Archive for » 2010 «

Wahai Teroris, Enyahlah dari Bumi Aceh

Mencekam! Itulah yang saya rasakan ketika melewati pegunungan Seulawah pada Jumat (5/03) kemarin. Puluhan aparat TNI dengan senjata lars panjangnya penuh siaga berpatroli pada beberapa titik di pegunungan yang sepi itu. Hujan yang terus mengguyur sejak siang sampai malam tiba tak membuat mereka urung untuk tetap berdiri di pinggir jalan.

Lalu di beberapa Polsek kecamatan yang  saya lalui, terlihat kendaraan yang menuju Banda Aceh – Medan disweeping oleh aparat kepolisian setempat. KTP, SIM, STNK menjadi syarat sah untuk bisa melanjutkan perjalanan. Proses pemeriksaan bagi pengendara yang berKTP luar Aceh lebih lama dari mereka yang berKTP Aceh. Berbagai pertanyaan seperti ada keperluan apa di Aceh? Anda hendak kemana? Sudah berapa lama di Aceh? Dan berbagai pertanyaan lain diajukan dengan gaya khas mereka.

Curiga! Itulah aroma yang kurasakan dari polisi-polisi itu.

Saat-saat tersebut mengingatkanku pada beberapa tahun silam. Saat Aceh masih berprahara dengan konflik yang berkepanjangan. Sweeping dan kontak senjata sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Aceh. Namun, kali ini ketika pertikaian panjang itu telah berakhir dengan damai. Ketika tak ada lagi pertumpahan darah. Ketika masyarakat Aceh dengan semangatnya menghirup udara perdamaian. Ancaman yang akan mengusik ketenangan kembali terjadi.

Orang-orang mengatakan kalau di Aceh tepatnya Aceh Besar terdapat teroris yang jumlahnya puluhan. Mereka menggunakan pegunungan Aceh Besar sebagai tempat untuk latihan. Ada yang menduga kalau mereka adalah bagian dari Jamaah Islamiyah, organisasi perpanjangan tangan jaringan teroris Al Qaidah di wilayah Asia Tenggara.  Dan masih terdapat hubungan dengan kelompok Noordin M Top. more…

Secercah Asa dalam Tumpukan Sampah

Ta mita keu droe leubeh get dari pada ta harap bak gob

Berusaha sendiri lebih baik dari pada mengharap belas kasihan orang lain


Laki-laki tua itu asyik mengumpulkan kardus, kaleng, dan botol plastik yang tergeletak di atas tanah. Lalu ia memasukkan barang-barang bekas tersebut ke dalam sarung biru bermotif kotak-kotak. Siang yang mendung membuatnya harus segera beranjak dari pintu gerbang perumahan dosen Unsyiah, Sektor Timur – Darussalam. Setelah sarung terisi, ia lalu mengangkatnya ke atas sepeda ontel usang dan pulang.

Ibrahim, nama lelaki itu. Memulung adalah pekerjaannya. Ia menjalani profesi ini sejak tahun 2004. Kawasan Darussalam dan kampus Universitas Syiah Kuala menjadi tempat baginya mengais rezeki. “Lon jak ngon gaki keudeh (saya berjalan kaki ke sana (Darussalam)),” jelasnya.

Sedangkan sepeda ontel yang ia punya tak bisa dikayuh lagi. Besi-besinya sudah usang dan harus disangga dengan kayu. Sepeda itu  hanya dibawa untuk meletakkan hasil memulung.

Setiap hari Ibrahim berangkat dari rumahnya di Lambaro Angan, Aceh Besar. Pukul enam pagi ia telah mendorong sepeda dan berjalan menuju Darussalam yang berjarak sekitar 10 kilometer. Tak ada sandal yang menjadi alas kaki. Kemeja jingga kotak-kotak dan kain sarung coklat yang dipakai juga telah lusuh. Namun semangatnya berbanding terbalik dengan pakaian yang dikenakan.

