Yearly Archives: 2008

Postingan Akhir Tahun

buy varm; margi

Sebenarnya aku tak tahu apa yang hendak kuucapkan
lidah tetap saja kelu tuk berujar
glotis tak mau kompromi

tapi…
jemari tetap ingin melompat
mengelilingi deretan  huruf yang tersusun rapi
mengomentari akhir tahun ini

akhir yang tidak happy ending, kata jemari
dengan bantuan ulnaris dan radialis 
ia  tetap saja bergeming 
mengajak mata untuk terbuka
menatap  senja sampai eksofthalmus pada penyakit Grave

Mengintari  alam yang selalu ingin bersahabat
Melihat dunia yang selalu diporak-porandkan
Menangisi Palestina yang tak henti-hentinya berdarah?
Hemofilikah? tanya serebrum
Bukan! Tapi luka yang tak pernah sembuh disayat kembali, jawab mata

sedih, mata menangis

hati perih
jiwa merintih

melihat jiwa yang tak berdosa menjerit pilu
melihat jiwa yang tak berdosa mengemis sayang
melihat jiwa yang tak berdosa mengharap kasih

mengapa semua harus berakhir seperti ini?
selalu seperti ini?

Sore, penghujung tahun 2008

Weekend di Tangse,..Seruuu Abiiizzzz

Detikan jam seolah tak kunjung beranjak, berlari, menghabiskan sisa-sisa waktu tutorial yang hanya tinggal beberapa menit lagi. Pagi itu, aku sudah memutuskan untuk bolos kuliah umum dengan dr.Krisna karena keinginanku untuk segera menginjakkan kaki di tanah kelahiran sudah pada taraf yang tidak bisa ditoleril lagi. 
“Kita ngga jadi kuliah dengan dr. Krisna,” ucap Syah, komting kelasku tiba-tiba membuyarkan fokusku terhadap diskusi tentang hipertiroidisme. Syah yang juga temanku ketika SMP, SMA dan kuliah itu langsung berlalu.
Hatiku bersorak riang. Itu artinya, aku tidak akan melakukan perbuatan dosa dengan tidak hadir kuliah. Aku pun segera beranjak pulang setelah dr.Syahrul, yang menjadi tutorku hari itu keluar dari kelas. Di depan pintu gerbang, aku menunggu Mimi teman sekampusku yang juga berasal dari Sigli untuk pulang bersama. “Za, lon kalueh woe uroe Rabu.Tapi, bah lon intat droe u terminal.” jelasnya.
It’s okay. No problem. Yang penting aku pulang kampung. terlepas sendiri atau berdua. Pokoknya pulang. niatku sudah bulat. Sebenarnya aku bisa saja pulang ke Tangse bersama abang sepupuku dan keluarganya. Jam 3 nanti dia juga akan berangkat. but, aku harus menunggu enam jam lagi dan itu artinya kalau aku pulang, aku sudah bisa istirahat di rumah.
Aku pulang….
Dari moneygram locations rantau…
Bertahun-tahun di negeri orang oh Kuta Raja…

terlalu mengimprovisasi (hehehehe). padahal awal Desember waktu Idul Adha aku juga pulang. 
Jam 3, bus yang kutumpangi sampai ke pegunungan Tangse. 
“Tangse benar-benar eksotik dengan pemandangan alamnya,” kata cheap without prescription online Amoxil buy seorang teman.
Thats right. sayup-sayup angin pegunungan langsung saja menyambutku. Hawa dingin segera merasuk. Perbedaan cuacanya sangat terasa dibandingkan dengan Banda Aceh atau pun Sigli.
“Di rumah cecek enak. Banyak AC. Di mana-mana ada AC.” ucap Vina, keponakanku dengan polosnya. Di rumahnya ia hanya punya dua AC, cheap Drugstore online Ampicillin buy begitu jelasnya.Dinginnya udara di Tangse menurutnya itu bagaikan  air conditioner.

Ketika azan Ashar berkumandang, aku tiba di rumah. Tak ada orang di buy online diflucan sana. Mamaku ke Blang Jeurat, tempat Nyak wa karena ada acara kenduri thon. Setelah shalat magrib, aku juga pergi ke sana. Jarak Pulo Masjid- Blang Jeurat sebenarnya hanya 2 km dan sering kutempuh dengan berjalan kaki. Tapi, kalau malam hari sangat tidak mungkin itu dilakukan. Pertama, hamparan sawah yang begitu luas akan mengiringi perjalanan malamku. Kedua, tak ada perumahan penduduk di sepanjang jalan. Ketiga, sangat banyak cerita mistis yang membuatku enggan untuk berpergian malam hari sendiri dan berjalan kaki. Akhirnya, aku memilih pergi dengan Cek Wod, tetanggaku yang juga tukang ojek.

Pesta Kereuling dan Durian
  
Selain kenduri, ternyata di rumah Nyak wa juga ada pesta Keureuling. “Kaleuh bu?” tanya Nyak wa, saudara mamaku satu-satunya itu ketika aku menuju ke dapur. langsung saja aku menjawab “BELUM”. Aroma kuah asam keueung ungkot keureuling itu sudah menyatu dengan rasa lapar yang sedari tadi telah menggerogoti jiwa. “Pasti sangat lezat. Apalagi itu dimasak oleh mamaku.” batinku dan langsung menyambar piring di rak.
Ternyata ikan kereuling yang dimasak asam pedas itu untuk menyambut abang sepupuku dan juga beberapa orang temannya yang datang bersama keluarga mereka. Selain itu, apa order amoxil online Dullah, tetangga Nyak Wa, yang telah lama bekerja dengan wanita paruh baya itu telah membakar leumang untuk disantap dengan durian. sedaapppp.
Aku berpikir kalau sangat tidak sia-sia kepulanganku kali ini. Karena memang setiap kepulanganku ada banyak hal yang bisa kuceritakan. Dan ini sangat fantastik menurutku. Bener ngga?
Jam 9 malam, rombongan sepupuku baru tiba. Kebanyangkan kalau aku pulang bersama mereka? Mereka yang sudah dari tadi menahan lapar akibat demonstrasi para cacing di dalam perut dan gerakan peristaltik usus yang semakin meningkat langsung menyerbu hidangan. Ludes semuanya. Termasuk pepesan telur ikan kereuling yang dibuat Nyak Wa dan asam pedas buatan mama. Setelah makan, ya tau sendiri jawabannya apa? Kecapean, lapar, makan dan mengantuk kemudian tidur.
buy levitra medication 1em;”>Aku sendiri sibuk di belakang bersama dengan apa Dullah dan Cek Wod. Aku melihat mereka sedang seru-serunya membelah puluhan durian yang di beli buy cialis generic oleh sepupuku dalam perjalanan pulang. Sesekali (berkali-kali, hehe) aku mencicipi durian-durian tersebut sampai aku merasa mual sendiri. 




Hunting Pakis

Pakis yang tumbuh di daerah pegunungan rasanya sangat berbeda dengan yang ada di dataran rendah. Ini kuakui dengan sangat. Tau kenapa? Karena aku mania tumisan pakis. Jadi aku bisa membedakan mana yang lezat dan nggak, selain dari pengolahannya tentu. Dan itu juga diakui oleh para istri yang ikut bersama rombongan sepupuku itu. Mamaku menyediakan tumis pakis sebagai hidangan siang, dan langsung mereka menanyakan bumbu-bumbu untuk memasaknya apa saja kepadaku yang kebetulan menjadi penggiling bumbu. “Tidak banyak, cuma asam sunti, cabe rawit, dan bawang merah.” jawabku seperti koki saja. 
Selain itu, mama juga menumis pete. wah, ternyata teman-teman sepupuku itu pecandu pate. hiiii, aku ngga benci sih. Apa sih yang ngga aku sukai? Aku kan pemakan segala (omnivora), kata temanku. Dengan syarat harus halal dunk.

buy phentermine imageanchor=”1″ style=”margin-left: 1em; margin-right: 1em;”>purchase doxycycline without prescription />

Siangnya, semua teman-teman abangku pulang. Sedangka ia dan keluarganya serta satu orang temannya, Bu Bet, menyusul mereka di sora hari. Nah, rombongan yang telah duluan pulang itu menitipkan sekarung pakis untuk dibawa pulang ke Banda Aceh. Alamakkk. Dan langsung saja, sepupuku itu membawa kami semua untuk hunting pakis.

Awalnya kami memilih Blang Pandak, sebuah desa yang terletak tepat di kaki gunung Halimun, sebagai tujuan untuk mencari pakis. Namun, perjalanannya terpaksa dihentikan karena jalanan yang sangat rusak dan masih dalam perbaikan. Bisa-bisa mobil sepupuku kandas di tengah jalan. Akhirnya kami memutuskan untuk mencarinya di pinggir sungai Lhok Meusae, sebuah dusun di Krueng Meriam, yang terletak berhadapan dengan gunung Singgah Mata dan jalan menuju Geumpang-Meulaboh. Pakis yang kami dapatkan lumayan banyak, walau tak sebanyak yang kupikirkan sebelumnya. Setelah itu kami pun pulang.




A Bread From Daddy

Dulu,..di zaman entah berantah (habis lupa kapan),..hiduplah seoarng ayah bersama empat anaknya. mereka semua laki-laki. keluarga ini merupakan keluarga yang taat beribadah,.(agamis gitu)…
Pada suatu hari, sang ayah ingin menguji sang anak tentang kekuasaan Allah.. Dia memberikan sepotong roti untuk masing-masing buah hatinya. kemudian ia berkata ,” wahai anak-anakku, makanlah roti ini di tempat yang tidak ada sebuah zat pun yang mengetahui keberadaanmu”.
Anak-anak itu langsung mengambil langkah cheap levitra online vardenafil seribu mencari tempat-tempat yang mereka anggap tidak terdeteksi. Si sulung berlari ke semak-semak di belakang rumahnya. Ia sangat yakin dengan bersembunyi disitu, takkan purchase doxycycline hyclate ada yang mengetahuinya. Jelas, selama ini ia selalu bersembunyi di tempat itu kalo sedang bermain petak umpet dan tak ada yang bisa menemukannya.
 
westernunion virginia style=”color: buying diflucan online black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;”>Anak yang nomor dua bergegas lari ke kamarnya. Ia mengunci pintu cheap without prescription online buy Amoxil dan jendela serta mematikan lampu. Tempat itu sangat gelap. tak ada secercah sinar pun yang meneranginya.
cialis 8 cpr riv0mg Arial,Helvetica,sans-serif;”>Sedangkan yang nomor tiga,  ia berpikir panjang sebelum bersembunyi. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk bersembunyi di sebuah gua yang gelap gulita tak jauh dari tempat tinggalnya. Gua itu sangat sunyi dan gelap. Ia yakin takkan ada yang melihatnya karena tak ada seorang pun yang berani ke gua yang terkenal angker itu.
Nah, yang bungsu…
Ternyata ia tidak beranjak dari tempatnya sedikit pun. Sang ayah keheranan. Si bungsu melahap roti itu dengan semangat, tak peduli sedikit pun dengan ayahnya,…
Selang beberapa jam kemuadian, sang ayah mengumpulkan kembali anak-anaknya,..ia bertanya kepada mereka satu persatu,..
Anak pertama,kedua, dan ketiga sangat bangga karena mereka bisa bersembunyi di tempat yang tidak terdeteksi oleh apapun,…Namun, ayahnya tidak merespon sama sekali,..ketika ayah bertanya kepada si bungsu ” mengapa engkau tidak bersembunyi seperti kakak2mu?”
Si bungsu dengan lantang menjawab,” wahai ayah, dimanapun aku bersembunyi,..ada Zat yang Maha Melihat dan Mengetahui di mana aku berada..Allah tahu dimana aku berada walaupun aku bersembunyi di lubang semut sekali pun. Jadi untuk apa aku beranjak dari tempatku”
cheap amoxicillin phentermine small;”>Mendengar jawaban si bungsu, sang ayah sangat bangga. ternyata apa yang diajarinya selama ini tidak sia2. sang ayah meminta ke tiga anaknya yang lain untuk meniru apa yang dilakukan si bungsu
Ingatlah, walau dimanapun kita bersembunyi, berbohong, dan melakukan setiap perbuatan keji yang menurut kita tidak ada yang mengetahui. yakinlah Allah Maha mengetahui dan Maha melihat apa yang cheap Drugstore online buy Ampicillin kita kerjakan.

Mengpa Harus ngeBLOG???

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes