan 1,8 juta yang kurang gizi tersebut bersifat irreversible. Salah satu gejala dari kekurangan gizi yang irreversible itu adalah perkembangan otak balita yang lambat. Akhirnya, jangan heran kalau generic cialis prices banyak anak-anak yang imbisil dan debil (bodoh) di negeri ini.”
Begitulah pengantar awal dari dr. T.H Makmur Mohd. Zein, MKes, SKM, PKK ketika memberikan bimbingan tentang gizi kepada saya dan teman-teman yang sedang menjalankan kepanteraan klinik di bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Sungguh sangat miris mendengar kenyataan tersebut. Mengingat negara kita Indonesia adalah negara kaya dengan hasil yang alamnya melimpah. Indonesia adalah negara agraris, tapi lebih dari 37 persen anak Indonesia usia 0-5 tahun (balita) kekurangan gizi yang ditandai dengan bentuk fisik stunted atau tinggi badan tidak sesuai dengan umur.
Selain itu dibeberapa propinsi masih ada kasus gizi buruk pada balita di atas prevalensi nasional (5,4 persen). Misalnya, Aceh dengan angka 10,7 persen, NTT (9,4 persen), NTB (8,1 persen), Sumatera Utara (8,4 persen), Sulawesi Barat (10 persen), Sulawesi Tengah (8,9 persen), dan Maluku (9,3 persen). Ada juga provinsi yang kasus gizi buruk maupun kurang gizinya cukup diflucan dosage tinggi. Yakni, NTT, NTB, Sulteng, dan Maluku.
Kekurangan gizi pada balita terjadi bila konsumsinya melalui makanan kurang. Dampaknya, tubuh balita akan mengalami keseimbangan negatif; berat badan akan kurang dari berat badan ideal. Dampak gizi buruk yang terparah pada balita adalah marasmus. Keadaaan ini ditandai dengan kulit kering, tipis, tidak lentur, serta mudah berkerut. Rambut tipis, jarang, kering, tanpa kilap normal, dan mudah dicabut tanpa menyisakan rasa sakit. Penderita kelihatan apatis, meskipun biasanya masih sadar, dan menampakkan gurat kecemasan. Tanda-tanda itu, disokong dengan lekukan pada pipi dan cekungan di mata, menjelaskan gambaran wajah seperti orang tua.
Bedasarkan laporan global badan PBB (UNICEF) mengenai kemajuan dunia untuk gizi ibu dan anak tercatat bahwa Indonesia menempati urutan sebagai negara kelima di dunia dengan jumlah terbesar balita pendek atau terhambat pertumbuhannya yakni 7,8 juta anak balita pendek.
Kekurangan gizi itu sama saja dengan kelaparan. Dimana asupan gizi seperti cheap Ampicillin buy Drugstore online karbohidrat dan protein yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak tidak didapatkan secara maksimal. Ibarat ayam mati di lumbung padi, mungkin begitulah analogi untuk status gizi balita Indonesia.
Kehilangan generasi penerus
Mungkin Indonesia bisa berbangga hati dengan prestasi-prestasi yang diraih anak negeri ini dibidang olimpiade sains tingkat internasional ataupun penghargaan-penghargaan dibidang lainnya. Akan tetapi negara kita seharusnya malu dengan predikat sebagai negara yang memiliki urutan ke 5 dengan balita yang terhambat buy levitra low price pertumbuhannya.
cheap Amoxil buy without prescription online justify;”>Pepatah mengatakan, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Kalimat tersebut mengajarkan kita pada kiasan hidup tantang segala perbuatan akan memberikan dampak di masa akan datang. Begitu pula dengan dampak dari gizi buruk merupakan sebuah kegagalan tindakan dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia generasi bangsa yang lebih baik di masa akan datang.
Dalam ilmu kesehatan masyarakat penyebab langsung gizi buruk atau yang lebih dikenal dengan malnutrisi ini adalah ketidak seimbangan antara asupan makanan. Kekurangan antara asupan makanan membuat daya tahan tubuh sangat lemah, memudahkan terkena penyakit infeksi karena iklim tropis, sanitasi lingkungan buruk, sehingga menjadi kurang gizi. Kondisi ini berlangsung secara gradual dan terus berlanjut dalam konsistensi waktu yang cukup lama.
Jika status gizi tidak diperbaiki, sel-sel otak tidak bisa berkembang dan sulit dipulihkan. Perkembangan jaringan otak dengan stimulasi mencapai 80 persen pada usia 0-3 tahun. Pada usia 10 tahun perkembangan jaringan otak yang sehat disertai stimulasi akan mencapai 90 persen. Tanpa stimulasi perkembangan jaringan otak akan jauh di bawah persentase tersebut.
Hal inilah yang disebut sebagai kerusakan yang irreversible (permanen) yang akhirnya menjadikan seorang anak itu imbisil ampak gizi buruk yang bersifat permanen sangat dimungkinkan terjadi pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kekurangan gizi pada masa ini, terlebih masa golden period (0-3 tahun), tidak hanya menyebabkan terjadinya gangguan perkembangan fisik, tetapi juga perkembangan mental dan intelektual sang anak akan mengalami gangguan serius. Efeknya terlihat dari rendahnya tingkat kecerdasan, rentan terhadap penyakit, gangguan dalam pemusatan perhatian, lambatnya perkembangan kemampuan kognitif, dan berbagai gangguan lain yang berdampak amoxil online pada rendahnya kualitas manusia secara umum.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masa depan bangsa ini masih dalam kondisi terancam kehilangan generasi yang berkualitas. Generasi yang tumbuh dan berkembang dalam kondisi kurang gizi atau gizi buruk akan sulit bersaing dengan yang lainnya. Pada gilirannya mereka akan tersisih dan berpotensi menjadi mata rantai penyebab gizi buruk generasi berikutnya.
Lantas, Apa yang Dapat Kita Lakukan?
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan sebagai calon dokter yang nantinya akan mengemban tugas untuk meningkatkan derajat kesehatan negeri ini, tentunya saya tidak menginginkan generasi penerus bangsa hilang karena kekurangan gizi. Saya yakin anda pun demikian. Sebelum bangsa ini kehilangan satu generasi, problem gizi buruk harus segera diatasi. Segenap pihak; baik pemerintah, masyarakat, stakeholder, maupun orangtua, harus bekerja sama, bahu-membahu mengenyahkan musuh bersama bangsa ini. Lantas apa yang dapat kita lakukan?
Salah satu strategi cepat pemulihan gizi buruk adalah melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilakukan secara serentak dengan penyuluhan tentang gizi kepada orang tua. Itu artinya, peran ahli gizi di berbagai rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), harus dioptimalkan. Dalam kenyataan, banyak ahli gizi di rumah sakit dan puskesmas justru menjadi tenaga pendaftaran atau administrasi. Ironis bukan?
Program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi penderita gizi buruk harus ditingkatkan intensitasnya. Jika semula hanya dilakukan sekali dalam sebulan, kini harus ditambah minimal dua kali dan tepat sasaran. Artinya, PMT itu harus benar-benar diberikan pada balita, bukan pada yang lain.
westernunion florida style=”text-align: justify;”>Bagi ibu hamil (bumil), harus ditanamkan kesadaran bahwa pemberian makanan berkualitas sejak anak berada dalam kandungan merupakan sebuah keharusan. Penelitian membuktikan bahwa 80 persen pembentukan otak anak terjadi dalam kandungan; sementara 20 persen perkembangan berikutnya terjadi saat anak lahir hingga usia dua tahun. Hal ini sering diabaikan oleh bumil maupun masyarakat pada umumnya. Mereka sering tidak tahu bahwa bayi berusia di bawah enam bulan membutuhkan air susu ibu eksklusif. Pemahaman dasar ini penting karena sangat berpengaruh terhadap masa depan anak.
Ada anggapan bahwa gizi buruk bertalian erat dengan kemiskinan. Jika demikian halnya, maka pemerintah perlu mengevaluasi program-program pengentasan kemiskinan. Dalam pembukaan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengamanatkan kepada penyelenggara negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Salah satu bentuk perlindungan kepada bangsa ini adalah upaya perlindungan dari bahaya laten kehilangan generasi yang diakibatkan gizi buruk.
Secara khusus pelaksanaannya bisa mengacu pada UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, di mana pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat bersama-sama doxycycline prices online menjamin tersedianya bahan makanan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi secara merata dan terjangkau (pasal 141 ayat 3). Bahkan, pemerintah harus bertanggung jawab atas pemenuhan kecukupan gizi pada keluarga miskin dan dalam kondisi darurat (pasal 142 ayat 30). Lebih jauh lagi, pemerintah juga buy amoxil without prescription harus bertanggung jawab terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan pengaruhnya terhadap peningkatan status gizi (pasal 143).
Akhirnya, kita tidak ingin generasi mendatang miskin prestasi lantaran gizi buruk. Maka, kerja sama yang harmonis, holistik, terarah dan terencana dari pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat, menjadi penting demi membebaskan generasi mendatang dari gizi buruk dan untuk menuju Indonesia Sehat 2010.
Sumber Foto : www.foto.detik.com



ini ada yang salah ketik :
“Llmu Kesehatan Masyarakat”
kalo menurut fi :
mungkin memang harus ada ‘dokter keliling’ di indonesia..jadi masalah gizi buruk dan penyakit berat yang tertangani jadi cepat diketahuia sehingga cepat dapat di cegah/diobati..
dokter keliling ini mungkin bisa juga berbentuk tim, dengan satu mobil..tugasnya sehari2 adalah keliling2 kampung..
mgkn kendalanya nanti jumlah dokter yang masih kurang..
semoga saja itu bisa terlaksana. tentunya jumlah dokter harus diperbanyak lagi
Dan dengan biaya murah mbak, kan sama saja banyak tapi mahal.
seharusnya gratis..karena umumnya alasan orang yang ga mau pergi berobat karena ketiadaang/kekurangan uang..
Bukan lagi masalah kemiskinan, tapi pemiskinan. Saya bukannya ingin sekedar menyalahkan (oknum) pemerintahan ini yang terlalu asik membiarkan “globalisasi” menggerogoti kekayaan alam negara ini; tapi memang demikian faktanya. Kemakmuran materiil negara “dunia pertama” menciptakan kemiskinan negara “dunia ketiga”
.-= Ali Reza´s last blog ..Muslim di Piala Dunia 2010 =-.
hmmm argumennya bisa diterima
doohh….ngga kuat liat gambarnya….
mengiris hati…..
ini adalah potret dari sekian banyak warga indonesia yang keparan
Pemerintah sudah banyak melakukan program dibidang kesehatan, Pemda harus lebih giat lagi melakukan trobosan2 agar keehatan masyarakat semakin membaik.
Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara ” Ungkapkan Opini Anda” dan ”The Amazing Picture ” dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
benar sekali pakde
Kesadaran masyarakat ttg kesehatan anak perlu juga ditingkatkan melalui penyuluhan yang intensif.
Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara ” Ungkapkan Opini Anda” dan ”The Amazing Picture ” dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
.-= BlogCamp´s last blog ..Gethuk Weekend Pembawa Rejeki =-.
begitu banyak program yg telah dicanangkan pemerintah (Pem pusat ataupun daerah) namun realisasinya gak pernah maksimal. semua itu karena program yg dicanangkan tidak diiringi “pelatihan” dan “pengawasan” terhadap sdm yang berkaitan dgn program tsb. contoh di sumsel ini, ada program gratis kesehatan buat masyarakat miskin, tapi apa nyana “prilaku” sdm (contoh pegawai puskesmas) yg seharusnya berlaku sesuai aturan malah menunjukkan sikap yg tidak “simpatik” n “merendahkan”. hmmmm
di aceh juga sudah ada jaminan kesehatan aceh, baru diluncurkan, tidak tahu bagaimana ke depan
kasian bgt denger nya,…. negeri nya kaya tapi kog kelaparan,….
begitulah negeri kita
Sedihnya negeri ini…
aceh juga ilham
Selain masalah kemiskinan, kondisi ini juga berkaitan erat dengan tingkat pendidikan (baca: kebodo*an). Sebenarnya setali tiga uang.
Saya sepakat dengan salah satu solusi yang menargetkan para (calon) ibu sebagai sasaran program…
Salam Kenal ..?
Boleh Tuker Link ga ..?
Link anda Sudah Saya Masukan neh Ke Blog Saya ..
Mhon Di Link back ea .
http://ipankcrew.wordpress.com
Terimakasih ..
Memang sangat ironis, negara kita kaya akan sumber alam. Pertanian masih melimpah, hasil laut berupa ikan juga tersedia banyak, tapi mengapa banyak yang mengalami kekurangan gizi? Bahkan katanya negeri ini 2/3 adalah lautan yang berarti tersedia banyak air, tapi ternyata daerah yang dilanda kekeringan juga banyak. Termasuk daerah yang sebenarnya dikelilingi oleh laut.
ironis sekali ya…
.-= HALAMAN PUTIH´s last blog ..Depresi Yang Bikin Repot =-.
kasihan sekali melihat negeri yang kaya ini :’(
.-= Aulia´s last blog ..Pengaturan Facebook Lebih Sederhana =-.
Kondisi ini harus sesegera mungkin kita ubah bersama ….
.-= wendyAchmmad´s last blog ..Tanaman Beracun Pembunuh Socrates =-.
selain keterlibatan pemda, yg harus dilakukan maksimal juga adalah adanya kesadaran dr masyarakat sendiri, dengan melalui penyuluhan sampai kepelosok.
salam
.-= bundadontworry´s last blog ..Benarkah Jeruk Bisa Meluruhkan Lemak? =-.
Inilah dampak dari korups
.-= Zian X-Fly´s last blog ..Selamat Tinggal Al Falah =-.
pernah terjadi kesalahan konsep, bahwa yang namanya makanan pokok haruslah beras. hal ini menyebabkan beberapa daerah yang terbiasa tak mengkonsumsi beras dipaksa mengkonsumsi beras, generasi berikutnya akhirnya mengkonsumsi beras, jadilah kebutuhan beras meningkat
innalillahi,,,,
semoga dengan ini, kita yang masih diberikan banyak kesehatan juga senantiasa selalu bersyukur dengan apapun kondisi kita, ndak mengeluh terus2an,, ^_^
Subhanallah…..peringkat ke 5 untuk sebuah borok saya rasa ini PR kita semua untuk bisa paling tidak mengurangi dampak dari hal seperti itu ya Mba Liz..Insya Allah jika kita mau berusha, saya yakin negeri ini bisa, bisa untuk keluar dari lubang ketertinggalan dari masalah gizi buruk Insya Allah….
Oh ya Mba, jika berkenan, boleh saya minta informasi detail tentang Pantai Lampuuk
salam hangat
ya Allah… kasian sekali liat foto anak itu.
mudah2an kemiskinan di negeri ini segera berkurang drastis, karena gizi buruk identik dg kemiskinan dan juga mudah2an banyak org kaya yg dermawan, amiin….
Miris melihatnya mbak, ketika para pejabat memiliki perut buncit karena kebanyakan makan, rakyat memiliki perut buncit karena busung lapar..
Sangat ironis..
paling ga tega klo liat foto2 kaya gitu..
astagaaa fotonya miris…
masalah kelaparan ini udah ada sejak jaman dulu…
susah banget mecahinnya..
melihat fotonya sangat miris…
pencegahan bisa mulai dari diri sendiri, lihatlah disekitar kita, jika ada yang kelaparan makan bagilah mereka yang kelaparan.. masalah ini harus menjadi tanggung jawab seluruh warga Indonesia…
mudah-mudahan cepat teratasi..
Salam Kenal semua!!!
Kapan ya negeri kita ini ,tidak ada kemiskinan ataupun kelaparan?gak tega rasanya..