“Usia tua bukan alasan untuk tidak bekerja,” ucap lelaki yang berusia 90 tahun ini. more…

AcehPedia, Referensi Sejarah dan Kebudayaan Aceh

Aceh memiliki sejarah yang sangat panjang. Kebudayaannya terkenal sejak ratusan tahun lalu di seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Namun sejarah dan kebudayaan lokal Aceh ini akan musnah perlahan-lahan jika tidak dilestarikan oleh kita- para generasi penerus.

Pelestarian budaya Aceh yang beragam harusnya dilakukan secara kontinyu. Jika tidak, semua ini akan berdampak pada musnahnya banyak warisan budaya karena lapuk dimakan usia, terlantar, terabaikan bahkan dilecehkan keberadaannya. Padahal banyak bangsa yang kurang kuat sejarahnya justru mencari-cari jati dirinya dari tinggalan sejarah dan warisan budayanya yang sedikit jumlahnya.

Melestarikan berarti memelihara untuk waktu yang sangat lama. Jadi upaya pelestarian warisan budaya Aceh berarti upaya memelihara warisan budaya lokal untuk waktu yang sangat lama. Salah satu cara pelestariannya adalah dengan memanfaatkan kemajuan tenologi informasi seperti menulis kembali sejarah dan budaya Aceh di AcehPedia.

AcehPedia adalah sebuah ensiklopedia tentang Aceh yang dapat ditulis secara kolaboratif oleh para pembacanya. Untuk memudahkan kolaborasi, konten lokal ini menggunakan perangkat lunak MediaWiki. Layaknya media wiki (wikipedia), setiap orang ataupun lembaga dapat menulis, memeperbaiki ataupun mengubah isi AcehPedia setelah mendaftar (registrasi) dan terverifikasi. more…

Tips Search Engine Optimization Alias SEO di Blog Itu Ribet

Akhir-akhir ini aku tertarik belajar SEO pada salah satu teman di acehblogger. Sebagai langkah awal aku diminta sang guru untuk menulis tentang isu-isu yang sedang hot seperti kasus Nova, gadis di bawah umur yang diculik lewat facebook. Tapi karena tidak terlalu mengikuti kasus ini, maka aku pun memilih topik lain. Kebetulan aku  sedang ikut Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC yang diselenggarakan oleh mudaers.com, maka mulailah diriku belajar SEO dengan menggunakan keyword ini.

Sedikit informasi, dalam lomba tersebut, dewan juri akan menggunakan mesin pencari google.co.id untuk mengecek peringkat web peserta dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

Apa itu SEO?

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization yang merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk meningkatkan ranking website atau blog di mesin pencari (search engine). Dapat juga diartikan sebagai salah satu upaya untuk menaikkan SERP (search engine result page). Bingungkan? (aku juga :) )

Contohnya aku sedang ikut lomba Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC, jadi agar ranking blogku tentang tulisan ini naik maka aku harus menggunakan SEO. (Begitulah kira-kira contoh kasarnya) more…

The Next Juragan Durian

Kalau ingin merasakan durian yang lezat, maka durian Tangse adalah salah satu alternatif jawabannya. Dengan daging yang tebal dan aromanya yang sangat khas, durian Tangse semakin menunjukkan keeksistensiannya dalam jagad dunia durian :) . Terlebih lagi pada awal-awal tahun seperti ini, jika Anda ingin mencicipi lezatnya durian datanglah ke Tangse. Karena sekarang buah berduri itu sedang banyak-banyaknya di kota dingin ini.

Aku pun ngga ketinggalan untuk merasakan lezatnya durian kampung halamanku. Ketika pulang kampung beberapa hari yang lalu, mama langsung menyuguhi dengan durian dan leumang. Tidak hanya itu, keesokan harinya-sebelum aku kembali ke Banda Aceh- mama mengajakku langsung ke kebun durian.

“Yuk kita cari duren, langsung ke kebunnya,” ajak mama.

“Emangnya kita punya kebun?”

“Kebun orang pun jadi,” canda mamaku.

“Ok! Siapa takut.” more…

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes