Archive for » 2009 «

Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

Kali ini saya dan para pemuda Indonesia lainnya ditantang oleh Kompas MuDA tentang kebanggaan kita terhadap negeri ini. Sebuah tantangan yang diramu dalam  Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC. Sekilas terlihat gampang. Tinggal menjawab bangga atau tidak.  Selesai!

Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Jika ditelusuri lebih jauh, tantangan Mudaers dalam Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC ini justru merupakan sebuah pembuktian bakti apa yang dilakukan para penerus bangsa untuk tanah air tercinta.

Nah, sekarang kembali ke topik. Bangga ngga dengan Indonesia? Iya, saya sangat bangga menjadi bagian dari Indonesia. Bangga dilahirkan dan dibesarkan serta setiap hari menghirup udara di bumi pertiwi nan kaya ini. Rasa bangga dengan keinginan untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Dan kebanggaan ini bukanlah rasa yang tiba-tiba saja muncul karena  Kompetisi Website Kompas MuDa – KFC .

Meski negara ini sedang carut marutnya? Iya, apapun negeri ini. Secarut marut apapun ia, saya tetap bangga.

Alasannya? more…

  • Share/Bookmark
Hari Ini, Lima Tahun yang Lalu

Kehidupan di Ujung Pancu begitu menyenangkan. Suasana alamnya sangat memesona. Dengan latar belakang bukit barisan dan hamparan birunya laut di depan membuat desa nelayan ini memiliki nilai tambah tersendiri.

Irma Suryani, gadis hitam manis kelahiran 20 tahun silam dengan bangga menceritakan keadaan tempat tinggalnya sebelum bencana yang maha dahsyat-gempa dan gelombang tsunami- itu menghempaskan amarahnya di Serambi Mekkah.

“Pagi itu, seperti hari minggu biasanya. Saya sedang mencuci pakaian,” jelas Irma. Ia sama sekali tidak menduga kalau pagi minggu yang cerah pada tanggal 26 Desember 2004 itu akan menjadi sejarah yang tak pernah dilupakan umat manusia.

“Tiba-tiba saja ada gempa besar, jadinya saya dan orang tua saya berlari keluar dari rumah.” Irma melihat seluruh penduduk kampung juga melakukan hal yang sama. Gempa di pagi itu sangatlah kuat, seumur hidup baru kali ini ia merasakan gempa seperti itu. more…

  • Share/Bookmark
Sejuta Kasih Untuk Ibu

Gerimis pagi tak menghalang mentari tuk bersinar

Terang , walau kabut menghadang

Senyumnya elok

Cintanya tak fana

Meski badai kerap menerjang

Namun lautan kasihmu takkan terpatahkan

Karena kaulah ibu

Wanita  yang Tuhan amanahkan surga di telapak kakimu

Rasul menyebutmu  tiga kali ketika anak bertanya

siapa yang pertama dihormati

Ibumu, ibumu, ibumu more…

  • Share/Bookmark
Eksotisme Pantai Lampuuk
keren

travellingholidays.com

Pantai Lampuuk adalah salah satu pantai yang paling mengesankan untukku. Ia memanjang dari utara hingga selatan. Dulu, sebelum peristiwa tsunami terjadi, pantai ini dipenuhi oleh penjaja ikan segar yang dilengkapi dengan tempat-tempat makan. Mereka akan menawarkan diri untuk memanggang dan memasakan ikan-ikan tersebut agar bisa langsung dinikmati oleh pengunjung pantai. Namun saat ini tidak tampak satupun tempat makan serupa itu lagi. Seakan pergi bersama dengan luruhnya rimbunan pohon cemara di tepian pantai yang bertumbangan akibat gerusan tsunami lima tahun silam.

Minggu kemarin aku memutuskan untuk menghabiskan akhir pekanku dengan menunjungi pantai yang berada di Desa Meunasah Masjid, Lhok Nga – Aceh Besar. Letaknya hanya sekitar sekitar 15 KM dari Kota Banda Aceh (dengan jalur Banda Aceh – Calang). Sehingga untuk mencapainya aku memerlukan waktu 30 menit dengan menggunakan motor.

Aku benar-benar menikmati saat itu. Hamparan pasir putih dan jilatan ombak bagaikan magnet raksasa yang menahanku untuk tak bergeming. Cahaya matahari memantulkan fatamorgana yang menakjubkan. Sepoinya angin menyembuhkan dahaga yang mengerang.Beberapa pengunjung terlihat berlari-lari di tepian pantai, ada juga yang menceburkan diri bersama ombak, berselancar menghantam ombak , atau hanya sekedar menatap laut yang tak berpenghujung. Berekreasi ke pantai ini adalah pilihan yang tepat untuk menghabiskan masa-masa akhir pekan. Letih yang menyergap seakan hilang ketika kaki mulai menginjak putihnya pasir. more…

  • Share/Bookmark
Guru Ngeblog, Perlukah?

“Secara internal, blogger guru akan terpacu semangatnya untuk bertindak  kreatif dan inovatif dalam mengemas proses pembelajaran yang menarik dan memikat. Semangat pembelajaran berbasis Paikem (pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) akan semakin membumi dan membudaya di ruang-ruang kelas sehingga dunia pendidikan tak lagi menjadi “penjara” yang memasung kebebasan berpikir siswa didik.” papar Sawali Suhustya dalam tulisannya “Mengapa Guru Mesti Ngeblog”.

bu siti

Rahmi Agustina, seorang guru Biologi SMA N 1 Sigli sependapat dengan paparan pemilik blog sawali.info ini. Wanita yang memulai debut ngeblognya pada akhir 2006 menyadari sepenuhnya tentang manfaat yang diperoleh jika seorang pendidik memiliki blog. “Di blog, saya sering menulis tentang ide-ide PBM (proses belajar mengajar) yang diharapkan bisa dibaca oleh para siswa,” ungkapnya.

Awalnya lulusan FMIPA Biologi Unsyiah ini menulis blog untuk kepentingan pribadi, “ Saya terinspirasi dari novel Soulmate.com karya Jessica Huwae. Penulis memasukkan media online seperti YM, friendster dan blog dalam setting ceritanya,” jelas penikmat karya fiksi dan nonfiksi ini. more…

  • Share/Bookmark
Koin Keadilan Untuk Prita

prita-244x300

Masih ingatkah Anda dengan Prita Mulyasari? Seorang ibu rumah tangga yang terjerat pelanggaran Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pencemaran nama baik.

Wanita 32 tahun ini didakwa telah mencemarkan nama baik dua dokter Rumah Sakit Omni Internasional, Grace Hilda Yar Nel Nela dan Henki Gozal dengan mengirimkan surat elektronik (email) ke 20 alamat email temannya. Dalam surat tersebut Prita mengeluhkan pelayanan yang diberikan RS Omni Internasional. Dalam waktu singkat email itu beredar luas di sejumlah milis dan blog. Surat itu pun terbaca manajemen RS Omni Internasional. Atas keluhan Prita, rumah sakit di kawasan Alam Sutera itu kemudian menyeret Prita ke jalur hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Kasus Prita Mulyasari ini telah menyedot perhatian publik dan masih menggaung hingga saat ini. Perkembangan terakhir menyebutkan bahwa Prita mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Indonesia.Di tingkat banding, Pengadilan Negeri Banten menjatuhkan putusan denda terhadap Prita yaitu sebesar Rp.204 juta. Selain itu, Prita juga masih terbelit kasus pidana dengan dakwaan pencemaran nama baik dokter RS Omni Internasional. more…

  • Share/Bookmark
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes