Kehidupan di Ujung Pancu begitu menyenangkan. Suasana alamnya sangat memesona. Dengan latar belakang bukit barisan dan hamparan birunya laut di depan membuat desa nelayan ini memiliki nilai tambah tersendiri.
Irma Suryani, gadis hitam manis kelahiran 20 tahun silam dengan bangga menceritakan keadaan tempat tinggalnya sebelum bencana yang maha dahsyat-gempa dan gelombang tsunami- itu menghempaskan amarahnya di Serambi Mekkah.
“Pagi itu, seperti hari minggu biasanya. Saya sedang mencuci pakaian,” jelas Irma. Ia sama sekali tidak menduga kalau pagi minggu yang cerah pada tanggal 26 Desember 2004 itu akan menjadi sejarah yang tak pernah dilupakan umat manusia.
“Tiba-tiba saja ada gempa besar, jadinya saya dan orang tua saya berlari keluar dari rumah.” Irma melihat seluruh penduduk kampung juga melakukan hal yang sama. Gempa di pagi itu sangatlah kuat, seumur hidup baru kali ini ia merasakan gempa seperti itu.
Semua penduduk kampung berkumpul di jalan depan rumah mereka masing-masing yang langsung berbatasan dengan hamparan laut. Mereka takut kalau harus kembali ke rumah, bisa saja gempa susulan yang lebih kuat akan merobohkan rumah dan menimpa tubuh mereka. Begitu juga dengan gadis yang saat itu sedang duduk di bangku kelas 2 SMKN I Banda Aceh. Irma memilih berkumpul bersama masyarakat sambil melihat berbagai kejadian luar biasa pada pagi itu.
“Air laut tiba-tiba surut ratusan meter,” ungkapnya, “waktu itu pantai berubah menjadi putih karena dipenuhi ikan, terus karang putih pun kelihatan.”
Sebuah pemandangan yang sangat aneh. Tiba-tiba saja air laut yang surut itu kembali dengan gelombang yang sangat tinggi. “ Sekitar limabelas meter atau setinggi pohon kelapa,” jelasnya.
Karena melihat seluruh penduduk berlarian ke bukit yang terletak tepat di belakang rumah, Irma pun mengambil inisiatif untuk bergabung bersama mereka. Begitu juga dengan orang tua dan saudaranya. Syukurnya, Ujung Pancu yang langsung berbatasan dengan bukit membuat penduduknya selamat dari amukan laut yang sangat dahsyat.
Dari bukit Irma melihat betapa laut begitu seram pada hari itu. Hamparan laut biru menjadi berubah menjadi hitam. Sangat banyak masyarakat yang terombang-ambing di tengah lautan, bahkan tidak sedikit telah menjadi mayat. Pakaian, kasur, ranting pepohonan, sampah, reruntuhan rumah, dan banyak lagi yang lainnya telah terkumpul bersama gelombang laut.
Bungsu dari empat bersaudara itu tiba-tiba teringat pada abang yang sangat disayanginya. Tak ada Azhari, nama abang Irma, di tengah-tengah keluarganya yang berkumpul di bukit itu. Spontan ia teringat kalau abangnya sekarang berada di Blang Oi, sebuah desa yang terletak tidak begitu jauh dengan Ujung Pancu. Namun Blang Oi tidak memiliki bukit seperti Ujung Pancu. Di sekelilingnya hanyalah hamparan laut luas. Orang tua Irma hanya bisa berpasrah saja kepada Yang Maha Kuasa atas nasib Azhari, begitu pula dengannya.
cheap levitra order style=”text-align: justify;”>Selama tiga hari dua malam, Irma dan seluruh penduduk harus tinggal di bukit. “Selama itu kami tidak makan apa-apa. Lapar dan dahaga seakan lenyap saat itu,” papar putri pasangan Sabirin dan Raliyah ini, “bahkan untuk ibu-ibu yang sedang mengandung terpaksa diberikan dedaunan saja. Tapi, pada hari kedua para pemuda dan bapak-bapak di kampung ini nekad turun ke bawah. Mereka buy Amoxil online cheap without prescription mengambil baju yang hanyut dibawa gelombang, terus galon air minum, dan juga ikan-ikan yang terdampar, serta beras yang telah bercampur dengan air laut.”
Setelah mail diflucan order beberapa waktu di bukit, akhirnya seluruh penduduk memutuskan untuk turun ke jalan dan mencari bantuan ke perkampungan terdekat. Alangkah terkejutnya mereka ketika yang menyambut hanyalah rumah-rumah yang telah rata dengan tanah buy vardenafil dan mayat-mayat yang terdampar di mana-mana. Namun, Irma bersama penduduk yang lainnya terus berjalan sampai akhirnya setelah kurang lebih tiga meter berjalan mereka tiba di Simpang Dodik. Kemudian sebuah truk mengangkut mereka ke tempat pengungsian di Lampeuneurut, Aceh Besar.
buy doxycycline without prescription style=”text-align: justify;”>Tak ada kesan yang indah selama di pengungsian. Semuanya serba darurat. Namun, apa boleh buat, Irma westernunion florida tetap harus menjalaninya. Hidup harus tetap berjalan walau berbagai rintangan yang menghadang, begitulah prinsip gadis manis itu.
Lebih dari enam bulan Irma dan seluruh penduduk Ujung Pancu mengungsi di online pharmacy buy -blog tenda darurat Lampeuneurut hingga akhirnya pemerintah bekerja sama dengan NGO asing menempatkan mereka di barak-barak. Irma bersama keluarganya di tempatkan di barak Samahani, ada juga yang ditempatkan di Lambaro, dan berbagai tempat lain yang tidak terjamah oleh tsunami.
“Tekad saya selama di pengungsian adalah harus tetap sekolah. Dan syukurnya saat itu salah satu dari kakak saya ada yang diterima menjadi pegawai negeri sipil. Dialah yang membiayaiku sekolah.” Orang tua Irma yang sebelum tsunami bekerja sebagai nelayan dan juga pedagang ini tidak bisa berbuat banyak untuk anak-anaknya. Tsunami membuat Sabirin menjadi trauma untuk mencari ikan di laut.
Irma tetap melanjutkan sekolahnya di SMK Banda Aceh. Bahkan ketika orang tua dan penduduk kampungnya kembali ke Ujung Pancu setelah dua tahun lebih di pengungsian, Irma memilih tetap tinggal di barak untuk mempermudahnya menuntut ilmu.
“Setelah tsunami tidak ada labi-labi* buy Ampicillin online cheap Drugstore yang masuk ke Ujung Pancu. Jadi, saya memutuskan untuk tetap tinggal di barak bersama kakak yang udah kerja sedangkan kakak yang satunya lagi kembali ke asrama tempatnya kuliah.”
Begitulah Irma, ia begitu gigih untuk melanjutkan pendidikannya. cialis cheapest price Dan sekarang ia telah menyelesaikan bangku SMKnya.
“Lulus sekolah saya kembali ke Ujung Pancu. Sedih rasanya melihat perubahan yang terjadi di tempat saya dilahirkan ini. Ngga ada lagi pepohonan yang dulu rimbun. Sekarang jalannya langsung berbatasan dengan laut,” papar Irma sambil menitikkan airmata.
Namun semua itu adalah kehendak Ilahi yang harus diterima. Karena setiap musibah itu terkandung hikmah yang besar di dalamnya. Kini, di sela-sela menunggu pengumuman kelulusan dari sebuah perguruan tinggi yang dipilih Irma untuk melanjutkan pendidikannya, Irma menjadi relawan di sebuah yayasan yang terletak tepat di ujung tempat tinggalnya.
* labi-labi : angkutan umum
Tulisan ini dimuat dalam buku Memoar Tsunami





mengunjungi pagi hari para sahabat narablog sambil melihat jikalau ada info baru buat nambah wawasan serta ilmu, selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta di penghujung tahun, Selamat menjelang tahun baru 2010. Salam dari ruang hati terdalam
mengunjungi pagi hari para sahabat narablog sambil melihat jikalau ada info baru buat nambah wawasan serta ilmu, selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta di penghujung tahun, Selamat menjelang tahun baru 2010. Salam dari ruang hati terdalam :sungkem
Saya jadi inget kejadian itu mbak, meski hanya lewat layar kacang eh kaca :shakehand2
.-= Wandi thok´s last blog ..Andakah Blogger Jateng pengin dapat laptop GRATIS? =-.
iya pak guru.. tayangan di televisi saja sudah sangat menggugah apalagi jika langsung didepan mata.. semua ini adalah ujian yang harus dihadapi
.-= liza´s last blog ..Hari Ini, Lima Tahun yang Lalu =-.
Tsunami 261104 itu juga sebagai ujian awal buat SBY yang barusan dilantik 201104 mbak. :iloveindonesia
.-= Wandi thok´s last blog ..Andakah Blogger Jateng pengin dapat laptop GRATIS? =-.
ralat pak guru.. tsunami 261204
.-= liza´s last blog ..Hari Ini, Lima Tahun yang Lalu =-.
Semuga sekarang keadaannya lebih baik ya mbak. :recsel
.-= Guru Go!Blog´s last blog ..Oleh-Oleh Reuni =-.
iya.. alhamdulillah sekarang aceh semakin berbenah
.-= liza´s last blog ..untukmu.. =-.
Jadi teringat masa tsunami yang sangat menyedihkan itu.Semoga Aceh akan kembali seperti semula dan lebih baik lagi amin.Thanks telah berkunjung ke blog saya sis,dan salam kenal.
.-= Aisha´s last blog ..I’m still lucky =-.
sama2 kak aisyah.. semua itu adalah ujian dari Allah
Waktu lima tahun terasa begitu cepat, rasa sedih dan prihatin terhadap apa yang dialami saudara2 yang ada di Aceh terasa masih menggayut di benak…
Baru saja di tv ada berita bahwa masih banyak saudara2 yang masih tinggal di barak2 pengungsi, sungguh memprihatinkan…! semoga pemerintah segera memperhatikan mereka..
.-= noorhasan´s last blog ..SAPA BERANI SAMA ULAR…? =-.
iya mas.. masih banyak penduduk yang belum mendapatkan bantuan rumah
betul hidup ini dah ada yang ngatur Liz
moga ada hikmah terbaik buat semua 
.-= aulawi´s last blog ..Ho Ho Ho =-.
iya.. semua ada hikmahnya aul
Mengingatkan saya pada kejadian stunami yang membuat hati tercabik 2 perih,walau aku tinggal jauh dari musibah tsunami.Tapi inilah hidup berputar bagai roda ,tidak selalu sama ada suka dan ada duka.
iya mbak.. hidup yang bagaikan roda. kadang suka kadang duka. dan semua ini menjadi pelajaran untuk kita semua
liza selalu ingat massa2 itu yach,
Sedih, setelah membaca. Wajar jika dikisahkan banyak anak2 yg mengalami trauma. Kasihan.
.-= UmuKamilah´s last blog ..Saat Kulihat Langit =-.
alhamdulillah sekarang kondisi di aceh berangsus membaik kak
Tetapi hidup harus dilanjutkan betapapun perihnya kenangan itu..
.-= UmuKamilah´s last blog ..Saat Kulihat Langit =-.
semoga kenangan tentang tsunami tidak menjadikan patah semangat. tetap berjuang terus.
ga sedikit yg akhirnya harus menjalani hidup sebatang kara, syukurnya ternyata banyak pihak berempati membantu.
*Masak dari Ujong Pancu ke Simpang Dodik cuma 3 meter, Kalau 30 KM iya. hehehe
Liza waktu tsunami berada dimana? Mosa ya?
.-= Fadli Idris´s last blog ..Jeritan di Pagi Hari =-.
oh iya, salah tulis. waktu itu udah di konfirm jaraknya 10 km. thank untuk koreksinya;
iya liza di mosa bang
subhanallah. saya yang ndak melihat langsung kejadiannya ikut miris dan terharu, mbak. semoga peristiwa semacam itu ndak terulang lagi. tetep semangat, ya, mbak!
.-= sawali tuhusetya´s last blog ..Gender dan Fenomena Perubahan Kelamin =-.
insyaallah pak guru
Ia Za..
Udh lima tahun. Nggak terasa y Za..
Perasaan pas kejadian kita lagi bimsik di Mosa n tiba tiba gempa. Tapi skrg, sukur Aceh udh bisa bangkit kembali..
.-= Prince Area´s last blog ..Tax Treaty : Inggris =-.
iya pandri.. ngga terasa banget. waktu itu liza di tengah lapangan pura2 sakit. terus tiba2 gempanya kuat bgt
lima tahun sudah berlalu dan kini semua menjadi bagian yang tak pernah terlupa, semoga tidak ada lagi musibah dahsyat yang menimpa ureueng Nanggroe.. mari berdoa
.-= Aulia´s last blog ..Hack Sosial Network =-.
semoga semua ini menjadi pelajaran yang berharga bagi kita bangsa Aceh
rumahnya di dea baro.. cuma 500 meter dari garis pantai
.-= wahyu´s last blog ..Cepu, Kota Tua Kecil =-.
ikut berduka bang
menyapa temanku malam hari, selamat beristirahat dan salam hangat selalu
.-= Ruang Hati´s last blog ..Gus Dur Meninggal, Inilah Profil dan Otobiografinya (Foto-Foto Kenangan) =-.
Syukurlah keadaan semakin membaik adanya…
.-= lowongan 2010´s last blog ..IT Professional Vacancy UBCI 2010 =-.
saya suka picnya. Indah. Mudah2an suatu saat bisa main kesana
.-= tentang indonesia´s last blog ..Kampung Naga =-.
Amiin
.-= Aulia´s last blog ..Awal Tahuni Ini =-.